Sukses

Pencegahan Bunuh Diri Perlu Peran Aktif Lingkungan Sekitar

Melalui konser amal, Vintage Choir mengajak Anda untuk peka terhadap perilaku depresi yang memicu tingginya angka bunuh diri.

Klikdokter.com, Jakarta Bunuh diri merupakan tindakan yang ditempuh seseorang untuk mengakhiri hidupnya akibat  tidak kuat dengan segala tekanan yang tidak tertahankan dalam hidup. Biasanya pelaku bunuh diri juga merasa dirinya tidak lagi berharga. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di negara-negara miskin dan berkembang, tetapi juga di sejumlah negara maju, salah satunya Amerika Serikat (AS).

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pada tahun 2016 sebanyak 45.000 warga AS meninggal akibat bunuh diri. Dilansir dari Liputan6, tidak hanya di AS pada tahun 2017, Korea Selatan menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), terjadi peningkatan angka bunuh diri pada tahun 2010-2012, yakni dari 5.000 menjadi 10.000 kematian. Menilik kondisi tersebut Alvira Melanie Wahjosoedibjo, Advisor & Choir Director Vintage Choir, berinisiatif menggelar konser amal yang bertajuk "Let's Do Something! Stop Suicide!" pada 16 September 2018 lalu.

Pentingnya kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri

Tak hanya prihatin dengan angka bunuh diri yang semakin tinggi di berbagai belahan, termasuk Indonesia, Alvira Melanie Wahjosoedibjo juga digerakkan hatinya oleh pengalaman masa lalu. Ia banyak kehilangan orang terkasih dan pernah mengalami depresi sampai membutuhkan bantuan seorang profesional. Pengalaman tersebut semakin membakar semangatnya untuk berperan aktif terhadap tindakan pencegahan bunuh diri.

Acara yang dihelat di Universitas Media Nusantara, Gading Serpong, itu juga menampilkan Paduan Suara Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dan Paduan Suara Ultimasonora. Konser yang diselenggarakan selama 2 jam tersebut bertujuan membantu komunitas Into The Light Indonesia (komunitas advokasi, kajian, serta edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa orang muda) dalam meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri pada masyarakat Indonesia.

Selain menampilkan merdunya paduan suara, digelar pula bincang-bincang yang dihadiri oleh beberapa bintang tamu, seperti penyanyi seriosa Aning Katamsi, dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp. KJ sebagai pembicara, didampingi  oleh Benny Prawira Siauw dari Into The Light Indonesia, dan dr. A. Nadim dari Vaxcorp.

1 dari 2 halaman

Kenali gejala orang bunuh diri

Demi mendukung gerakan yang diprakarsai oleh Vintage Choir dan Into The Light, Anda juga bisa berperan dalam mencegah perilaku seseorang yang ingin bunuh diri dengan mengenali gejala-gejalanya. Perlu Anda ketahui, seseorang yang ingin bunuh diri biasanya menunjukkan sejumlah perilaku yang khas.

Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala orang yang ingin mengakhiri hidupnya:

  • Fokus pada kematian. Orang tersebut selalu membicarakan soal kematian dan cara-cara bunuh diri.
  • Membuat rencana. Seseorang yang ingin bunuh diri biasanya cenderung ingin memperbarui surat wasian, membagikan barang-barang berharga, banyak menulis catatan, hingga "berpamitan" dengan kerabat dekat.
  • Menarik diri dari kehidupan sosial. Satu gejala yang juga khas pada seseorang yang ingin bunuh diri adalah menghindari teman dekat dan keluarga. Selain itu, ia juga mulai kehilangan minat untuk beraktivitas dan meninggalkan hobi yang biasanya dilakukan.
  • Menunjukkan keputusasaan. Dalam kondisi demikian, biasanya individu tersebut akan merasa tak lagi berharga dan menunjukkan kepedihan yang teramat sangat.
  • Suasana hati dan waktu tidur berubah. Seseorang yang depresi dan ingin bunuh diri biasanya merasakan suasana hati yang kacau. Kondisi ini rentan mengakibatkan waktu tidurnya juga berubah.
  • Suka mabuk, bertindak ceroboh dan mengonsumsi obat terlarang. Memang tidak semua pelaku bunuh diri akan melakukan hal-hal tersebut. Namun jika ada seseorang yang biasanya tidak melakukan ketiganya lalu menunjukkan hal tersebut, segera carikan bantuan untuknya, misalnya dengan konsultasi ke psikolog.

Selain gejala-gejala tersebut di atas, Anda perlu juga mengamati orang-orang yang sedang mengalami masalah pelik.  Di bawah ini adalah beberapa masalah yang rentan menyebabkan seseorang memutuskan bunuh diri:

  • Mengidap penyakit kronis
  • Merasakan kehilangan
  • Tersandung masalah hukum atau finansial yang serius
  • Pernah trauma mendalam karena pelecehan.

Untuk mencegah tindakan bunuh diri, sebaiknya jangan abaikan bila ada orang yang berkeluh kesah tentang kondisinya. Tanyakan apakah ia memerlukan bantuan serius bila pernah ada keinginan untuk bunuh diri. Semakin cepat tertangani oleh ahlinya, maka semakin besar peluang sembuhnya gangguan mental pemicu bunuh diri. Selalu ajak mereka untuk beraktivitas supaya mereka masih merasa berguna dan berharga. Jangan lupa, hubungi nomor darurat 119 jika Anda butuh bantuan dalam keadaan darurat. Dengan diadakannya acara "Let's Do Something! Stop Suicide!", diharapkan masyarakat Indonesia lebih memberikan atensi serius terhadap tindakan tersebut.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar