Sukses

Kenali Gejala Depresi yang Mengarah pada Bunuh Diri

Depresi tidak bisa dianggap remeh, karena dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Cari tahu tanda dan gejalanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Dunia fashion dirundung duka lantaran salah satu desainer tersohor, Kate Spade, meninggal dunia pada Selasa (5/6). Desainer tas wanita yang identik dengan karya penuh warna tersebut ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri. Polisi menyimpukan bahwa kematiannya disebabkan oleh tindakan bunuh diri.

Kematian Kate Spade menambah daftar panjang publik figur yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, terdapat hampir 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya.

Bunuh diri juga merupakan penyebab kematian nomor dua pada kelompok usia 15-29 tahun. Banyak hal yang membuat seseorang memutuskan untuk bunuh diri, namun yang paling sering adalah depresi.

Depresi dialami siapa saja

Depresi merupakan gangguan mental paling umum dan sering ditemui. Lebih dari 300 juta orang di dunia mengalami kondisi ini. Sebab depresi dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai kelompok usia.

Sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa mereka yang mengalami depresi adalah orang yang kurang banyak beribadah, lemah psikologis, atau hanya melebih-lebihkan saja. Hal tersebut tidaklah tepat.

Depresi terjadi karena  proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor, mulai dari sosial, psikologis, dan biologis. Berbagai kejadian masa lampau juga turut memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang dan bagaimana ia menghadapi masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu, semua orang sebenarnya bisa mengalami depresi.

Kenali gejala depresi

Pada tahap yang berat, depresi dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Setiap orang yang depresi memiliki risiko untuk bunuh diri, meski tidak semua akan melakukannya.

Untuk mencegahnya, setiap orang perlu mengenali gejala depresi yang sudah mengarah pada bunuh diri alias warning signs. Beberapa gejala yang dimaksud, meliputi:

  • Menarik diri dari komunitas. Seseorang yang depresi tidak menyukai kegiatan bersama keluarga atau teman-temannya. Ia akan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri.
  • Tidak mampu melakukan hobi. Umumnya, mereka yang depresi tidak lagi mau melakukan hal yang disenangi. Bahkan, mereka akan meninggalkan hobi yang sangat digandrungi sebelumnya.
  • Selalu tampak murung. Sebagian besar orang yang depresi akan menampakkan raut wajah yang murung dan intonasi yang cenderung datar. Meski demikian, ada juga orang yang mampu tetap tampak ceria dan humoris padahal sebenarnya sedang merasa sedih atau depresi.
  • Gangguan tidur. Gangguan mental dapat berdampak pada pola tidur. Umumnya, orang yang depresi akan mengalami kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan memori dan sulit berkonsentrasi. Orang yang depresi biasanya akan merasa sulit berkonsentrasi saat bekerja dan sukar mengingat hal-hal penting.
  • Penurunan nafsu makan. Nafsu makan juga dipengaruhi oleh suasana hati. Pada orang yang depresi, biasanya akan terjadi penurunan nafsu makan yang dapat berujung pada penurunan berat badan dengan cara tidak sehat.
  • Mengatakan tentang ide bunuh diri. Bila seseorang mengatakan dirinya tidak berguna, lebih baik mati atau bahkan menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup, bisa jadi ia ada dalam kondisi depresi berat. Bukan tidak mungkin, ia akan melakukan idenya tersebut.
  • Melakukan hal-hal berbahaya. Saat ide bunuh diri sudah muncul, orang yang depresi akan mencoba melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya sendiri –seperti minum alkohol dalam jumlah banyak, menggunakan obat terlarang, mencoba menyayat dirinya, dan lain-lain. Bahkan, ada pula yang melakukan eksekusi langsung seperti tindakan gantung diri atau menjatuhkan diri dari ketinggian.

Apa yang perlu dilakukan?

Bila Anda mengetahui ada orang terdekat yang memiliki keinginan bunuh diri, jangan pernah anggap sepele. Dampingi dan ajaklah ia bicara mengenai idenya tersebut. Tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantunya keluar dari masalah yang sedang dihadapi. Bila perlu, ajaklah berkonsultasi dengan ahli kesehatan jiwa mengenai kondisi yang sedang dialaminya.

Bunuh diri merupakan tindakan yang sebenarnya dapat dicegah. Komunikasi, pendampingan, serta konseling yang tepat akan membantu penderita depresi merasa lebih baik dan terhindar dari perilaku yang tidak-tidak.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar