Sukses

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Wabah Baru di Asia

Virus nipah digadang-gadang menjadi wabah baru yang mengancam kesehatan masyarakat dunia. Ketahui lebih lanjut tentang virus ini.

Pandemi COVID-19 belum berakhir, namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengabarkan ancaman virus nipah yang berpotensi menjadi wabah baru.

Bahkan, Kementerian Kesehatan Indonesia turut meminta masyarakat waspada akan ancaman virus tersebut, terutama dari perdagangan hewan ternak. Apa itu virus nipah dan seberapa bahaya wabah ini bagi manusia?

 

1 dari 4 halaman

Mengenal Virus Nipah

Dilansir dari laman WHO, virus Nipah atau NiV, pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1999.

Pada saat itu, sedang terjadi wabah di kalangan peternak babi. Lalu, di tahun 2001, Bangladesh juga melaporkan negaranya juga diserang oleh virus ini. Infeksi virus nipah pun telah diidentifikasi muncul di India bagian timur.

Menurut catatan WHO, penyebaran virus Nipah sejak tahun 1998 hingga 2008 sudah menorehkan 477 kasus infeksi dan 248 kematian.

Tingkat kematian kasus akibat virus ini diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen. Angkanya bervariasi, tergantung kemampuan tiap daerah untuk menangani adanya wabah penyakit.

Perlu diketahui, NiV adalah virus yang masih sekeluarga dengan Paramyxoviridae, genus Henipavirus.

NiV merupakan virus zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Inang atau dugaan pembawa patogen virus adalah kelelawar buah (Pteropus).

Artikel Lainnya: 5 Fakta tentang Virus Nipah yang Perlu Anda Tahu

Kelelawar buah yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke manusia atau hewan lain, seperti babi.

Apabila berkontak dengan hewan terinfeksi, misalnya lewat cairan, urin, atau kotorannya, manusia bisa ikut terpapar dan terinfeksi. Setelah terpapar, penyebaran virus NiV antarmanusia pun dapat terjadi.

Dikutip dari BBC, peneliti menyimpulkan bahwa peristiwa kebakaran hutan dan kekeringan menyebabkan sejumlah habitat kelelawar terusir secara paksa.

Kelelawar hutan yang habitatnya terusik akan pergi menghinggapi pepohonan buah yang ada di pemukiman warga atau peternakan hewan, salah satunya babi.

Ketika berpindah, kelelawar yang merasa terancam dapat melepaskan lebih banyak virus.

Virus dari kelelawar dapat berpindah ke babi. Selanjutnya, babi yang terinfeksi bisa menularkan virus ke peternak, dan akhirnya menyebar antarmanusia.

Tak cuma Malaysia, negara lain yang berisiko terancam wabah virus nipah adalah Kamboja, Ghana, Madagaskar, Filipina, Thailand, dan juga Indonesia.

Ini karena negara-negara tersebut merupakan wilayah hutan tropis yang merupakan habitat kelelawar Pteropus.

Artikel Lainnya: Hati-Hati, Mutasi Virus Corona Terbaru Lebih Berbahaya untuk Anak!

2 dari 4 halaman

Apa yang Terjadi Bila Terinfeksi Virus Nipah?

Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti gejala awal infeksi virus nipah tidak spesifik.

Menurutnya, ada orang yang terinfeksi tanpa gejala dan ada juga yang memiliki gejala berat.

“Gejala infeksi virus nipah pada manusia beragam, mulai dari tidak bergejala, gejala infeksi saluran napas akut ringan, gejala berat, hingga ensefalitis atau infeksi otak berat. Biasanya, gejala awal yang umum, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, sampai radang tenggorokan. Nah, dari situ baru memburuk,” jelas dr. Astrid.

Dokter Dyah Novita Anggraini menambahkan, virus nipah dapat mengakibatkan kematian bila sampai terjadi ensefalitis.

“Ensefalitis adalah peradangan yang terjadi di jaringan otak dan dapat menyebabkan gejala gangguan saraf,” jelasnya.

Masih dikutip dari WHO, untuk mendeteksi virus nipah, diperlukan tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dari cairan tubuh dan deteksi antibodi melalui enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Tes lain yang digunakan untuk mendeteksi NiV termasuk uji polymerase chain reaction (PCR) dan isolasi virus dengan kultur sel.

Artikel Lainnya: MedFact: Antibiotik Ampuh Obati Infeksi Virus Corona?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Virus Nipah?

Sayangnya, sampai saat WHO menyatakan belum ditemukannya obat atau vaksin mencegah infeksi virus Nipah.

“Karena virus ini tidak ada obat dan vaksinnya, maka yang dikontrol adalah vektornya (organisme yang membawa patogen dari inang satu ke yang lain),” kata dr. Astrid.

Infeksi virus Nipah dapat dicegah dengan menghindari paparan dari babi atau kelelawar di daerah yang terdapat wabah virus. Penting juga untuk tidak mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi oleh kelelawar.

Selanjutnya, dr. Astrid menambahkan,“ Untuk mencegah transmisi dari orang ke orang, hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi dan rajin cuci tangan.”

Itu dia penjelasan mengenai virus Nipah. Untuk itu, tetap waspada, lakukan pola hidup sehat dengan olahraga dan makan-makanan yang bergizi, serta jaga kebersihan diri dengan rajin cuci tangan.

Ikuti terus perkembangan pandemi COVID-19 atau wabah virus nipah dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

1 Komentar

  • Henry S

    Pandemi COVID-19 belum berakhir, namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengabarkan ancaman virus nipah yang berpotensi menjadi wabah baru., Mohon info statement ini link dari berita WHO tersebut. Terima kasih