Sukses

Kenali Gejala Infeksi Cacing Pita pada Tubuh

Ada banyak alasan mengapa Anda tak boleh meremehkan infeksi akibat cacing pita. Kenali gejalanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Cacing pita merupakan spesies yang bersifat parasit atau merugikan bagi makhluk hidup lain. Jenis parasit ini berkontribusi besar dalam menginfeksi hewan-hewan ternak seperti seperti babi, sapi, dan kerbau. Bahkan, cacing pita juga diketahui dapat menginfeksi manusia.

Dilansir dari Liputan6.com, baru-baru ini Sam Cordero, seorang pria asal Florida, Amerika Serikat, menjalani operasi pengangkatan cacing pita. Bukan main-main, cacing tersebut menyebar pada bagian otaknya. Jika tak segera ditangani, cacing pita tersebut dinilai mampu merusak fungsi mata dan membuatnya kehilangan penglihatan.

Cacing pita diketahui mampu masuk ke dalam tubuh manusia saat seseorang mengonsumsi daging mentah atau yang kurang matang, atau bersentuhan dengan feses yang terkontaminasi. Cacing pita jarang masuk ke aliran darah manusia karena biasanya mereka bersarang di daging hewan yang telah disebutkan di atas. Tak hanya itu, cacing pita juga bisa masuk lewat air yang Anda minum.

Apa yang terjadi bila cacing pita masuk ke dalam tubuh Anda? Ya, ia bisa mengakibatkan infeksi. Ketika Anda menelan telur cacing pita, cacing dapat bermigrasi di luar usus dan membentuk kista larva dalam jaringan tubuh dan organ lainnya. Kemungkinan terburuknya adalah, cacing pita akan berkembang dan tumbuh dewasa di usus Anda, sehingga terjadilah infeksi.

Cacing pita dewasa yang terdiri dari kepala, leher, dan rantai segmen disebut sebagai proglottid. Bila Anda mengalami infeksi cacing pita di usus, kepala cacing pita melekat pada dinding usus, dan proglottid tumbuh dan menghasilkan telur.

Biasanya, infeksi cacing pita usus tergolong ringan. Namun, pada tahap tertentu seperti infeksi invasif, cacing pita dapat berbahaya dan menyebabkan komplikasi yang serius.

Kenali gejala infeksi akibat cacing pita

Infeksi cacing pita kerap terjadi pada usus, meski tidak menutup organ lainnya seperti yang dialami Sam Cordero. Tanda dan gejala infeksi pada usus meliputi:

  • Mual
  • Lemah dan lesu
  • Hilangnya nafsu makan
  • Nyeri perut bagian atas
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Menurunnya kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi makanan

Berbicara soal infeksi invasif, bahayanya bisa lebih serius lagi. Jika larva cacing pita bermigrasi dari usus Anda dan kista terbentuk pada jaringan lain, pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada jaringan organ tubuh, sehingga Anda bisa mengalami hal-hal ini:

  • Demam
  • Adanya benjolan
  • Reaksi alergi terhadap larva
  • Infeksi bakteri
  • Gejala neurologis seperti kejang

Mengatasi penyebaran cacing pita

Ada banyak faktor yang dapat mempermudah penyebaran cacing pita, salah satunya faktor kebersihan. Bila Anda termasuk individu yang malas membersihkan tubuh dan tak pernah mencuci tangan menggunakan sabun, hal itu akan meningkatkan risiko kontaminasi cacing pita ke mulut.

Jika diri sudah bersih, perhatikan juga lingkungan sekitar. Bila Anda adalah orang yang menekuni dunia peternakan, maka gunakanlah pengaman secara lengkap apalagi saat bersentuhan dengan kotoran hewan.

Selain itu, awasi makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi. Sanitasi yang buruk turut menjadi faktor utama penyebaran cacing pita dalam tubuh. Perhatikan juga konsumsi daging karena memakan daging mentah dapat meningkatkan risiko penyebaran cacing pita.

Bagaimana cara menghindari infeksi akibat cacing pita? Anda bisa menggunakan obat seperti albendazole untuk meminimalkan penyebaran. Namun, untuk memastikan kondisi apakah diri Anda benar-benar terkena infeksi, periksalah ke dokter. Selanjutnya akan dilakukan tes laboratorium untuk menemukan telur cacing dan bagian tubuh yang mungkin terinfeksi.

[RN/ RVS]

1 Komentar