Sukses

Langkah Tepat Mengobati Cacar Air pada Orang Dewasa

Bila tidak mendapatkan penanganan tepat, cacar air pada orang dewasa dapat menimbulkan komplikasi.

Klikdokter.com, Jakarta Cacar air merupakan salah satu penyakit yang cukup sering ditemukan. Data Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan ada 80 sampai 90 juta kasus cacar air terjadi setiap tahun.

Cacar air atau Varicella adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Kuman tersebut terdapat dalam air ludah dan bintik kemerahan di tubuh penderitanya. Oleh karena itu, dapat sangat cepat menular.

Bila penderita cacar air berinteraksi dengan orang sehat yang belum pernah vaksinasi cacar air atau mengalami cacar air, maka orang sehat tersebut dapat dengan mudah terinfeksi cacar air.

Gejala yang dirasakan penderita

Penderita cacar air umumnya menunjukkan beberapa gejala, seperti demam yang tidak terlalu tinggi (low grade fever), batuk dan pilek, nyeri sendi dan sakit kepala, serta ruam kemerahan. Ruam kemerahan muncul di hari ketiga, mulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Kemudian, ruam tersebut akan berubah menjadi bintik berisi cairan. Di hari keenam dan seterusnya, ruam kemerahan akan mulai mengering dan membentuk keropeng (krusta).

Pada beberapa kondisi, cacar air dapat disertai dengan komplikasi atau penyulit yang membuatnya menjadi berat. Hal ini terutama terjadi bila penderitanya adalah orang dewasa.

Berbeda dengan anak-anak yang umumnya mengalami gejala ringan, cacar air pada orang dewasa biasanya menunjukkan tanda dan gejala klinis yang lebih berat. Gejala tersebut antara lain infeksi paru (pneumonia), infeksi selaput otak (meningitis), radang jaringan otak, infeksi darah yang berat (sepsis), kejang, hingga penurunan kesadaran.

Tindakan yang perlu Anda lakukan

Sebenarnya, sebagaimana penyakit akibat virus lainnya, cacar air dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan untuk cacar air bertujuan untuk mencegah virus menginfeksi semakin luas dan menurunkan daya tahan tubuh, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah komplikasi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengobati cacar air:

  1. Cairan

Saat mengalami infeksi, tubuh akan kehilangan banyak cairan, terutama pada fase demam dan saat ruam kemerahan mulai muncul. Untuk itu, setiap pasien cacar air harus dipastikan mendapat cairan yang cukup.

Pasien cacar air disarankan untuk minum cairan 2-3 liter per hari. Namun, bila sudah ada tanda dehidrasi atau kekurangan cairan seperti jumlah buang air kecil berkurang, tangan dan kaki teraba dingin, maka dokter akan mempertimbangan pemberian cairan melalui infus.

  1. Antipiretik atau penurun demam

Penurun demam diberikan ketika pasien mengalami nyeri dan demam. Golongan obat yang dapat diberikan adalah obat yang mengandung asetaminofen. Obat demam ini biasa diberikan bila suhu tubuh lebih dari 37.5 derajat celsius. Bila demam berkepanjangan dan kondisi tubuh semakin lemah, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

  1. Penanganan ruam kemerahan secara tepat

Ruam kemerahan pada cacar air memang terasa sangat gatal, sehingga penderita sering kali menggaruknya. Padahal, garukan tersebut dapat menyebabkan infeksi bakteri dan memperburuk kondisi cacar air. Untuk mengurangi gatal, Anda dapat mengompres dingin, atau menggunakan losion berbahan kalamin.

  1. Antivirus

Obat antivirus seperti asiklovir paling efektif bila diberikan 24 jam, setelah muncul bintik kemerahan.

Sekalipun ada anggapan bahwa setiap orang harus mengalami cacar air sekali seumur hidupnya, sebenarnya penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin cacar air dapat diberikan sejak anak usia di atas satu tahun, sebanyak satu kali. Untuk usia di atas 13 tahun dan orang dewasa, vaksin dapat diberikan sebanyak dua kali dengan interval waktu 4-8 minggu.

Cacar air memang dapat membaik dengan sendirinya. Namun, orang dewasa yang mengalami cacar air akan terhindar dari komplikasi dan pulih dengan cepat, melalui langkah pengobatan yang tepat seperti dijelaskan di atas.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar