Sukses

Penyakit Autoimun, Bisakah Disembuhkan?

Autoimun adalah penyakit yang memang jarang ditemukan di Indonesia. Apakah penyakit ini bisa disembuhkan?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit autoimun merupakan kondisi dimana kekebalan seseorang yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi virus dan bakteri ternyata malah menyerang antibodinya sendiri karena dianggap benda asing.

Belum diketahui apa yang menyebabkan sistem kekebalan menyerang tubuhnya sendiri. Namun beberapa orang  mempunyai resiko tinggi terkena penyakit autoimun. Berdasarkan kasus-kasus yang terjadi, wanita (6,4%) lebih sering terkena penyakit autoimun daripada pria (2,7%).

Mengenali risiko penyakit autoimun

Beberapa penyakit autoimun lebih sering terjadi pada kelompok etnis tertentu. Sebagai contoh, lupus lebih banyak terjadi pada orang Afrika-Amerika dan Hispanik.

Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus, biasanya diturunkan dalam keluarga. Walaupun tidak setiap anggota keluarga pasti memiliki penyakit yang sama, namun mereka mewarisi kerentanan terhadap penyakit autoimun.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun adalah

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun. Beberapa penyakit, seperti lupus dan multiple sclerosis, cenderung diturunkan dalam keluarga dengan penyakit yang berbeda.

Jadi jika ibu menderita penyakit graves, Anda belum tentu terkena juga, tetapi penyakit yang diderita ibu tersebut dapat meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis.

  • Wanita 9 kali lebih mungkin terkena lupus dibandingkan pria dan dua kali lebih mungkin mengalami rheumatoid arthritis.
  • Wanita yang keturunan Afrika dan Amerika, memiliki kemungkinan 3 kali lebih besar untuk mengalami penyakit autoimun.

Apakah penyakit autoimun bisa disembuhkan?

Pengobatan tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun, namun bisa mengendalikan respon imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan yang terjadi. Obat yang digunakan untuk mengobati kondisi ini misalnya:

1. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Motrin, Advil) dan naproxen (Naprosyn).

2. Obat penekan kekebalan.

3.  Perawatan tertentu juga dibutuhkan untuk menghilangkan gejala seperti rasa sakit, bengkak, kelelahan dan ruam kulit.

4.  Mengonsumsi makanan seimbang dan olahraga teratur juga bisa membantu Anda merasa lebih baik.

Penyakit autoimun memang jarang ditemukan di Indonesia. Namun, bukan berarti Anda boleh lengah. Jika ternyata dari anggota keluarga ada yang terkena penyakit ini, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kemungkinan risiko terjangkit penyakit dan mendapatkan penanganan lebih awal.

[NP/ RVS]

2 Komentar

  • Thelma

    Ooh sy jawab dulu. Iya bisa! Tgl 5 Sept sy & team di kantor perusahaan 4 Life akan ada presentasinya. WA saya utk daftar kehadiran.

  • Thelma

    Haha....Tenang. Mau usir penyakit autoimun ya hrs dgn "pendidik imun" yaitu Ada TRANSFER FACTOR sebagai nutrisi IMUN yg sdh "usang" gak bs berfungsi yg semestinya lagi. Di ilmu kedokteran sdh masuk kok,di The Lancet, Pubmed, PDR. Di team Indoneaia udah bergabung 60 dokter. Baru 5 perusahaan di dunia yg lakukan research dan produce TF, dan hanya 1 yg ada di Indonesia. Kontak saya utk cara peroleh TF tsb dan detil lanjutannya. WA 08128999926.