Sukses

Suka Berbohong? Awas Penyakit Mythomania

Suka berbohong merupakan gejala sebuah penyakit yang bernama mythomania. Ini ciri-cirinya.

Di dunia ini, tentunya tidak ada orang yang suka dibohongi, terlebih jika tindakan berbohong tersebut menyebabkan kerugian. Perlu diketahui juga bahwa kecenderungan berbohong terus-menerus bisa jadi tanda dari gangguan kejiwaan!

Ya, suka berbohong ternyata bisa menjadi pertanda adanya penyakit mythomania. Mari kenali lebih jauh mengenai gangguan suka berbohong ini.

Apa Itu Mythomania?

Awalnya, penyakit suka berbohong ini ditemukan oleh psikiater asal Jerman yang bernama Anton Delbrueck di tahun 1983. Pada saat itu, ia memberikan nama pseudologia fantastica kepada sekelompok pasien yang suka berbohong dan menyertakan khayalan pada cerita mereka.

Pseudologia fantastica atau mythomania adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kebiasaan suka berbohong. Umumnya, penderita tidak bisa mengendalikan kondisi yang dialaminya. Dengan kata lain, kebiasaan berbohong tersebut sulit dihentikan, sekalipun penderita ingin menghentikannya.

Di samping itu, penderita juga kerap melakukan kebohongan tanpa alasan dan tujuan yang jelas. Alhasil, orang yang mengalami kondisi ini tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarga, kekasih, ataupun teman.

Penyakit suka berbohong ini diduga terjadi akibat kelainan otak bagian korteks prefrontal, yang merupakan area otak untuk pengambilan keputusan dan tingkah laku.

Ada beberapa penyebab yang memungkinkan penyakit mythomania bisa terjadi, di antaranya:

  • Kegagalan dalam hidup, misalnya masalah keluarga, pertemanan, percintaan, pendidikan, dan lain-lain.
  • Rendahnya harga diri. Hal ini terkait dengan penderita yang tidak bisa menerima kondisi dirinya sendiri.
  • Kurangnya kasih sayang.

Artikel Lainnya: Sering Berbohong? Waspada Penyakit Ini

1 dari 3 halaman

Apa Saja Ciri-cirinya?

Meskipun kebiasaan berbohong identik dengan penyakit ini, nyatanya tidak semuanya merupakan mythomania syndrome. Terdapat berbagai tanda khas yang ada pada penderita. Berikut adalah beberapa tanda penderita mythomania:

  1. Penderita gangguan ini hanya hanya mengetahui satu hal, yaitu bagaimana untuk membuat sebuah kebohongan. Apa pun situasi yang mereka hadapi, mereka cenderung berbohong.
  2. Penderita juga suka menciptakan zona nyaman untuk diri mereka sendiri dengan membuat kisah dan cerita karangan.
  3. Biasanya orang dengan gangguan ini menyukai perhatian dan bisa berbuat apa saja dengan kebohongan mereka untuk mendapatkannya. Orang-orang ini sadar akan fakta bahwa kebohongan dan tipuan membuat mereka mendapat perhatian sehingga mereka mencari perlindungan dalam kebohongan sepanjang waktu.

Artikel Lainnya: Jangan Mau Jadi Korban, Kenali 2 Tipe Pembohong Ini

  1. Penderita juga memiliki persepsi yang tajam sehingga jarang tertangkap berbohong. Jika mereka merasa akan ditangkap, mereka merancang cerita lain untuk menutupi kebohongan mereka.
  2. Penderita menggabungkan fakta dan fantasi dalam kebohongannya. Oleh karena itu, penyakit suka berbohong ini paling ekstrem dibandingkan dengan jenis kebohongan patologis yang lain.
  3. Penderita juga cenderung menikmati kebohongan yang mereka lakukan.

Artikel Lainnya: Berbohong Bisa Pengaruhi Kesehatan, Apa Alasannya?

2 dari 3 halaman

Adakah Cara untuk Mengatasi Mythomania?

Berita baiknya, mythomania bisa disembuhkan. Namun, cara menyembuhkan mythomania bukanlah menggunakan obat-obatan, melainkan psikoterapi atau terapi oleh psikolog/psikiater untuk membantu seseorang memahami dan mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

Saat menjalani proses terapi, umumnya dibutuhkan waktu hampir satu tahun agar penderita benar-benar sembuh dari penyakit suka berbohong ini.

Penderita biasanya tidak menyadari kondisinya dan bisa saja membohongi psikiater atau psikolog. Di sinilah peran orang-orang terdekat diperlukan untuk menangani riwayat kesehatannya.

Mengejutkan, bukan? Jadi, suka berbohong tak selalu merupakan hal yang wajar. Bila Anda merasa memiliki kebiasaan ini dan tidak bisa dikendalikan, mungkin mythomania adalah penyebabnya. Jangan tunda untuk segera bawa diri ke psikolog atau psikiater terdekat.

Anda juga bisa berkonsultasi kepada dokter kami mengenai kebiasaan sering berbohong yang bisa saja menjadi tanda gangguan ini. Unduh aplikasi KlikDokter untuk bertanya langsung kepada dokter. Semoga bermanfaat!

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar