Sukses

Kiat Mudah agar Janin Tetap Sehat

Tentunya, ibu ingin janin dalam kondisi sehat hingga persalinan. Ini tujuh kiat agar janin sehat selama di kandungan.

Menjaga janin tetap sehat adalah hal penting yang harus dilakukan oleh setiap ibu hamil. Karena nantinya, hal ini akan memengaruhi tumbuh kembang anak hingga ia beranjak dewasa.

Sejatinya, kesehatan anak diperoleh sejak ia masih berada dalam kandungan. Lalu, apa yang dapat dilakukan ibu agar janin selalu sehat hingga persalinan?

 

1 dari 2 halaman

Menjaga Kesehatan Janin

Kesehatan ibu hamil akan memengaruhi kesehatan janinnya pula. Jika ibu sakit dan kurang makan, janin juga dapat mengalami hal yang sama. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan.

1. Penuhi Kebutuhan Kalori Harian

Jumlah asupan yang Anda konsumsi sangat memengaruhi nutrisi janin. Karena itu, singkirkan niat untuk diet atau menghindari peningkatan berat badan selama hamil. Jika memang berat badan Anda meningkat pesat saat hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Malas Makan, Apa Pengaruhnya pada Janin?

2. Ingat Pentingnya Asam Folat

Asam folat berfungsi untuk menunjang pembentukan sel-sel dan sistem saraf. Jika kebutuhan asam folat tidak terpenuhi, risiko cacat bawaan pada janin akan lebih besar. Selain asam folat yang didapat dari suplemen, asam folat juga bisa Anda temukan pada sayuran hijau dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, dan alpukat.

3. Perhatikan Asupan Zat Besi

Selama hamil, kebutuhan zat besi meningkat untuk pembentukan sel darah merah dan plasenta. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan zat besi harian Anda terpenuhi dengan mengonsumsi daging, sayur, dan buah-buahan.

Jika perlu, Anda juga bisa konsumsi suplemen zat besi. Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko perdarahan saat proses kelahiran dan berat badan bayi lahir rendah.

4. Tingkatkan Asupan Kalsium dan Vitamin D

Kalsium sangat diperlukan untuk pembentukan gigi, tulang, hati, saraf, dan otot janin. Sedangkan, vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Karena itu, pastikan kebutuhan kalsium dan vitamin D Anda terpenuhi, ya.

Artikel Lainnya: Apa yang Terjadi Bila Ibu Hamil Tak Minum Susu?

5. Jangan Lupakan Yodium

Kekurangan yodium selama hamil dapat menghambat perkembangan fisik dan mental bayi (hipotiroidisme). Karena itu, pastikan kebutuhan yodium harian selama hamil tercukupi.

Yodium bisa Anda temukan pada ikan tuna dan sarden, bayam, serta susu. Jika perlu, Anda juga bisa mendapatkan yodium dari suplemen.

6. Hindari Rokok dan Minuman Alkohol

Rokok dan alkohol terbukti sangat berbahaya bagi janin. Untuk menghindari dampak buruknya, jauhkan diri Anda dari dua hal ini.

7. Jaga Berat Badan

Selama kehamilan bukan berarti Anda bisa makan sepuasnya dan tak memperhatikan kenaikan berat badan. Normalnya, wanita hamil akan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11-16 kg, namun kenaikan ini ditentukan dari IMT (indeks massa tubuh) awal sebelum hamil.

Peningkatan berat badan yang berlebihan saat hamil dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional. Diabetes dalam kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan berlebih (> 4000 gram), hipoglikemia pada bayi, dan kelahiran prematur.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Kehamilan Normal dan Tidak Normal

8. Rutin Berolahraga

Tidak jarang, ibu hamil mengalami rasa mudah lelah. Hal ini sering kali membuat ibu malas untuk bergerak dan berolahraga.

Padahal berolahraga saat kehamilan memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan kualitas tidur, mengurangi keluhan nyeri pinggang, melatih pernapasan, menjaga berat badan tetap stabil, serta menurunkan risiko terjadinya preeklampsia dan diabetes gestasional.

9. Minum Air Putih yang Cukup

Dalam menjaga kesehatan janin, ibu hamil juga memerlukan asupan air putih yang cukup. Air putih tak hanya mencegah dehidrasi dan melancarkan saluran pencernaan, tetapi juga melancarkan aliran darah dari ibu ke janin melalui plasenta.

Mengonsumsi air putih yang cukup dapat membantu menyalurkan nutrisi ke plasenta dan mencukupi kebutuhan cairan ketuban pada bayi.

10. Istirahat

Semakin bertambahnya usia kehamilan, mungkin Anda cenderung sulit tidur pada malam hari karena keluhan nyeri pinggang maupun sesak napas. Hal ini sangat wajar terjadi, namun Anda bisa menyiasatinya dengan tetap istirahat dan tidur siang agar jumlah jam tidur terpenuhi.

Saat Anda istirahat cukup, janin dalam kandungan Anda akan berkembang dengan baik. Namun, jika Anda tidak mencukupi kebutuhan tidur, maka meningkatkan risiko untuk mengalami preeklampsia.

11. Hindari Stres

Kunci agar janin tetap sehat adalah Ibu yang bahagia. Hindari stres karena selain dapat memengaruhi kesehatan Anda, juga bisa mengganggu perkembangan janin.

Jika Anda merasa sedih atau kesal, sebaiknya ceritakan pada pasangan, keluarga, atau psikolog bila perlu. Memendam perasaan terlalu lama dapat meningkatkan risiko depresi. Selain itu, sempatkan diri untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, misalnya menonton film, menyulam, dan lain sebagainya.

Selain kiat-kiat di atas, jangan lupa untuk cek kehamilan rutin ke dokter. Pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan untuk memantau perkembangan janin dan kesehatan ibu. Apabila selama pemeriksaan rutin ditemukan hal yang tidak sesuai, maka dokter bisa mempersiapkan tindakan ataupun melakukan terapi sejak dini.

Ingat, agar janin tetap sehat, kesehatan ibu hamil juga harus dijaga dengan baik dan benar, ya. Jika ini merupakan kehamilan pertama Anda dan membutuhkan informasi seputar kesehatan ibu hamil, silakan tanyakan pada dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar