Sukses

Penanganan untuk Hepatitis B dan C

Hepatitis B dan C merupakan penyakit yang sama-sama menyerang organ hati. Tapi, apakah penanganannya sama atau berbeda? Baca lebih lanjut di sini.

Hepatitis merupakan penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Virus hepatitis yang paling banyak menyerang manusia adalah virus hepatitis A, virus hepatitis B, dan virus hepatitis C.

Gejalanya pun dapat bermacam-macam tergantung jenis gangguan hati yang dialami. Begitu juga dengan jenis pengobatan yang akan dilakukan, tergantung kepada jenis gangguan hati yang diderita. 

Jika Anda tidak sengaja terekspos virus hepatitis B, misalnya terciprat darah atau cairan tubuh lainnya dari orang yang positif hepatitis B, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pencegahan penularan. Untuk membantu Anda agar tidak terinfeksi, dapat diberikan vaksin hepatitis B dan dosis tambahan beberapa bulan setelahnya untuk memaksimalkan kekuatan.

Hepatitis B immunoglobulin diberikan untuk melawan virus hepatitis B. Vaksin ini lebih efektif jika diberikan dalam waktu 48 jam setelah terpapar virus hepatitis B. Namun, untuk hepatitis C sampai saat ini belum diketahui vaksinnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengobatan hepatitis B akut yang terpenting adalah istirahat dan nutrisi yang seimbang. Bila ditemukan gejala muntah dan diare, maka harus diberikan cairan pengganti yang mencukupi agar tidak terjadi dehidrasi.

Sementara itu, hpatitis B kronik dapat diobati dengan obat-obatan seperti obat antivirus. Pengobatan ini dapat mencegah komplikasi yang mungkin terjadi seperti sirosis dan kanker hati.

WHO merekomendasikan penggunaan oral obat tenofovir dan entecavir. Kedua obat ini merupakan obat yang efektif untuk menekan aktivitas virus hepatitis B. Obat ini jarang menimbulkan resistensi dibandingkan obat lainnya. Meskipun demikian, pengobatan tersebut tidak ditujukan untuk menyembuhkan, tetapi untuk menekan aktivitas virus karena virus ini akan selamanya berada di dalam tubuh.

Pengobatan menggunakan interferon injeksi dapat dipertimbangkan pada beberapa pasien.  Jika kerusakan hati yang terjadi sudah sangat hebat, satu-satunya jalan yang dapat diambil ialah dengan melakukan transplantasi hati.

Sedangkan untuk hepatitis C, ribavirin dan interferon selama 48 minggu melalui suntikan merupakan pengobatan yang sangat dianjurkan. Belakangan ini telah berkembang obat antivirus yang disebut sebagai direct antiviral agents (DAA) yang lebih efektif dan aman. Terapi dengan DAA membutuhkan jangka waktu pengobatan yang lebih pendek, yaitu 12 minggu. Namun obat ini tergolong sangat mahal.  

0 Komentar

Belum ada komentar