Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jangan Bingung, Ini Langkah Pertama Mengatasi Anak Diare

Jangan Bingung, Ini Langkah Pertama Mengatasi Anak Diare

Anda adalah ibu muda yang sering bingung saat mengatasi anak diare? Tenang, ini langkah pertama yang bisa Anda lakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Selain demam, diare juga sering menyerang anak. Sayangnya, meski sudah jadi hal umum, masih ada sebagian ibu muda yang kebingungan untuk mengatasi anak diare. Apakah Anda salah satu yang demikian?

Tenang, jangan berkecil hati. Pertama-tama, Anda perlu tahu bahwa bayi yang masih menerima ASI eksklusif dikatakan diare jika dirinya buang air besar (BAB) sebanyak tiga hingga sepuluh kali dalam sehari.

Sedangkan, bayi yang sudah mulai MPASI maupun anak yang lebih besar lagi baru dikatakan diare jika BAB cair terjadi tiga kali atau lebih dalam sehari. Ini adalah hal dasar yang perlu Anda ketahui.

Tips mengatasi anak diare

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, diare pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi rotavirus yang tidak berbahaya. Hal yang membuatnya berbahaya adalah diare tersebut tidak segera diatasi sehingga menyebabkan dehidrasi.

Nah, agar diare pada anak tidak sampai memicu dehidrasi dan menyebabkan keluhan badan lemas, berikut tips yang bisa Anda terapkan.

  • Perhatikan tanda-tanda dehidrasi

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memerhatikan apakah sudah ada tanda-tanda dehidrasi pada anak atau belum.

Tanda-tanda dehidrasi itu sendiri, misalnya frekuensi buang air kecil menurun, tidak ada air mata saat menangis, mulut kering, tampak sangat kehausan dan terlihat sangat lemas.

  • Jangan lupakan oralit

Dikatakan dr. Fiona, oralit dapat diberikan pada anak yang sedang mengalami dehidrasi ringan, menolak makanan biasa atau muntah dan/atau diare. Kendati demikian, oralit mesti diberikan sedikit demi sedikit menggunakan sendok.

“Berikan 50 mL/kg selama 3–4 jam atau kurang lebih 5 mL setiap 1–2 menit. Untuk anak dengan berat badan 10 kilogram, ini setara dengan 500 mL. Gunakan sendok atau gelas takar agar sesuai,” kata dr. Fiona.

  • Tetap berikan makan dan minum

Anggapan bahwa perut mesti diistirahatkan alias puasa selama diare ternyata kurang tepat.

“Makanan tidak perlu dibatasi dan tetap diberikan seperti biasanya. Anda bisa memberikannya dalam porsi kecil namun lebih sering, agar anak lebih nyaman,” jelas dr. Fiona. 

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah nasi, kentang, roti, gandum, daging tanpa lemak dan yoghurt. Hindari makanan berlemak tinggi, karena lebih sulit diserap dan bisa bikin keluhan semakin buruk.

Untuk minuman, sebaiknya fokus saja pada ASI, susu sapi, air putih dan oralit. Meski sama-sama cairan, jangan berikan teh, sports drink, apa lagi soda. Sebab, minuman-minuman ‘jahat’ tersebut tinggi kandungan gula dan memiliki kadar mineral yang tidak cocok dengan kondisi diare.

  • Berikan sirop atau tablet zink selama 10 hari berturut-turut

Zink merupakan salah satu elemen penting dalam penyembuhan diare. Pemberian sirop atau tablet zink selama 10 hari berturut-turut terbukti dapat memperpendek durasi diare dan mencegah kekambuhanya.

Zink diberikan satu kali sehari dengan dosis 10 miligram pada bayi di bawah enam bulan dan 20 miligram apabila usianya telah menginjak enam bulan atau lebih.

  • Jangan berikan antibiotik atau obat diare tanpa anjuran dokter

Banyak obat diare yang dapat dibeli secara bebas. Namun, sebaiknya, jangan berikan obat tersebut sebelum Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal yang ditakutkan, obat tersebut tidak cocok dengan kondisi pencernaan si Kecil dan justru bikin kondisi makin buruk. 

Hal yang sama berlaku untuk antibiotik. Obat jenis ini tidak boleh diberikan di luar pengawasan dokter apapun alasannya. Mengonsumsi antibiotik sembarangan atau tanpa anjuran dokter, akan membuat si Kecil mengalami resistensi antibiotik. Jika ingin memberikan obat, sekalian saja Anda memeriksakan anak diare ke dokter. 

Anak yang sakit memang ampuh membuat orang tua khawatir dan bingung. Namun, dengan melakukan langkah pertama mengatasi anak diare seperti yang telah dipaparkan, risiko si Kecil mengalami dehidrasi atau kondisi yang lebih parah bisa dihindari.

Satu lagi pesan dr. Fiona, Anda sebaiknya tidak membawa anak yang sedang diare ke kolam renang apabila dirinya belum benar-benar sembuh. Anda tidak ingin mengalami hal-hal merugikan sekaligus memalukan gara-gara tindakan tersebut, bukan? Itulah beberapa cara mengatasi diare pada anak. Ikuti, ya!

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar