Sukses

Meninjau Lebih Dekat Soal Pedofilia

Ketika menonton saluran berita di televisi, kita sering kali dibuat terhenyak dengan munculnya berbagai kasus pedofilia di Indonesia. Yuk, kita ketahui lebih jauh mengenai penyimpangan seksual ini.

Pedofilia digolongkan sebagai suatu ketertarikan seksual yang tidak alamiah. Seorang pedofil memiliki fantasi, ketertarikan atau keinginan melakukan aktivitas seksual dengan anak di bawah umur (prapubertas).

Aktivitas seksual tersebut beragam mulai dari hanya melihat, menelanjangkan, menyentuh kelamin hingga melakukan aktivitas seksual dengan anak tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang sering menjadi pertanyaan banyak orang mengenai pedofilia:

Apakah seorang pedofil selalu tertarik pada anak laki-laki?

Tidak. Seorang pedofil dapat tertarik pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Seorang pedofil kebanyakan adalah pria, walaupun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada wanita.

Tak hanya pada anak-anak, pedofil dapat memiliki ketertarikan seksual pada orang dewasa serta memiliki hubungan dengan orang dewasa layaknya orang pada umumnya.

Bagaimana mengategorikan seseorang itu pedofil?

Jika Anda memiliki pasangan yang berusia jauh lebih muda dari Anda bukan serta-merta Anda dikategorikan sebagai pedofil. Seorang pedofil memiliki fantasi seksual, hasrat seksual, perilaku atau keinginan melakukan aktivitas seksual yang berulang dengan anak usia prapubertas (di bawah 13 tahun) selama kurun waktu setidaknya 6 bulan.

Kelainan ini kerap membuat orang tersebut mengalami tekanan, stres, merasa bersalah, cemas, menyendiri, serta gangguan pada pekerjaan atau hubungan sosial dengan orang lain. Sering kali sulit untuk mendiagnosis seseorang itu pedofil, karena mereka tidak menyadarinya dan jarang ada yang berobat ke psikiater.

Apakah pedofilia termasuk kelainan mental?

Ya. American Psychiatric Association (APA) telah memasukkan pedofilia ke dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders sejak tahun 1968.

Bisakah pedofilia diobati?

Ya. Meskipun banyak ahli yang meragukannya, namun terapi dapat membantu seorang pedofil untuk mengontrol perasaannya, hasratnya, dan mengalihkan pikirannya dari aktivitas seksual.

Selain psikoterapi, biasanya akan diberikan juga obat-obatan atau terapi hormonal untuk mengurangi hasrat seksual. 

0 Komentar

Belum ada komentar