Sukses

Kepribadian Ganda di Dalam Tubuh Seseorang

Kepribadian ganda di dalam tubuh Jessica merupakan dugaan awal dari ayah Mirna, ayah dari korban kopi sianida. Sebenarnya, bagaimana seseorang bisa memiliki kepribadian ganda? Berikut ulasannya.

Bukan tanpa alasan, Edi Darmawan Salihin, ayah dari Wayan Mirna Salihin – korban pembunuhan di Cafe Olivier – menduga bahwa Jessica mengidap penyakit kejiwaan.

Jessica – sahabat Mirna yang merupakan tersangka pembunuhan – bersikap tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Jessica tidak menangis, dan juga tidak merasa tertekan seperti Hani – teman mereka yang bersama-sama berada di Cafe Olivier saat pembunuhan terjadi. Setelah sejumlah bukti dan saksi yang memberatkan, akhirnya polisi menjebloskan Jessica ke penjara, namun Jessica masih tak bergeming sedikitpun.

Jessica tidak merasa bersalah dan mengatakan bahwa ia tidak membunuh Mirna. Saking tenangnya pembawaan Jessica, bahkan setelah disodori fakta bahwa dirinya telah membunuh sahabatnya. Hal ini membuat ayah Mirna memiliki dugaan bahwa Jessica memiliki kepribadian ganda.

Kepribadian ganda, apa itu?

Kepribadian ganda merupakan suatu kelainan jiwa (psikis) di mana terdapat dua atau lebih kepribadian di dalam satu tubuh. Karakter tersebut bisa sangat berbeda sama sekali.

Misalnya, karakter utama dan sebenarnya adalah seorang wanita berusia 27 tahun yang pemalu dan lemah lembut. Kepribadian lainnya, atau disebut sebagai alter ego, bisa merupakan seorang wanita berusia 35 tahun yang sifatnya kejam, penuh dengan kekerasan, pendendam, dan mampu melakukan pembunuhan.

Kepribadian ini begitu terpisah, sehingga “karakter lain” tersebut dapat pula merupakan orang dengan jenis kelamin dan usia yang sangat berbeda. Misalnya, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Dalam satu tubuh bisa terdapat belasan hingga puluhan kepribadian yang berbeda.

Kepribadian ganda ini saling terpisah-pisah, sehingga mereka umumnya tidak memiliki memori (ingatan) yang dimiliki oleh karakter-karakter lainnya di dalam tubuh yang sama. Kebiasaan dan perilakunya pun sangat berbeda. Anda akan mengira bahwa Anda berhadapan dengan aktris peraih Oscar, karena tingkahnya sangat berbeda, jika bertemu dengan orang yang mengidap kepribadian ganda ini.

Ayah Mirna menduga bahwa “kepribadian jahat” Jessica-lah yang membunuh Mirna, sementara “Jessica yang asli” tidak tahu-menahu serta menampilkan pembawaan tenang dan mati-matian mengaku tidak bersalah.

Diagnosis kepribadian ganda ini haruslah dipastikan terlebih dahulu oleh dokter spesialis jiwa (psikiater). Jika memang Jessica positif mengidap kepribadian ganda, ia bisa-bisa lolos dari palu hukum walaupun terbukti membunuh Mirna.

Kepribadian ganda, apa penyebabnya?

Para ahli menduga bahwa kepribadian ganda ini disebabkan oleh trauma hebat yang dialami di masa kecil. Trauma tersebut umumnya disebabkan oleh sesuatu yang ekstrim, terjadi berulang-ulang, dan membekas di ingatan sang anak. Trauma dapat berupa kekerasan terhadap fisik, seksual, maupun emosional.

Sebenarnya, timbulnya berbagai kepribadian lain di dalam tubuh seseorang merupakan mekanisme yang dibentuk oleh orang tersebut untuk “mengobati” trauma di masa lalu. Hanya saja, caranya salah dan berlebihan.

Kita tentu pernah berandai-andai dan mengkhayal, bagaimana seandainya jika kita menjadi orang kaya, sukses, terkenal, memiliki pasangan dan anak yang sempurna, dengan kehidupan yang bahagia, tanpa kesusahan atau pun kesedihan di dalamnya.

Semua orang berhak berkhayal. Namun, kita tidak lantas terjebak di dalam khayalan kita. Kita masih dapat membedakan mana khayalan dan kenyataan, serta tidak hanyut di dalam khayalan tersebut. Orang yang memiliki kepribadian ganda ini adalah orang yang gagal untuk keluar dari khayalan tersebut.

Jikalau seorang anak memiliki ayah yang sifatnya pemarah dan suka memukul ibu dan dirinya, anak tersebut bisa saja menyimpan kesedihan dan kebencian yang mendalam, dan berharap ia adalah seorang laki-laki dewasa yang mampu membalas perlakuan ayahnya tersebut.

Kepribadian ganda, apakah bisa disembuhkan?

Meskipun tidak ada terapi pasti yang dapat menyembuhkan kepribadian ganda ini, terapi psikiatri jangka panjang dapat dilakukan untuk mengendalikan kepribadian-kepribadian lainnya agar tidak muncul dan mengganggu kehidupan sang pemilik tubuh aslinya.

Namun demikian, terapi psikiatri jangka panjang ini memerlukan waktu yang lama dan komitmen penuh dari pasien, serta dukungan dari keluarga agar memperolah hasil yang memuaskan.

0 Komentar

Belum ada komentar