HomeInfo SehatPernapasanPenyebab Hidung Tersumbat tapi Tidak Pilek
Pernapasan

Penyebab Hidung Tersumbat tapi Tidak Pilek

dr. Nabila Viera Yovita, 06 Jan 2022

Tahukah kamu, hidung tersumbat bisa terjadi walaupun sedang tidak pilek! Apa saja penyebab hidung tersumbat tapi tidak pilek? Yuk, simak di sini.

Penyebab Hidung Tersumbat tapi Tidak Pilek

Hidung tersumbat tapi tidak pilek nyatanya juga dapat terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh apa pun yang mampu menyebabkan iritasi hingga peradangan pada jaringan di dalam hidung. 

Terkadang, penyebab hidung tersumbat tapi tidak pilek bisa berasal dari iritan seperti asap dari rokok atau knalpot. 

Apa saja penyebab hidung sering tersumbat padahal tidak pilek? Berikut ulasannya:

1. Sinusitis Akut

Ketika mengalami sinusitis akut, rongga-rongga sinus di dalam dan dekat hidung akan mengalami peradangan dan bengkak. 

Hal ini mengganggu saluran pembuangannya dan menyebabkan lendir menumpuk. Akibatnya, kamu akan merasa sulit bernapas melalui hidung.

Artikel Lainnya: Atasi Hidung Mampet dengan Minyak Esensial

2. Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis terjadi ketika kondisi sinusitis akut berlangsung selama tiga bulan atau lebih, meski sudah diobati. 

Sinusitis menjadi kronis karena adanya infeksi, tumbuhnya polip di hidung, atau karena lapisan pada sinus membengkak.

3. Alergi

Ketika sistem daya tahan tubuh bereaksi terhadap benda asing seperti serbuk sari, racun lebah, bulu hewan peliharaan, maupun makanan, lalu terbentuk antibodi, di situlah terjadi serangkaian proses alergi

Keparahan alergi dapat bervariasi pada setiap orang, dan bisa bersifat ringan hingga syok anafilaksis. 

Ketika hidung tersumbat, waspadalah akan gejala alergi yang mungkin sekali semakin berat. Segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

4. Influenza

Influenza juga merupakan suatu infeksi akibat virus yang menyerang sistem pernapasan meliputi hidung, paru-paru, dan tenggorokan. Untuk sebagian besar orang, flu akan sembuh sendiri. 

Namun, terkadang komplikasinya mengenai beberapa golongan rentan seperti balita, lansia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronis ataupun obesitas, dan memiliki sistem daya tahan tubuh kurang baik.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Hidung Bayi yang Tersumbat

5. Alkohol

Tidak semua orang dapat mengonsumsi alkohol dengan nyaman. Intoleransi terhadap alkohol mampu menyebabkan reaksi langsung dan terasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya. 

Salah satu gejalanya adalah hidung tersumbat dan kulit memerah (flushing). Hal ini disebabkan kondisi yang diwariskan oleh orangtua, yang mana tubuh tidak mampu memecah alkohol secara efisien.

6. Tulang Hidung Bengkok

Ketika dinding tipis yang memisahkan kedua rongga hidung sedikit lebih dominan berada pada salah satu sisi rongga hidung, umumnya akan menyebabkan salah satu rongga hidung menjadi lebih kecil. 

Ketika tulang hidung yang bengkok ini cukup signifikan, akan mampu memblokir salah satu rongga hidung dan mengurangi aliran udara. Akibatnya, muncul rasa hidung tersumbat dan sulit bernapas.

7. Rinitis Non-Alergi

Rinitis atau peradangan pada lapisan dalam hidung yang bukan disebabkan oleh alergi menyebabkan bersin terus-menerus atau hidung selalu beringus tanpa sebab jelas. 

Beberapa pemicunya dapat berupa bau tertentu, iritan di udara, perubahan cuaca, beberapa obat, makanan tertentu, atau kondisi medis kronis tertentu.

Artikel Lainnya: Pilek Tak Kunjung Sembuh, Awas Sinusitis!

8. Polip Hidung

Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan yang bersifat lunak, tidak nyeri, dan tidak ganas pada lapisan di hidung atau sinus. Tampilannya seperti tetesan air atau anggur. 

Polip tumbuh akibat adanya peradangan kronis yang berhubungan dengan asma, infeksi berulang, alergi, sensitivitas terhadap obat tertentu, atau penyakit autoimun

Ketika polip hidung membesar, akan memblokir saluran pernapasan atas dan menyebabkan hidung tersumbat.

9. Asma Akibat Lingkungan Kerja

Beberapa orang dapat sensitif terhadap asap kimiawi, gas, debu, dan zat lainnya di lingkungan kerja tertentu. Mereka bisa mengalami suatu respons daya tahan tubuh yang menyebabkan asma okupasional.

Beberapa gejalanya antara lain hidung tersumbat, dada terasa kencang, mengi, dan sesak napas.

10. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang berpotensi menyebabkan henti dan mulainya nafas kembali ketika tidur di malam hari. Salah satu faktor yang dapat memperberat obstructive sleep apnea adalah hidung yang tersumbat. 

Apabila mengalami kesulitan bernapas melalui hidung karena masalah anatomi seperti tulang hidung bengkak atau akibat alergi, kamu akan cenderung lebih mudah mengalami obstructive sleep apnea

Ketahuilah beberapa sebab yang dapat menyebabkan hidung sering tersumbat meski tidak pilek. 

Apabila gejala tidak berkurang dan semakin memberat setelah seminggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Gunakan Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi lebih cepat dan mudah.

(FR/AYU)

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses 2021. Nasal congestion.

Mayo Clinic. Diakses 2021. Occupational asthma.

Artikel Terkait

Lihat Semua
Lima Faktor Penyebab Emfisema

Lima Faktor Penyebab Emfisema

Pernapasan23 Jul 2022

Emfisema merupakan penyakit kronis akibat kerusakan alveolus. Ketahui lima faktor penyebab emfisema lewat ulasan di bawah ini. 

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Penderita Paru-Paru Basah

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Penderita Paru-Paru Basah

Pernapasan20 Jul 2022

Penderita penyakit paru-paru basah tidak boleh sembarang konsumsi makanan. Ketahui daftar makanan yang dilarang lewat artikel berikut!

Mengenal Bronkopneumonia, Penyakit Infeksi Paru-Paru yang Berbahaya

Mengenal Bronkopneumonia, Penyakit Infeksi Paru-Paru yang Berbahaya

Pernapasan25 Jun 2022

Bronkopneumonia terjadi akibat alveoli paru-paru mengalami infeksi. Waspada, penyakit ini bisa berdampak fatal apabila tak segera ditangani!

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert