Pernapasan

Pilek Tak Kunjung Sembuh, Awas Sinusitis!

dr. Theresia Rina Yunita, 05 Jul 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tahukah Anda bahwa pilek yang tak kunjung sembuh bisa menjadi pertanda dari penyakit sinusitis? Cari tahu faktanya di sini.

Pilek Tak Kunjung Sembuh, Awas Sinusitis!

Pilek dengan gejala hidung meler atau tersumbat merupakan suatu keadaan yang kerap dianggap remeh. Itu karena keluhan tersebut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, pada beberapa kasus, pilek dapat berlangsung kronis dan penderitanya tak kunjung sembuh dari waktu ke waktu. Bila keadaannya seperti ini, penyakit yang Anda alami mungkin bukan pilek, melainkan sinusitis.

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan dinding sinus, yang merupakan rongga kosong pada tulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), belakang rongga hidung (sphenoid), serta antara hidung dan mata (ethmoid). Keadaan ini terjadi saat sinus mengalami sumbatan dan berisi cairan, sehingga kuman berbahaya lebih mudah menginfeksi.

Sinus itu sendiri berfungsi untuk memproduksi mukus di hidung sebagai penyaring kuman, alergen, dan benda asing yang masuk ke dalam saluran napas. Mukus biasanya berwarna bening, lengket, dan tebal. Pada kasus sinusitis, mukus tersebut keluar terus-menerus sehingga tampak seperti pilek atau meler. Mukus dapat berubah menjadi warna kehijauan, lebih pekat, dan berbau menyengat.

Artikel Lainnya: Atasi Sakit Kepala Akibat Sinus dengan 6 Cara Rumahan

1 dari 2

Dampak Gejala Penyakit Sinusitis

Selain keadaan mukus yang berubah, sinusitis juga umumnya menyebabkan gejala atau ciri-ciri sinus berupa:

  • Hidung tersumbat
  • Rasa sakit atau adanya tekanan di daerah dahi, pipi maupun tengah hidung (di antara mata)
  • Napas berbau
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Berkurangnya daya pengecap dan penciuman
  • Demam
  • Sakit tenggorokan

Jika Anda mengalami pilek tak kunjung sembuh dengan gejala-gejala seperti di atas, jangan tunda untuk berobat ke dokter. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan pemeriksaan lengkap, termasuk rhinoskopi untuk melihat kelainan yang ada di dalam hidung, rontgen sinus, ataupun pemeriksaan cairan mukus.

Setelah dinyatakan positif sinusitis, dokter mungkin akan memberikan antibiotik dengan jenis dan dosis yang sesuai, antihistamin, serta dekongestan semprot. Pada beberapa kasus, misalnya sinus berulang atau kelainan anatomi hidung, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk melakukan tindakan operasi.

Artikel Lainnya: Haruskah Dioperasi Jika Punya Sinusitis?

2 dari 2

Faktor Risiko Sinusitis

Seseorang lebih rentan mengalami sinusitis bila dirinya memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Rhinitis alergi

Rhinitis Alergi memiliki gejala yang mirip, bahkan sering terjadi bersamaan dengan sinusitis. Bedanya, bentuk mukus akibat alergi berwarna bening, tidak kental, disertai bersin, namun tidak ada keluhan lain seperti demam ataupun nyeri pada wajah.

  • Infeksi gigi

Infeksi gigi dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman hingga ke rongga sinus. Hal ini karena hidung dan mulut merupakan suatu kesatuan yang saling terhubung satu sama lain.

  • Genetik

Tulang hidung yang bengkok atau kelainan pada tulang di rongga hidung jenis lain dapat meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.

Bila Anda merasa memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, jangan tunda untuk segera menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Namun, bila sinusitis dengan gejala pilek tak kunjung sembuh sudah terlanjur terjadi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi langsung pada dokter. Anda tak ingin tiba-tiba meler di saat-saat penting, bukan?

[NB/RVS]

Sinus
Sinusitis
Pilek
Alergi