Pernapasan

Penyebab Batuk Tak Kunjung Sembuh yang Mesti Diwaspadai

Tri Yuniwati Lestari, 05 Mar 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Batuk yang tak kunjung sembuh dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa penyebab batuk yang lama sembuhnya? Cari tahu selengkapnya lewat fakta berikut ini!

Penyebab Batuk Tak Kunjung Sembuh yang Mesti Diwaspadai

Batuk merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran udara dari iritan. Meski begitu, keluhan ini tetap bisa mengganggu aktivitas, apalagi jika terjadi terus-menerus.

Menurut dr. Devia Irine Putri, medis mengklasifikasikan batuk menjadi 3 jenis yang berbeda, yaitu akut, subakut, dan kronis. Setiap jenisnya berhubungan dengan berapa lama batuk sembuh.

Pada batuk akut, keluhan ini terjadi selama kurang dari 3 minggu. Sedangkan, batuk subakut terjadi selama 3–8 minggu. Sementara itu, batuk kronis terjadi selama 8 minggu atau lebih lama dari itu.

Lantas, apa penyebab batuk yang lama sembuhnya? Berikut ini penjelasannya untuk Anda:

1. Flu Biasa

Flu biasa atau common cold (selesma) adalah penyakit saluran pernapasan yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. 

Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan batuk selama lebih dari 2 minggu. Selain itu, flu juga bisa menyebabkan gejala lain sebagai berikut:

  • Sakit tenggorokan yang berlangsung sekitar 8 hari.
  • Sakit kepala yang berlangsung antara 9-10 hari.
  • Hidung tersumbat atau berair yang bisa bertahan lebih dari 2 minggu.

Semua gejala di atas bisa berlangsung lebih cepat atau lama, tergantung dengan kondisi kesehatan penderita dan pengobatan yang diberikan. 

Artikel Lainnya: Kenali Perbedaan Batuk TBC dan Batuk Biasa

1 dari 3

2. Influenza

Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama serupa. Virus tersebut menyerang tenggorokan, hidung, serta paru-paru, dan dapat menyebar ke orang lain melalui droplet.

Influenza dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti demam, nyeri otot, dan sakit tenggorokan selama 3–7 hari.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini juga bisa mencetuskan gejala batuk selama lebih dari 2 minggu.

3. Bronkitis

Bronkitis adalah penyakit infeksi akibat peradangan pada area bronkus di paru-paru. Penyakit ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu bronkitis akut dan kronis.

Pada bronkitis akut, penderita dapat mengalami batuk-batuk selama kurang lebih 3 minggu. Sementara itu, pada bronkitis kronis, penderita dapat mengalami batuk selama 3 bulan dalam setahun dan terjadi 2 tahun berturut-turut.

Artikel Lainnya: Kiat Atasi Batuk Berdahak pada Bayi

2 dari 3

4. COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus corona alias SARS-CoV-2. Penyakit ini masih terus diteliti hingga kini. 

Namun, beberapa temuan menyebut bahwa gejala khas dari virus corona adalah batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman.

Dalam beberapa kasus, COVID-19 juga dapat menyebabkan gejala batuk kering selama 2–3 minggu. Bahkan, tak sedikit pula pasien yang mengalami batuk selama beberapa bulan lamanya. 

5. Batuk Rejan

Batuk rejan atau pertusis dapat menyebabkan batuk terus-menerus yang memburuk di malam hari. Keluhan ini biasanya berlangsung selama 4 minggu. 

Setelah melewati periode tersebut, batuk biasanya akan mulai berkurang dan tidak terlalu parah. Meski begitu, kebanyakan orang yang mengalami batuk rejan butuh beberapa bulan sampai keluhan benar-benar hilang.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Obat untuk Swamedikasi Batuk Selama Pandemi

3 dari 3

6. Croup

Croup adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang umumnya menyerang anak usia 6 bulan sampai 3 tahun. 

Kondisi ini dapat menyebabkan batuk berulang yang terdengar seperti gonggongan. Keluhan tersebut mungkin akan terdengar lebih buruk di malam hari. 

Gejala lain dari croup, yaitu demam, pilek, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat. Sebagian besar kasus croup dapat sembuh dengan sendirinya dalam 3–4 hari. 

Anda perlu mengajak anak berobat ke dokter apabila gejalanya tidak kunjung membaik atau berlangsung terus-menerus.

7. Alergi

Penderita alergi bisa mengalami batuk-batuk apabila terpapar oleh alergen, seperti debu, serbuk sari dan bulu hewan.

Batuk yang berhubungan dengan alergi biasanya akan segera hilang setelah penderita membersihkan saluran pernapasan dan tidak lagi berkontak dengan alergen.

Apabila Anda mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, sebaiknya jangan tunda untuk berobat ke dokter. Hal ini guna menegakkan diagnosis dan mengetahui pengobatan yang paling tepat agar keluhan bisa segera sembuh.

Jika ingin berkonsultasi kepada dokter secara daring, Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

Referensi: 

  • Medical News Today. Diakses 2022. How long coughs usually last and when to contact a doctor.
  • Healthline. Diakses 2022. When to See a Doctor About Your Cough.
  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Cough.
  • Wawancara dr. Devia Irine Putri.

 

pernapasan
Batuk-batuk