HomeInfo SehatGigi Mulut8 Bahaya Jika Gigi Bungsu yang Tumbuh Miring Tidak Dicabut
Gigi Mulut

8 Bahaya Jika Gigi Bungsu yang Tumbuh Miring Tidak Dicabut

drg.Callista Argentina, 05 Des 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Punya gigi bungsu yang tumbuh miring? Pertimbangkan untuk segera mencabutnya jika tidak ingin mengalami beberapa dampak berikut.

8 Bahaya Jika Gigi Bungsu yang Tumbuh Miring Tidak Dicabut

Gigi bungsu adalah gigi geraham yang paling terakhir tumbuh. Biasanya gigi bungsu mulai tumbuh menginjak usia 17-21 tahun ke atas. 

Tidak semua orang memiliki bentuk gigi bungsu yang normal seperti gigi lainnya. Kebanyakan orang memiliki kondisi gigi bungsu tumbuh miring atau bahkan terpendam di dalam tulang rahang (impaksi gigi).

Kondisi tersebut terkadang membutuhkan perawatan khusus hingga pencabutan. Jika dibiarkan, ada efek samping gigi geraham tumbuh miring yang bisa dialami.

Berikut ini beberapa efek samping gigi bungsu tumbuh miring:

1. Karies Gigi

Karies bisa terjadi pada semua jenis gigi. Karies timbul karena adanya sisa makanan dan bakteri yang melekat pada permukaan gigi. Akhirnya, semakin lama permukaan gigi digerogoti oleh bakteri tersebut.

Permukaan gigi yang sulit atau jarang terkena pembersihan rentan terhadap kejadian karies. Jika sisa makanan menempel di permukaan tersebut, risiko karies gigi juga semakin tinggi.

Gigi bungsu tumbuh miring dan gigi impaksi yang dibiarkan merupakan hal yang berbahaya. Karena, kondisi ini akan menimbulkan efek gigi yang berjejal dengan gigi sebelahnya. 

Kondisi itu memudahkan sisa makanan menempel dan sulit dibersihkan. Akibatnya, masalah karies pun dapat timbul. Jika tidak ingin mengalami karies gigi, perhatikan kebersihan gigi bungsu kamu, ya.

Artikel lainnya: Serba-serbi Kista pada Gigi Geraham Bungsu

2. Gingivitis

Bahaya gigi tumbuh miring lainnya adalah risiko gingivitis atau radang gusi.

Gingivitis disebabkan oleh karang gigi yang tidak dibersihkan, sehingga menjadi radang di antara gusi dan gigi. 

Gejala yang dapat muncul akibat penyakit ini berupa gusi berdarah dan pembengkakan gusi ketika menyikat gigi.

Seperti halnya penyebab karies, posisi gigi bungsu yang tumbuh miring juga meningkatkan risiko karang gigi. Lokasi yang sulit dijangkau membuatnya sulit dibersihkan.

Jika kamu memang merasa gigi bungsu tidak dapat dijangkau dengan baik oleh sikat gigi, sebaiknya segera ganti dengan kepala sikat yang lebih kecil sehingga dapat menjangkau area gigi bungsu dengan maksimal.

3. Perikoronitis

Perikoronitis adalah peradangan di sekeliling mahkota gigi. Berbeda dengan gingivitis yang terjadi di leher gigi antara gigi dan gusi, perikoronitis terjadi pada gusi yang menutupi permukaan gigi akibat posisi tumbuh yang tidak sempurna.

Bahaya gigi bungsu tumbuh miring adalah mempermudah sisa makanan masuk ke lipatan gigi dan gusi. Selain sisa makanan, bakteri juga mudah berkembang biak pada lokasi tersebut.

Orang yang mengalami perikoronitis akan mengeluhkan rasa sakit terutama ketika mengunyah. 

Perawatan yang sebaiknya dilakukan jika mengalami perikoronitis yaitu pemberian antibiotik atau antiinflamasi jika diperlukan. Kemudian, tindakan operkulektomi atau pemotongan gusi yang menutupi permukaan gigi (operkulum) bisa menjadi opsi.

Dengan begitu, diharapkan sisa makanan tidak akan kembali terjebak dengan mudah di dalam lipatan operkulum.

Artikel lainnya: Solusi untuk Gigi Geraham Bungsu yang Sakit

4. Infeksi Gigi

Infeksi gigi akan terjadi pada semua gigi yang telah dimasuki oleh bakteri. Kondisi ini termasuk salah satu bahaya gigi tumbuh miring. Jika bakteri yang menempel semakin banyak, maka infeksi juga akan semakin mudah terjadi. 

Gigi bungsu tumbuh miring bisa menyebabkan gigi geraham ke-2 atau molar ke-2 terkena karies gigi dan berlubang. 

Lubang gigi akan menjadi pintu masuk utama dan tempat menempelnya bakteri sebelum akhirnya masuk ke saluran akar dan berkembang di ujung akar.

Bakteri yang sudah menumpuk di ujung akar akan menyebabkan infeksi bakteri. Infeksi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit berdenyut dan mengganggu tidur malam. Jika dibiarkan, kondisi tersebut akan menimbulkan abses atau bernanah.

Gigi abses dan bengkak dapat menandakan gigi sudah tidak vital lagi. Pada kasus ini, perawatan yang dianjurkan berupa perawatan saluran akar gigi. 

Namun, jika kerusakan sangat berat, maka bisa dilakukan tindakan pencabutan gigi bungsu dan gigi molar ke-2.

5. Sakit Kepala dan Migrain

Migrain Menyerang Saat Nonton Piala Dunia? Atasi dengan Ini! (9nong/Shutterstock)

Bahaya gigi impaksi yang dibiarkan atau tidak dicabut adalah sakit kepala dalam jangka waktu lama. Banyak kasus terjadi ketika orang yang sakit kepala memeriksakan kondisinya, namun tidak menemukan penyebab sakit kepala pada umumnya. 

Setelah ditelusuri lagi, tidak jarang kasus sakit kepala justru diakibatkan oleh posisi gigi bungsu miring dan gigi yang terkena infeksi.

Pertumbuhan gigi bungsu, terutama pada gigi atas, dapat menyebabkan tekanan pada sinus rahang atas. Penambahan tekanan dan ketegangan otot di sekitar gigi bungsu dapat menyebabkan migrain atau memperburuk migrain yang sudah ada.

Tanda migrain adalah sakit kepala berdenyut yang terjadi berulang, disertai mual atau muntah, sensitif terhadap cahaya, bau, dan suara tertentu, serta rasa sakit di satu atau kedua sisi kepala. 

Artikel lainnya: Mengapa Sakit Gigi Bisa Memicu Sakit Kepala?

6. Sinusitis 

Efek samping gigi bungsu tumbuh miring berikutnya adalah sinusitis. Gigi bungsu atas terletak dekat dengan rongga sinus. Pertumbuhan gigi bungsu akan menyebabkan tekanan ke rongga sinus, sehingga rongga akan menyempit. 

Jika terjadi impaksi gigi bungsu atas atau tumbuhnya miring, maka posisi akar gigi bisa masuk ke rongga sinus. 

Jika terjadi infeksi dan abses pada gigi impaksi tersebut, maka perlu segera dilakukan tindakan supaya infeksinya tidak menyebar ke rongga sinus yang menyebabkan sinusitis dan rasa sakit. 

Gejala sinusitis adalah rasa sakit di sekitar pipi dan mata, sakit telinga, sakit kepala yang berdenyut di sekitar alis, dan hidung tersumbat.

7. Gigi Goyang

Menurut penelitian pada jurnal Science Progress, pasien usia 30-50 tahun mengalami gigi molar kedua goyang akibat gigi bungsu tumbuh miring atau impaksi. 

Hal itu terjadi karena gigi bungsu yang tumbuh miring horizontal merusak akar gigi molar kedua. Akibatnya, terjadi kerusakan dan peradangan pada jaringan periodontal gigi molar kedua. 

Artikel lainnya: Inilah Penyebab Gigi Goyang yang Jarang Disadari

8. Bengkak

Efek samping lainnya pada gigi impaksi yang dibiarkan adalah pembengkakan. Pada jurnal Case Reports in Dentistry, terdapat pasien usia lanjut yang memiliki kesulitan membuka mulut, pipi bengkak, serta gusi kemerahan dan terasa sakit. Ternyata, ia memiliki gigi bungsu impaksi yang tidak dirawat. 

#JagaSehatmu dan jangan biarkan sakit gigi mengganggu aktivitas! Jika tumbuh gigi bungsu yang abnormal bahkan menimbulkan nyeri, segera berkonsultasi ke dokter gigi.

Gunakan layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi langsung dengan dokter gigi lebih cepat.

(FR/JKT)

Gingivitisinfeksi gigiGigi Bungsu

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter