HomeIbu Dan anakKesehatan AnakSaat Anak Diare, Kapan Harus ke Dokter?
Kesehatan Anak

Saat Anak Diare, Kapan Harus ke Dokter?

Dian Afrillia, 25 Jan 2023

Ditinjau oleh dr. Arina Heidyana

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ada beberapa kondisi diare pada anak yang berbahaya dan harus dibawa ke dokter. Kapan harus ke dokter bila anak diare? Simak jawabannya di sini.

Saat Anak Diare, Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua mana yang tidak panik ketika anaknya terkena diare. Bila tidak ditangani dengan benar, diare dapat membahayakan kesehatan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mencermati gejala-gejala yang terjadi pada anak saat diare.

Diare merupakan perubahan konsistensi buang air besar, di mana feses menjadi lebih cair dan frekuensinya menjadi lebih sering. Biasanya anak buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari. 

Sering kali diare diikuti gejala lain, seperti demam, mual, muntah, nyeri perut, dan dehidrasi. Penyebab diare tersering pada anak ialah infeksi virus. 

Selain itu, ada hal-hal lain yang dapat memicu diare, seperti infeksi bakteri, parasit, malnutrisi, antibiotik, keracunan makanan, alergi makanan, penyakit radang usus, penyakit celiac, dan penyakit Crohn.

Lalu, kalau anak diare kapan harus ke dokter? Ikuti tips berikut ini. 

Artikel Lainnya: Anak Diare, Haruskah Diberi Antibiotik? 

Tanda Diare pada Anak yang Harus Diperiksakan ke Dokter

Ibu, Lakukan Ini Bila Anak Anda Diare (MIA Studio/Shutterstock)

Biasanya diare akan sembuh dalam beberapa hari, tetapi bisa juga menimbulkan komplikasi. 

Kapan harus ke dokter bila anak diare? Segera bawa anak ke dokter bila menemukan gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Terlihat sakit berat
  • Diare lebih dari tiga hari
  • Usia di bawah enam bulan
  • Muntah darah 
  • Muntah berwarna hijau atau kuning
  • Muntah lebih dari dua kali sehari dan tidak ada cairan yang bisa masuk
  • Demam lebih dari 40 derajat Celsius atau lebih dari 38 derajat Celsius pada anak berusia di bawah 6 bulan
  • BAB bercampur darah
  • Nyeri perut selama dua jam
  • Dehidrasi ringan-sedang (haus terus-menerus, tidak BAK dalam enam jam pada bayi, tidak BAK dalam 12 jam pada anak-anak, mata cekung, tidak aktif, dan mulut kering)
  • Dehidrasi berat (rewel, mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis, tidak mau minum, lemas atau tidak sadarkan diri, sedikit atau tidak BAK, dan BAK berwarna gelap)

Artikel Lainnya: 10 Obat Diare Anak yang Alami dan Ampuh

Apa Bahayanya Jika Terlambat Dibawa ke Dokter?


Saat Anak Diare, Kapan Harus ke Dokter?

Anak yang mengalami diare dan tak kunjung sembuh harus segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika terlambat diobati, komplikasi terbesar dari diare adalah dehidrasi

Pada kondisi dehidrasi ringan, anak bisa kehilangan cairan. Namun, dehidrasi sedang atau berat bisa memberi tekanan pada jantung dan paru-paru.

“Bahayanya anak bisa jatuh ke dehidrasi derajat berat yang menyebabkan dehidrasi parah dan sulit ditangani, bahkan bisa mengancam nyawa,” kata dr. Arina Heidyana.

Menurut keterangan dokter Arina, beberapa gejala yang bisa menyebabkan kematian pada anak akibat diare parah dan dehidrasi berat, yaitu anak tampak lesu, malas minum, mata cekung, turgor kulit (tingkat kelenturan kulit) kembali sangat lambat, dan urine yang keluar sedikit. 

Artikel Lainnya: Anak Diare Disertai Demam, Kapan Harus ke Dokter?

Nah, kini kamu sudah tahu gejala diare pada anak. Jika kondisi diare tak kunjung membaik atau disertai demam, lendir, darah, atau nanah, segeralah periksa ke dokter agar dapat memperoleh terapi yang tepat.

Apabila kamu masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Mari #JagaSehatmu selalu!

(JKT)

Kesehatan AnakDiare

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter