Sukses

Pengertian

Inkontinensia tinja (bowel/ fecal incontinence) adalah gangguan buang air besar (BAB), di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk mengendalikan proses pembuangan lewat anus. Akibatnya terjadi buang air besar (BAB) tanpa disadari atau diinginkan.

Variasi penyakit ini berbeda-beda pada tiap individu. Ada yang merasakan hasrat ingin BAB yang sangat intens dan tiba-tiba terjadi BAB karena tidak sempat pergi ke toilet. Ada yang langsung BAB ketika hanya buang angin (kentut).

Inkontinensia tinja dapat terjadi pada siapa saja. Meski demikian, kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia dan wanita.

Penyebab

Inkontinensia tinja adalah gejala dari masalah medis yang melatari gangguan tersebut. Kebanyakan kasus disebabkan oleh diare, konstipasi (BAB sulit dan tidak teratur), atau melemahnya otot yang mengatur pembukaan anus.

Penyebab lain yang juga diduga memicu inkontinensia tinja termasuk trauma, hemorrhoid, stroke, diabetes, multiple sclerosis, demensia, dan kanker usus. Gejala ini juga sering dialami oleh wanita yang baru melahirkan.

 Inkontinensia Tinja

Gejala

Mereka yang mengalami inkontinensia tinja umumnya sulit mengendalikan proses buang air besar (BAB). Akibatnya, sering kali BAB terjadi tidak di tempat yang sewajarnya di toilet.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis inkontinensia tinja, dokter akan mencari tahu tentang pola gejala serta hal-hal lain yang berhubungan, misalnya seputar pola makan. Pemeriksaan fiisk terhadap daerah anus juga biasanya diperlukan.

Sedangkan pemeriksaan penunjang lain yang juga dapat dilakukan seperti:

  • kultur tinja
  • sinar X dengan barium enema
  • tes darah
  • electromyography
  • USG

Pengobatan

Mereka dengan inkontinensia tinja masih dapat mempertahankan fungsi buang air besar (BAB) secara normal jika ditangani dengan benar. Pengobatan tergantung pada penyebab dan keparahan gejala tersebut.

Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Mengubah gaya hidup dan pola makan untuk mengobati konstipasi atau diare
  • Melakukan program latihan untuk memperkuat otot pengendali usus
  • Minum obat-obatan untuk mengendalikan konstipasi dan diare
  • Penggunaan produk inkontinensia seperti pad atau bantalan
  • Pembedahan seperti sphincteroplasty, stimulasi saraf sakral, kolostomi

Pencegahan

Beberapa penyebab dari inkontinensia tinja seperti umur, trauma, kondisi medis memang tidak dapat dihindari. Namun, Anda dapat menurunkan risiko dengan menjaga pergerakan usus secara teratur, antara lain lewat makanan sehat tinggi serat. Juga dengan jalan menjaga otot panggul agar tetap kuat lewat latihan seperti Kegel.