Sukses

5 Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Hidung

Agar tidak salah kaprah dan percaya yang tidak-tidak tentang organ penciuman, berikut ini adalah fakta dan mitos seputar kesehatan hidung.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu mitos yang paling banyak beredar adalah tentang kesehatan, tak terkecuali seputar organ penciuman. Agar tak salah kaprah, mari ketahui beberapa fakta dan mitos seputar kesehatan hidung berikut ini.

Berikut ini adalah sederet fakta dan mitos terkait kesehatan hidung yang terlanjur berkembang di masyarakat.

  1. Menjepit hidung bisa bikin hidung mancung

Percayalah, ini cuma mitos!

Jadi, upaya Anda menjepit hidung agar lebih mancung sia-sia. Tak usah tergiur untuk membeli penjepit hidung jenis apa pun, termasuk bila dipopulerkan oleh influencer kesayangan.

Hidung merupakan bagian paling menonjol dari wajah dan bagian yang paling rentan terkena trauma. Hidung juga disangga oleh tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak. Nah, yang perlu diperhatikan adalah, penjepit hidung akan memengaruhi, bahkan merusak fungsi rongga hidung. Jika Anda terlalu sering menjepit hidung, tulang rawan malah berisiko mengalami penyatuan.

“Bentukan tulang rawan akan menyatu, sehingga rongga akan terlalu sempit. Bentuknya akan menjadi tidak proporsional dan menimbulkan keluhan, seperti hidung tersumbat terus-menerus,” seperti diutarakan oleh dr. Yadita Wira Pasra, Sp.THT-KL, kepada KlikDokter.

  1. Mimisan tidak berbahaya

Lagi-lagi, ini hanya mitos!

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, mimisan adalah istilah awam yang digunakan saat terdapat darah yang keluar dari hidung.

Keluarnya darah tersebut terjadi ketika pembuluh darah yang terdapat dalam rongga hidung pecah. Meski memang jarang mengindikasikan masalah kesehatan serius, tetapi terkadang mimisan juga dapat menandakan penyakit serius.

“Bila mimisan sering berulang dan terjadi lebih dari 8-10 menit, perlu dicurigai adanya penyakit kronis seperti cystic fibrosis atau gangguan pembekuan darah (hemofilia),” ungkap dr. Fiona.

Selain itu, penyakit yang juga perlu diwaspadai termasuk kanker darah (leukemia), polip hidung, penyakit autoimun, hingga penyakit jantung bawaan.

Jadi, apabila mimisan terlalu sering terjadi, padahal Anda tidak sedang berada di area dengan suhu udara yang ekstrem, tidak kelelahan, dan tidak terbentur sesuatu, lebih baik periksa ke dokter.

  1. Mata dan hidung tidak berhubungan

Ini juga termasuk kepercayaan yang salah.

Faktanya, saluran air mata berhubungan dengan hidung. Ini bisa dibuktikan ketika Anda menangis, produksi air mata juga akan membuat hidung berair. Tak hanya itu, hidung mampet pun juga akan menyebabkan mata berair.

Jadi, itulah alasan kenapa saat menangis atau saat rhinitis alergi sedang kambuh, baik mata maupun hidung akan sama-sama mengeluarkan cairan.

  1. Bisul bisa tumbuh di dalam hidung

Nah, kalau ini adalah fakta!

Pada organ penciuman tersebut, terdapat bagian vestibulum dan rongga hidung. Area vestibulum memiliki folikel rambut dan kelenjar minyak, seperti kulit di bagian luar. Di area vestibulum itulah bisul bisa terjadi.

  1. Mengupil dapat menyebabkan kematian

Mungkin sebagian dari Anda menganggapnya konyol, tetapi ini fakta, lo!

Mengupil adalah kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang. Namun, kenyataannya, mengupil secara berlebihan, apalagi dengan kuku kotor dan panjang, dapat menimbulkan infeksi.

Apabila infeksi tak ditangani dengan baik hingga menyebabkan trombosis (penggumpalan darah) yang serius, sampai mengganggu aliran darah ke otak, bukan tak mungkin penderitanya akan mengalami koma, bahkan kematian.

Jadi mulai sekarang, mengupil jangan sampai berlebihan. Mengupil sampai terlalu dalam, apalagi dengan keadaan kuku jari panjang dan kotor, diam-diam punya potensi bahaya. Apalagi untuk penderita diabetes, apalagi mengupil sampai menyebabkan luka, luka tersebut akan sulit sembuh dan dapat menimbulkan komplikasi.

Dengan penjelasan fakta dan mitos seputar kesehatan hidung di atas, jangan lagi salah kaprah, ya! Jagalah kesehatan dan kebersihan hidung dengan mencucinya secara berkala. Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter spesialis THT tentang cara mencuci hidung yang aman.

(RN/RPA)

1 Komentar