Sukses

Tips Hamil Sehat di Usia 40 Tahun

Hamil di usia 40 mungkin tidak semudah usia 20-an, tapi bukan berarti Anda tak bisa mempersiapkannya dengan baik.

Klikdokter.com, Jakarta Hamil pada usia berapa pun memiliki keuntungan dan risikonya masing-masing, termasuk saat mengandung di usia 40 tahun. Berdasarkan penelitian Royal College of Obstetricians and Gynecologyst, kehamilan di usia 40 tahun lebih berisiko mengalami keguguran, janin dengan kelainan bawaan, tekanan darah tinggi pada kehamilan, dan risiko komplikasi persalinan yang lebih tinggi.

Risiko-risiko tersebut merupakan konsekuensi menurunnya kualitas sel telur atau sel sperma dan kondisi fisik calon ibu. Namun, ibu yang hamil pada usia 40 tahun tidak perlu terlalu khawatir. Beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama kehamilan, antara lain: 

1. Konsultasi pada dokter saat berencana untuk hamil

Dengan berkonsultasi pada dokter, calon ibu akan mengetahui kondisi kesehatan tubuh dan rahimnya. Apakah dapat menunjang pertumbuhan janin dengan baik atau tidak, atau apakah kehamilannya nanti berisiko membahayakan atau tidak. Calon ibu juga dapat memutuskan apakah dia akan melanjutkan program kehamilannya atau tidak.

Kalaupun tetap ingin melanjutkan program kehamilan, calon ibu dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai asupan nutrisi apa yang harus dipenuhinya, bagaimana tetap sehat selama hamil, dan bagaimana menghindari risiko komplikasi kesehatan dan kelainan pada janin yang mungkin terjadi.

2. Periksakan kehamilan secara rutin

Tak hanya penting untuk mengontrol kondisi kehamilan setiap saat. Dengan memeriksakan kehamilan secara rutin, ibu hamil dapat mengetahui jika ada hal-hal tidak normal yang terjadi supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Terapkan pola hidup sehat

Asupan nutrisi sehat dan seimbang penting bagi Ibu hamil agar tubuh mampu memenuhi keperluan nutrisi untuk perkembangan janin. Sehingga baik Ibu maupun janin tetap terjaga kesehatannya.

Selain asupan nutrisi, ibu hamil juga harus memperhatikan kenaikan berat badan bertahap selama kehamilan. Hal ini dilakukan untuk memastikan suplai nutrisi dan kalori memadai untuk pertumbuhan janin yang baik. Kenaikan berat badan yang normal pada ibu hamil bergantung pada indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil dan jumlah kehamilan (tunggal atau kembar).

Kenaikan berat badan berlebih selama hamil akan meningkatkan risiko diabetes gestasional, hipertensi, dan komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Berikut ini anjuran peningkatan berat badan selama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh:

IMT sebelum hamil IMT Total kenaikan berat badan (kg)  

Kenaikan BB pada

trimester 2 dan 3

(kisaran rata-rata/minggu)

 Underweight  < 18,5  13–18  0,5 kg–0,6 kg 
 Normal weight  18,5– 24,9  11,5–16  0,4 kg–0,5 kg 
 Overweight  25–29,9  7–11,5  0,2 kg–0,3 kg 
 Obese  >30   5–9  0,2 kg–0,3 kg 

American College of Obstetrics and Gynecology juga menyarankan ibu hamil melakukan olahraga minimal 150 menit per minggu. Durasi olahraga tersebut dapat dibagi menjadi 30 menit olahraga per hari selama lima hari dalam seminggu.

4. Deteksi dini kelainan janin

Untuk deteksi dini kelainan janin pada trimester 1, dapat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan darah atau bahkan pemeriksaan genetik fetal DNA yang lebih canggih. Diskusikan pilihan pemeriksaan yang dapat dilakukan, akurasi, keuntungan, dan kerugian masing-masing dengan dokter kandungan Anda.

  • Pemeriksaan ultrasonografi: skrining sindrom Down dengan pengukuran tebal kulit di bagian leher janin pada usia kehamilan 11-14 minggu kehamilan. Selain sindrom Down, ultrasonografi juga dapat mendeteksi kelainan janin lain, seperti kelainan bentuk kepala (anensefali).
  • Pemeriksaan darah: pemeriksaan ini dapat dikombinasikan dengan pemeriksaan ultrasonografi di atas untuk mendapatkan akurasi lebih tinggi dalam mendeteksi sindrom Down.
  • Pemeriksaan genetik fetal DNA (non-invasive prenatal testing/NIPT) adalah pemeriksaan untuk deteksi kelainan genetik janin dengan memeriksa fetal DNA yang ada dalam sirkulasi ibu. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada usia kehamilan >10 minggu.  

Hamil di usia 40 tak dimungkiri memang berisiko. Namun, risiko tersebut dapat ditekan dengan persiapan yang matang. Semoga kehamilan Anda sehat selalu sampai persalinan nanti.

 [RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar