Sukses

Makanan yang Dapat Memicu Sakit Maag

Ternyata gara-gara makanan, kita bisa jadi sakit maag. Sekalipun, kita tidak punya riwayat maag sebelumnya. Nah, supaya terhindar sakit maag, berikut makanan dan minuman yang WAJIB Anda cermati.

KlikDokter.com - Selain harus makan dengan teratur, penderita sakit maag juga tidak bisa makan seenaknya dengan sembarangan. Karena terdapat beberapa makanan yang dapat memicu sakit maag. Jika tidak menghindari makanan-makanan tersebut makan resiko yang terjadi adalah timbulnya sakit maag yang tentunya akan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Jika sudah begitu maka pekerjaan sehari-hari Anda akan terabaikan dan tentunya harus mengkonsumsi obat agar sakit maag cepat hilang.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki riwayat sakit maag, sebaiknya hindari makanan yang dapat memicu sakit maag berikut ini :

  • Makanan yang digoreng dan berlemak

Makanan yang digoreng dan berlemak akan sulit dicerna sehingga akan membuat lambung bekerja lebih ekstra. Hal tersebut dapat membuat pengosongan lambung lebih lama dan akan membuat produksi asam lebih meningkat lagi. Selain makanan yang  digoreng, makanan yang sulit dicerna lainnya contohnya adalah keju, cokelat, dan kue dengan krim.

  • Buah dan sayur yang menghasilkan gas

Beberapa buah dan sayur dapat menghasilkan yang berlebihan ketika dikonsumsi. Gas yang berlebihan tersebut akan membuat rasa penuh pada bagian perut. Contoh buah dan sayur yang menghasilkan gas setelah dikonsumsi adalah sawi, kol, kubis, nangka, pisang ambon, kedongdong, dan jenis buah yang dikeringkan.

  • Beberapa jenis karbohidrat

Terdapat beberapa makanan yang mengandung karbohidrat yang tidak baik bagi lambung. Contohnya adalah mi, bihun, pasta, singkong, talas, ubi, dan ketan.

Berikut makanan lainnya yang dapat memicu maag, selengkapnya di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Makanan yang Dapat Memicu Sakit Maag

Promag Ahlinya Lambung

  • Hindari makanan pedas dan asam

Saat makanan masuk kedalam lambung, maka secara natural lambung akan mengeluarkan asam HCl (asam klorida). Namun jika yang dikonsumsi adalah makanan yang pedas atau asam maka dapat membuat lambung mengeluarkan asam HCl yang semakin banyak. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada lapisan dalam lambung sehingga menyebabkan rasa perih. Oleh karena itu sebaiknya kurangi atau hindari konsumsi makanan pedas dan asam.

Makanan yang pedas dan asam dapat memicu lambung untuk mengeluarkan asam lambung lebih banyak lagi, hal ini juga dapat terjadi pada lambung yang kosong. Lambung yang lama kosong atau tidak diisi oleh makanan akan menghasilkan asam lambung yang juga bisa menyebabkan iritasi pada dinding lambung. Makanan yang pedas dan asam contohnya adalah cabai, merica, paprika, cuka, dan lainnya.

  • Berhenti merokok untuk mencegah terjadinya refluks

Merokok dapat melemahkan otot yang mengontrol ujung bawah kerongkongan (esofagus) dan memungkinkan asam dari lambung untuk naik kembali ke kerongkongan, dimana proses tersebut dikenal sebagai refluks.

Refluks menyebabkan gejala heartburn (sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan) dan dapat menyebabkan atau memperburuk tukak lambung dan juga kondisi peradangan usus. Selain itu, merokok juga merupakan faktor risiko terjadinya kanker lambung.

  • Hindari konsumsi minuman bersoda, kafein, dan alkohol

Kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, kafein dan alkohol yang berlebihan dapat mengganggu fungsi dari sistem pencernaan, dan menyebabkan masalah seperti meningkatkan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan sakit maag dan bisa juga terjadi heartburn. Selain itu minuman bersoda dan beralkohol juga dapat menghasilkan banyak gas yang akan menyebabkan rasa penuh pada perut. Jadi, ada baiknya jika menghindari minuman-minuman tersebut.

0 Komentar

Belum ada komentar