HomePsikologiKesehatan MentalJangan Galau, Ini Cara Menenangkan Hati dan Pikiran
Kesehatan Mental

Jangan Galau, Ini Cara Menenangkan Hati dan Pikiran

dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons, 27 Okt 2020

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Banyak pikiran sehingga hati dan pikiran kacau balau? Lakukan ini sebagai cara menenangkan pikiran dan hati agar tidak terus-menerus galau.

Jangan Galau, Ini Cara Menenangkan Hati dan Pikiran

Pikiran yang tenang akan membuat hidup lebih bahagia. Itulah sebabnya banyak orang yang merasa hidupnya terganggu ketika pikirannya bermasalah, atau dengan kata lain, stres. 

Lantas, harus bagaimana agar tidak stres? Adakah cara menenangkan pikiran dan hati agar tidak terus-menerus terjebak dalam kondisi gundah gulana, capek hati, pikiran, dan perasaan? 

Ada! Berikut ini beberapa cara yang bisa Kamu coba untuk menenangkan pikiran dan hati:

1. Atur Irama Napas

Cobalah atur napas Kamu untuk menciptakan ketenangan pikiran. Jika Kamu biasanya mengambil napas pendek dan cepat, cobalah untuk bernapas lebih lambat dan lebih dalam. 

Letakkan tangan di atas perut. Rasakan perut yang naik dan mengembang saat Kamu menarik udara, dan perut yang akan kembali kempis saat mengeluarkannya. Lakukan dengan rileks agar pikiran dan suasana hati Kamu bisa ikut tenang.

2. Olahraga

Hanya dengan 5 menit latihan aerobik seperti jalan cepat, pikiran Kamu bisa menjadi lebih rileks. 

Olahraga bisa melepaskan endorfin, yakni hormon yang tugasnya meningkatkan suasana hati, fokus, dan kualitas tidur. 

Itulah sebabnya, olahraga yang dilakukan secara rutin sangat baik untuk mewujudkan ketenangan pikiran dan suasana hati.

Artikel Lainnya: Dampak Sering Kesepian dan Galau bagi Kesehatan

3. Dengarkan Musik

Mendengarkan musik berarti mengurangi jumlah neuron yang terbakar di amygdala, yakni bagian otak yang merespons rasa takut. Itu sebabnya musik dapat menenangkan Kamu saat merasakan sakit.

Dengarkan musik baik-baik, nikmati irama dan liriknya. Semakin Kamu menghayati, semakin sedikit pula kemungkinan untuk memikirkan hal lain yang membebani pikiran.

4. Membantu Orang Lain

Melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain akan membuat Kamu merasakan sebuah kebahagiaan, menurunkan stres, dan mengurangi perasaan kesepian. 

Menolong orang lain dapat pula meningkatkan kesehatan jantung dan respons imun tubuh, lho. Dengan ini, daya tahan tubuh Kamu pun akan meningkat.

5. Membayangkan Tempat Favorit

Pikirkan tempat favorit, baik yang nyata atau sekadar imajinasi Kamu. Pilih tempat yang bisa membuat Kamu merasa tenang dan bahagia. 

Misalnya, suasana pantai saat matahari terbenam, kursi yang nyaman di depan perapian, atau aliran air di hutan. Fokuslah pada setiap detailnya. 

Rekaman audio suara air mengalir atau suara deburan ombak juga dapat membantu Kamu tenggelam dalam situasi yang nyaman sehingga pikiran dan suasana hati bisa ikut rileks.

Artikel Lainnya: Adakah Manfaat Sehat Mendengarkan Lagu Sedih?

6. Menikmati Alam

Alam dapat menjadi penenang hati. Menikmati alam dapat membuat pikiran lebih jernih serta merasa lebih santai dan segar. Otak bisa bekerja lebih mudah ketika berada di lingkungan yang lebih hijau, lho!

Faktanya, anak-anak dengan ADHD mampu berkonsentrasi lebih baik setelah 20 menit bermain di taman yang hijau. 

Tak hanya itu, menghabiskan waktu di luar ruangan juga dapat menurunkan detak jantung, tekanan darah, hormon stres, dan bahkan ketegangan otot.

7. Berkebun

Bukan sekadar menikmati berbagai variasi tanaman, berkebun juga bisa membuat pikiran tenang. 

Tanah itu sendiri memiliki mikroorganisme yang dapat membantu Kamu fokus dan memperbaiki suasana hati. Jadi, jangan ragu untuk memulai berkebun di rumah, ya!

Artikel Lainnya: Cara Melatih Otak Agar Mampu Berpikir Kreatif

8. Berkreasi Membuat Sesuatu

Kegiatan memasak, mewarnai, merajut, menjahit, dan membuat tembikar dapat menciptakan pikiran yang sibuk. 

Tindakan sederhana dan berulang-ulang, seperti menguleni adonan dapat pula membantu mengarahkan pikiran Kamu dan menghilangkan berbagai pikiran kacau dan buruk di kepala.

Dalam hal ini, biarkan batin Kamu yang bermain. Kuncinya adalah menikmati prosesnya dan tidak terlalu khawatir dengan hasil akhirnya.

9. Mengistirahatkan Pikiran

Merasa pikiran melaju kencang atau berputar-putar sehingga menyebabkan pusing? Cobalah untuk meregangkan badan, berjalan-jalan, atau mengobrol dengan teman tanpa memikirkan hal yang berat. 

Luangkan setidaknya 5 menit untuk mengisi ulang dan mengatur pikiran Kamu, agar lebih terpusat dan jernih.

10. Membaca Buku 

Membaca buku adalah salah satu cara merilekskan pikiran yang baik. Kegiatan ini membuat Kamu berusaha memfokuskan pikiran untuk mencerna isi buku tersebut. 

Sebuah studi pada tahun 2009 yang dilakukan oleh University of Sussex menemukan, membaca dapat mengurangi stres sampai dengan 68 persen. 

Faktanya, membaca dapat membawa imajinasi dan pikiran Kamu ke tempat lain, yang sekaligus memperkaya pengetahuan. 

Artikel Lainnya: Punya Pikiran Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

11. Meditasi 

Meditasi dapat membantu Kamu untuk menenangkan pikiran. Apabila dilakukan secara teratur, meditasi juga dapat membantu Kamu menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi pemicu stres

Sebuah studi yang meliputi 47 penelitian menunjukkan, meditasi dapat membantu masalah kecemasan, depresi, dan stres

12. Tidur Cukup

Kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Kurang tidur dapat menyebabkan energi turun, suasana hati menjadi negatif, dan kurangnya kemampuan berkonsentrasi. 

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam memiliki risiko depresi yang lebih tinggi. 

Atas dasar itu, usahakan untuk mencukupi waktu tidur setiap hari. Tidurlah di jam yang sama setiap harinya. 

Kamu juga dapat berdoa, membaca buku, atau meditasi sebelum tidur. Jauhkan gawai dan alat elektronik lain, agar kualitas tidur dapat optimal.

Lakukan cara menenangkan hati dan pikiran seperti yang telah dijelaskan dengan saksama. Dengan begitu, Kamu akan terhindar dari risiko stres hingga depresi, dan aktivitas pun tak akan terganggu.

Jika butuh saran lebih lanjut, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi pada psikolog atau dokter menggunakan layanan Live Chat 24 jam. Unduh juga aplikasi Klikdokter agar tidak ketinggalan fakta medis lainnya.

(NB/AYU)

kesehatan mental

Konsultasi Dokter Terkait