Sukses

Pengertian

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel tubuh mengabaikan atau menolak sinyal dari hormon insulin. Akibatnya tubuh tidak memberikan respons yang layak terhadap hormon ini.

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel beta dalam pankreas. Fungsi hormon ini adalah:

  • Insulin membantu sel otot, lemak, dan hati untuk menyerap glukosa dari peredaran darah, sehingga menurunkan kadar gula darah.
  • Insulin merangsang sel hati dan otot untuk menyimpan kelebihan glukosa. Glukosa akan disimpan dalam bentuk glikogen.
  • Insulin membantu menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan kadar produksi glukosa dalam hati.

Resistensi insulin akan meningkatkan risiko seseorang terkena pre-diabetes, yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan, 15 hingga 30 persen orang dengan pre-diabetes akan terkena diabetes dalam jangka waktu lima tahun. Selanjutnya, menurut American Heart Association (AHA), setengah dari penderita gula darah tinggi akan terkena diabetes dalam 10 tahun.

Penyakit Resistensi Insulin (Designer491/Shutterstock)

Penyebab

Penyebab pasti resistensi insulin belum diketahui. Kondisi ini dikaitkan dengan kondisi seseorang yang memiliki insulin dalam jumlah tinggi beredar dalam tubuh, memiliki penyimpanan lemak berlebih dalam hati dan pankreas, serta mengalami peradangan tinggi atau berkepanjangan.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kondisi ini sudah diidentifikasi. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • kelebihan berat badan

Obesitas, terutama kelebihan lemak pada area sekitar pinggang diperkirakan berhubungan dengan resistensi insulin. Seorang laki-laki dengan ukuran pinggang lebih dari 40 inci (101.6 cm) dan perempuan dengan pinggang lebih dari 35 inci (88.9) lebih berisiko mengalami resistensi insulin.

  • gaya hidup yang tidak aktif secara fisik/ sedenter

Otot yang aktif dan sering digunakan akan menggunakan glukosa yang disimpan dalam otot tersebut sebagai sumber energi. Selanjutnya, otot akan mengambil glukosa yang beredar dalam darah untuk menggantikan glukosa yang telah digunakan. Dengan demikian kadar gula darah terjaga stabil.

Studi membuktikan setelah berolahraga otot menjadi lebih sensitif terhadap insulin dan akan menurunkan kadar gula darah. Ini artinya, olahraga membantu otot menyimpan lebih banyak glukosa tanpa bantuan insulin.

  • tidak cukup tidur atau tidur tidak berkualitas

Studi menemukan bahwa permasalahan tidur, terutama sleep apnea, meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2. Seorang yang bekerja pada shift malam juga lebih berisiko untuk kondisi ini.

  • penggunaan obat tertentu (misalnya hormon, steroid, dan sebagainya) dalam dosis tinggi untuk jangka waktu lama.
  • stres kronis (baik fisikal maupun mental), memiliki penyakit tertentu (misalnya Cushing’s disease, Polycystic Ovary Syndrome/PCOS), memiliki kebiasaan merokok.

Diagnosis

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk menetapkan resistensi insulin. Umumnya pemeriksaan yang dilakukan berkaitan dengan diagnosis pre-diabetes dan diabetes.

Pemeriksaan yang dilakukan antara lain adalah pemeriksaan gula darah;

  • HBA1C (6.4 diabetes)
  • gula darah puasa (126 mg/dl diabetes)
  • gula darah 2 jam post prandial / 2JPP (200 mg/dl diabetes)

Gejala

Secara umum, resistensi insulin tidak akan memberikan gejala khusus. Tapi resistensi insulin bisa menunjukkan beberapa tanda, seperti:

  • acanthosis nigricans (bercak kehitaman pada leher belakang, siku, lutut, buku jari, dan ketiak)
  • gejala berkaitan gula darah tinggi, seperti mudah lelah, sering lapar dan haus, sulit konsentrasi
  • gejala berkaitan sindrom metabolik, seperti

o   trigliserida tinggi (≥150 mg/dl)

o   HDL rendah (di bawah 50 mg/dl untuk wanita dan 40 mg/dl untuk pria)

o   tekanan darah tinggi (lebih dari 130/85 mmHg)

Pengobatan

Karena tidak ada pemeriksaan dan gejala khusus yang menggambarkan resistensi insulin, sering kali orang hidup bertahun-tahun dalam kondisi ini tanpa menyadarinya. Perubahan gaya hidup menjadi kunci penting untuk mengubah kondisi resistensi insulin.

Hal tersebut nantinya juga bisa mencegah kondisi ini berkembang menjadi diabetes.

Pencegahan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah resistensi insulin, antara lain:

  • menurunkan berat badan berlebih
  • menerapkan gaya hidup aktif dan rutin berolahraga
  • menghindari pola makan tinggi kalori dan lemak
  • mengonsumsi vitamin D. Vitamin D dikaitkan dengan kemampuan tubuh mengontrol gula darah dengan lebih baik. Konsumsi vitamin D harian untuk orang berusia 1–70 tahun adalah 600 IU, dan mereka yang berusia lebih dari 71 sebaiknya konsumsi 800 IU vitamin D. Perbanyak pula paparan sinar matahari pagi yang kaya sumber vitamin D.
  • berhenti merokok
  • mengonsumsi obat (untuk gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan sebagainya) apabila sudah disarankan dokter
  • pastikan Anda memperoleh tidur cukup dan berkualitas