Diabetes

Mengenal Jenis-jenis Insulin untuk Pengobatan Diabetes

dr. Nadia Octavia, 31 Agu 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tahukah Anda terdapat beberapa jenis insulin untuk pengobatan diabetes di Indonesia. Apa saja itu?

Mengenal Jenis-jenis Insulin untuk Pengobatan Diabetes

Insulin adalah hormon alami yang berperan mengatur kadar gula darah (glukosa). Dalam kondisi sehat, insulin diproduksi oleh organ pankreas sesuai kebutuhan. 

Ketika kamu mengidap diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sehingga dibutuhkan insulin dari luar. Jika menderita diabetes tipe 2, pankreas mampu memproduksi insulin, tetapi tubuh tidak dapat menggunakannya secara efektif. Karenanya, pengidap diabetes membutuhkan injeksi insulin sintetis. 

Insulin sintetis adalah obat yang mengadaptasi cara kerja hormon insulin dalam tubuh manusia. Terdapat beberapa jenis insulin yang digunakan. Dokter akan meresepkan insulin bergantung dengan sejumlah faktor, seperti aktivitas pasien, usia, makanan yang dikonsumsi, seberapa baik pasien mengontrol kadar gula darah, dan kemampuan tubuh dalam menyerap insulin. 

Perbedaan tiap jenis insulin dapat dilihat dari seberapa cepat efeknya dalam menurunkan kadar gula darah, berapa lama bertahan di dalam tubuh, waktu puncak (fase paling optimal dalam menurunkan kadar glukosa), dan cara penggunaannya. 

Nah, apa saja jenis-jenis insulin untuk pengidap diabetes? Yuk, cari tahu.

1. Insulin Kerja Cepat

Insulin

Insulin kerja cepat atau rapid acting dapat menurunkan kadar gula darah dalam waktu 15 menit setelah digunakan. Setelah 1 jam, efek penurunan glukosa insulin kerja cepat terasa semakin jelas. Efek penurunan gula darah ini dapat bertahan selama 2-4 jam. 

Jenis insulin untuk diabetes ini biasanya diberikan sesaat sebelum makan. Sering kali, insulin rapid acting digunakan bersamaan dengan insulin kerja panjang. 

Artikel lainnya: Mana Lebih Baik, Suntik Insulin atau Obat Oral Diabetes?

2. Insulin Kerja Pendek 

Insulin kerja pendek atau short acting bekerja dalam waktu 30 menit. Puncak kerja insulin ini terjadi 2-3 jam usai digunakan. Efek insulin short acting dalam menurunkan gula darah bisa bertahan selama 3-6 jam. 

Jenis insulin ini biasanya diberikan 30-60 menit sebelum makan.

3. Insulin Kerja Menengah 

Insulin kerja menengah atau intermediate acting bekerja dalam waktu 2-4 jam. Diperlukan waktu sekitar 4-12 jam untuk pengidap diabetes benar-benar merasakan efek penurunan gula darah usai menyuntikkan insulin kerja menengah. Efek ini bisa bertahan selama 12-18 jam. 

Insulin intermediate acting lebih lambat diserap oleh tubuh. Biasanya, jenis insulin ini digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah saat tidak makan atau puasa. 

4. Insulin Kerja Panjang

Insulin kerja panjang atau long acting bekerja dalam waktu 2 jam dan tidak memiliki waktu puncak. Efek penurunan gula darah insulin kerja panjang dapat bertahan hingga 24 jam. 

Insulin jenis ini paling lambat diserap oleh tubuh. Biasanya, insulin long acting digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah seharian. Umumnya, insulin kerja panjang digunakan satu kali, misalnya sebelum tidur malam. 

5. Insulin Kerja Sangat Panjang

Benarkah Insulin Bisa Menyebabkan Kanker Payudara?

Insulin kerja sangat panjang atau ultra-long acting bekerja dalam waktu 6 jam. Jenis insulin ini juga tidak memiliki waktu puncak. Meski begitu, efek penurunan gula darah insulin kerja sangat panjang bisa bertahan hingga 36 jam atau lebih. 

Insulin jenis ini dapat mengendalikan kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. 

Artikel lainnya: Efek Samping Suntik Insulin Bagi Penderita Diabetes

6. Insulin Campuran

Insulin campuran alias premixed adalah insulin kombinasi dari insulin kerja menengah dan kerja pendek. Insulin campuran bekerja dalam waktu 5-60 menit. Waktu puncaknya pun bervariasi. 

Efek penurunan gula darah insulin campuran dapat bertahan selama 10-16 jam. Biasanya, insulin premixed diberikan 10-30 menit sebelum makan pagi dan makan malam. 

Nah, sekarang sudah tahu kan macam-macam jenis insulin untuk terapi pengobatan diabetes? Apabila kamu mengidap penyakit metabolik ini, konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk menentukan jenis dan dosis insulin yang digunakan. Biar lebih praktis, pakai fitur tanya dokter spesialis penyakit dalam di KlikDokter, aja!

#JagaSehatmu dengan tidak mengganti jenis insulin atau mengatur dosis insulin tanpa pengawasan dokter, ya! Update terus informasi lengkap seputar kesehatan terbaru di aplikasi KlikDokter.

(ADT/JKT)

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses 2022. Types of Insulin.

Insulin
Diabetes
Pengobatan Diabetes