Sukses

Pengertian Otitis Eksterna

Otitis eksterna adalah peradangan liang telinga bagian luar yang dapat disebabkan oleh bakteri, alergi, atau virus. Terdapat dua jenis otitis eksterna akut, yaitu:

  • Otitis eksterna sirkumskripta. Otitis eksterna sirkumskripta atau furunkel adalah peradangan liang telinga yang terjadi pada 1/3 liang telinga bagian luar. Kuman penyebabnya adalah Staphylococcus aureus atau Staphylococcus albus.
  • Otitis eksterna difus. Jika infeksi mengenai 2/3 liang telinga bagian dalam, maka disebut dengan otitis eksterna difus. Akan tampak kulit liang telinga kemerahan dan membengkak yang tidak jelas batasannya. Kuman penyebab pada otitis eksterna difus biasanya adalah bakteri golongan Pseudomonas.

Penyebab Otitis Eksterna

Terdapat banyak penyebab otitis eksterna. Salah satunya adalah bakteri seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas auruginosa, Haemophilus influenza, dan Escherichia coli. Selain itu, otitis eksterna dapat disebabkan oleh berbagai hal lain seperti alergi pemakaian obat tetes telinga.

Semakin lanjut umur penderita, maka mikroba penyebab gram negatif semakin berkurang. Sebaliknya, semakin muda umur penderita, maka infeksi mikroba gram positif semakin berkurang. Semakin lama infeksi, maka kuman mikroba gram negatif makin bertambah, sedangkan infeksi gram positif semakin berkurang.

Otitis Eksterna

Diagnosis Otitis Eksterna

Diagnosis otitis eskterna dapat ditentukan dari wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Penderita dapat mengeluhkan adanya rasa penuh pada telinga, gatal, timbul cairan pada telinga, dan telinga berbau busuk. Gejala lain yang dapat dikeluhkan pasien adalah adanya gangguan pendengaran, dan tinnitus.

Pada kasus yang berat, infeksi dapat menyebar ke jaringan yang berada di sekitar telinga, termasuk kelenjar parotis. Penyebaran infeksi dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan tulang, serta bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius seperti infeksi susunan saraf pusat.

Gejala   Otitis Eksterna

Terdapat beberapa gejala pada otitis eksterna. Rasa sakit pada telinga adalah gejala yang paling umum dikeluhkan. Nyeri telinga dapat terjadi karena adanya penekanan pada daerah tragus telinga.

Penderita juga dapat mengeluhkan adanya perasaan penuh di dalam telinga, perasaan nyeri seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut. Derajat rasa sakit lebih berat dibandingkan dengan derajat infeksi karena adanya pembengkakan dermis pada liang telinga. Bengkak ini dapat menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat.

Rasa gatal juga merupakan gejala klinis yang sangat sering terjadi dan merupakan pendahulu rasa sakit yang berkaitan dengan otitis eksterna akut. Gatal ini juga dapat disertai rasa penuh dan rasa tidak enak pada telinga.

Edema atau pembengkakan kulit liang telinga dan cairan telinga, baik yang sorous (bening) atau purulen (kental) bisa menyebabkan tuli konduktif dan gangguan pendengaran. Selain itu, kulit liang telinga/ keratin yang mengalami deskuamasi (pengelupasan), masuknya rambut, serumen, dan obat-obatan yang digunakan dapat menyebabkan sumbatan pada liang telinga.

Pada infeksi menahun dapat dijumpai adanya bau busuk dengan cairan telinga berwarna abu coklat.

Pengobatan Otitis Eksterna

Pengobatan otitis eksterna dimulai dengan pemberian antibiotik topikal (tetes atau salep) pada liang telinga. Apabila sudah terbentuk abses dengan kumpulan nanah, maka perlu dilakukan insisi atau pembedahan untuk mengeluarkan nanah dari liang telinga.

Jika kotoran tidak dikeluarkan, maka infeksi akan sulit ditangani. Kumpulan kotoran atau debris yang berakumulasi di liang telinga harus dikeluarkan, agar terjadi kontak langsung antara obat antibiotik dengan permukaan kulit. Pengobatan simptomatik untuk penghilang rasa sakit juga dapat diberikan.

Pencegahan  Otitis Eksterna

Edukasi merupakan langkah penting untuk mencegah berulangnya ostitis eksterna atau infeksi telinga bagian luar. Penderita dengan riwayat infeksi telinga disarankan untuk menghindari kontaminasi kulit liang telinga.

Tetes Etil alkohol (70%) atau bahan astringen (alumunium asetat) dapat menjadi upaya pencegahan dalam cuaca dengan kelembaban yang tinggi. Kulit kering membutuhkan pelembap untuk menghindari timbulnya garukan dan luka pada telinga. Bagi perenang dengan riwayat infeksi berulang, penggunaan pelindung telinga dianjurkan.