Masalah Gigi dan Mulut

Parotitis

dr. Marsita Ayu Lestari, 05 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Parotitis adalah peradangan pada kelenjar parotis (kelenjar ludah). Lalu, apakah gejalanya dan bagaimana penanganannya? Simak di sini.

Parotitis

Parotitis

Dokter Spesialis

Spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher

Gejala 

Bergantung pada penyebabnya

Faktor Risiko

Dehidrasi, malnutrisi, imunosupresi, kebersihan rongga mulut yang kurang baik, mengonsumsi alkohol, merokok, obat tertentu (antihistamin, antidepresan, antipsikotik)

Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang

Pengobatan 

Bergantung pada kondisi penderita dan penyebabnya

Obat

Bergantung pada kondisi penderita dan penyebabnya

Komplikasi

Meningoensefalitis, orkitis, limfoma, kelumpuhan wajah

Kapan harus ke dokter?

Terdapat gejala dan tanda parotitis

Pengertian Parotitis

Parotitis adalah peradangan pada kelenjar parotis. Kelenjar parotis merupakan kelenjar ludah yang terletak di sisi wajah, antara rahang dan telinga. Kelenjar ini berfungsi memproduksi air liur.

Epidemiologi penyakit parotitis cukup bervariasi, seperti parotitis bakteri akut yang sering ditemukan pada orang tua. Selain itu, terdapat istilah parotitis epidemika. Parotitis epidemika adalah peradangan kelenjar parotis yang disebabkan oleh infeksi virus dari genus Paramyxovirus. Kondisi ini lebih sering pada anak-anak.

Penyakit parotitis bisa menular dan menyerang segala usia. Secara umum, kondisi ini dapat sembuh spontan dan dapat diobati. Artikel ini akan membahas mengenai apa itu penyakit parotitis secara keseluruhan.

Penyebab Parotitis

Penyebab penyakit parotitis melibatkan berbagai kondisi yang menyebabkan peradangan di kelenjar parotis. Parotitis disebabkan oleh berbagai kondisi berikut:

1. Sialolithiasis

Sialolithiasis merupakan batu di saluran air liur yang menjadi sumbatan pada saluran tersebut.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri tersering adalah Staphylococcus aureus, yang berisiko sebagai penyebab parotitis bakteri akut. Selain itu, Mycobacterium tuberculosis dapat menjadi penyebab parotitis.

3. Infeksi virus

Parotitis sering terjadi pada mumps (gondongan). Gondongan dapat ditularkan melalui droplet (percikan liur) yang mengandung Paramyxovirus. Virus influenza, COVID-19, HIV (Human Immunodeficiency Virus), enterovirus, EBV (Epstein- Barr Virus), dan CMV (Cytomegalovirus) juga menyebabkan parotitis.

4. Infeksi jamur

Infeksi jamur Candida albicans juga sebagai penyebab parotitis.

5. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren dan artritis reumatoid dapat menyebabkan parotitis.

Artikel Lainnya: Leher Membesar? Ini Perbedaan Bengkak pada Kelenjar Getah Bening dan Tiroid

Gejala Parotitis

Gejala parotitis bergantung pada penyebabnya, seperti:

1. Parotitis virus akut (gondongan) 

  • Pembengkakan kelenjar parotis disertai nyeri
  • Umumnya bengkak di kedua sisi wajah
  • Nafsu makan berkurang
  • Demam

2. Parotitis bakteri akut

  • Pembengkakan kelenjar disertai nyeri yang progresif
  • Umumnya bengkak di satu sisi wajah

3. Parotitis HIV

  • pembengkakan kelenjar tidak disertai nyeri, umumnya tanpa gejala.

Faktor Risiko Parotitis

Berikut beberapa kondisi yang membuat seseorang rentan mengalami parotitis:

  • Dehidrasi
  • Malnutrisi
  • Imunosupresi
  • Kebersihan rongga mulut yang kurang baik
  • Mengonsumsi alkohol
  • Merokok
  • Obat tertentu (antihistamin, antidepresan, antipsikotik)

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Benjolan di Bawah Rahang yang Harus Diwaspadai

Diagnosis Parotitis

Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, kebiasaan (merokok, mengonsumsi alkohol, upaya menjaga kesehatan rongga mulut), penggunaan obat tertentu, faktor risiko, dan hal-hal terkait lainnya. Selanjutnya, dokter akan memeriksa tanda-tanda vital, pemeriksaan fisik umum dan lokal pada area yang abnormal.

Sedangkan, pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Adapun pemeriksaan penunjang yang dipertimbangkan, seperti:

1. Aspirasi pus (nanah)

Prosedur ini biasanya dilakukan pada kondisi parotitis supuratif akut. Selanjutnya, dilakukan pewarnaan Gram dan kultur.

2. Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium, seperti darah rutin, amilase, CRP (C-reactive protein), laju endap darah, dan lain-lain.

3. Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan, seperti CT-scan, MRI, dan USG untuk mengidentifikasi massa dan mengonfirmasi sialolithiasis.

4. Biopsi dengan jarum halus

Metode ini berguna untuk menentukan penyebab bengkak di kelenjar parotis.

Pengobatan Parotitis

Pengobatan parotitis bergantung pada kondisi penderita dan penyebabnya. Secara umum, cara mengatasi parotitis:

1. Terapi obat untuk meredakan gejala

Terapi yang biasanya dianjurkan adalah analgesik dan antipiretik. Pada beberapa kondisi, seperti sialolithiasis, tindakan kompres hangat dan pijat pada kelenjar parotis dapat meringankan gejala.

2. Terapi berdasarkan penyebab parotitis

Terapi parotitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik untuk parotitis, seperti sefalosporin generasi pertama, ampicillin/sulbactam, vankomisin, dan klindamisin bila curiga S. aureus yang resisten MRSA.

Pada kondisi tertentu seperti autoimun, pemberian steroid dapat dipertimbangkan sebagai obat kelenjar parotis bengkak (parotitis). Penderita parotitis dianjurkan untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

3. Pembedahan

Parotidektomi superfisial merupakan prosedur pembedahan yang dipertimbangkan pada kondisi parotitis kronis.

Terdapat penelitian yang menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan sukrosa tinggi (gula pasir) dalam waktu yang lama, akan merubah keseimbangan (homeostasis) di rongga mulut. Namun, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pantangan makanan penyakit parotitis.

Pencegahan Parotitis

Berikut upaya pencegahan penyakit parotitis:

  • Imunisasi penyakit parotitis adalah dengan menerima vaksin MMR (measles, mumps, rubella), yang merupakan vaksin penyakit parotitis, campak, dan rubella.
  • Diskusikan dengan dokter yang merawat mu, bila kamu mengonsumsi obat yang berisiko membuat mulut menjadi kering, seperti antihistamin, antidepresan, dan antibiotik.
  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan tubuh
  • Menjaga kebersihan mulut dengan cara menyikat gigi dua kali sehari dan berkumur

Artikel Lainnya: Penyakit-Penyakit yang Menyerang Kelenjar Cowper

Komplikasi Parotitis

Terdapat beberapa komplikasi akibat parotitis, yaitu:

Obat Terkait Parotitis

  • Analgesik: Ibuprofen
  • Antipiretik: Paracetamol
  • Antibiotik: Sefalosporin generasi pertama, Ampicillin/Sulbactam, Vankomisin, Klindamisin
  • Steroid: Metilprednisolon

Kapan harus ke Dokter?

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi parotitis, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

[LUF]

  1. Wilson M, Pandey S. Parotitis. StatPearls [Internet]. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32809570/ Accessed 19 June 2023.
  2. Singh P, Gupta D. Juvenile Recurrent Parotitis. Indian J Pediatr. 2019.
  3. Bukhari AF, Bugshan AS, Papas A, Desai B, Farag AM. Conservative Management of Chronic Suppurative Parotitis in Patients with Sjögren Syndrome: A Case Series. Am J Case Rep. 2021. 
  4. Kashyap SK. Acute Parotitis - Standard Treatment Guidelines. 2017. https://speciality.medicaldialogues.in/acute-parotitis-standard-treatment-guidelines Accessed 19 June 2023.
  5. Cleveland Clinic. Parotitis. 2022. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23577-parotitis-parotid-gland-swelling Accessed 19 June 2023.
  6. Patel P, Scott S, Cunningham S. Challenging Case of Parotitis: A Comprehensive Approach. Journal of Osteopathic Medicine. 2017.
  7. Ok SM, Ho D, Lynd T, Ahn YW, Ju HM, Jeong SH, Cheon K. Candida Infection Associated with Salivary Gland-A Narrative Review. J Clin Med. 2020.
  8. Fisher J, Monette DL, Patel KR, Kelley BP, Kennedy M. COVID-19 associated parotitis. Am J Emerg Med. 2021. 
  9. Davison P, Morris J. Mumps. StatPearls [Internet]. 2022. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534785/ Accessed 19 June 2023.
  10. Maciejczyk M, Matczuk J, Żendzian-Piotrowska M, Niklińska W, Fejfer K, Szarmach I, et al. Eight-Week Consumption of High-Sucrose Diet Has a Pro-Oxidant Effect and Alters the Function of the Salivary Glands of Rats. Nutrients. 2018.