Sukses

Pengertian Hirsutisme

Hirsutisme merupakan suatu kondisi di mana terjadi pertumbuhan rambut secara berlebihan dan kasar di tempat yang tidak seharusnya. Misalnya tumbuh rambut kasar dalam jumlah yang banyak di daerah dagu dan di atas bibir pada wanita.

Penyakit ini banyak dialami oleh kaum wanita. Bahkan diperkirakan 5–10 orang dari 100 wanita mengalami kondisi ini. Meski demikian, kondisi ini juga dapat dialami oleh pria.

Kondisi ini sebenarnya tidak memerlukan penanganan medis secara khusus dan tidak membahayakan penderitanya. Hanya saja, hirsutisme dapat menurunkan rasa percaya diri orang yang mengalaminya karena dianggap mengganggu penampilan.

Hirsutisme

Penyebab Hirsutisme

Hirsutisme dapat terjadi karena peningkatan hormon androgen atau karena sensitivitas berlebihan folikel rambut terhadap hormon androgen. Folikel rambut merupakan bagian kulit yang berfungsi untuk menumbuhkan rambut.

Hormon androgen merupakan hormon yang bertanggung-jawab terhadap pertumbuhan rambut. Dalam kondisi normal, pria memiliki kadar androgen yang cukup tinggi, sementara wanita memiliki kadar androgen yang lebih rendah.

Selain gangguan hormon androgen, beberapa kondisi yang dapat memicu hirsutisme adalah:

  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Obesitas
  • Diabetes melitus
  • Kolesterol tinggi
  • Efek samping obat, misalnya steroid
  • Tumor otak

Diagnosis Hirsutisme

Untuk menentukan diagnosis hirsutisme, pemeriksaan fisik oleh dokter sudah dapat memastikan jika terdapat kondisi ini. Pemeriksaan tambahan diperlukan untuk mengetahui penyebab hirsutisme.

Umumnya pemeriksaan gula darah dan kolesterol juga akan dilakukan oleh dokter. Bila dokter menduga penyebab hirsutisme adalah PCOS, maka pemeriksaan USG kandungan akan dilakukan.  Bila hirsutisme diduga disebabkan oleh tumor otak, pemeriksaan CT-scan atau MRI kepala juga akan diperlukan.

Gejala Hirsutisme

Gejala utama hirsutisme adalah tumbuhnya rambut di lokasi yang tidak diinginkan atau tidak sewajarnya. Rambut tersebut umumnya memiliki warna dan ketebalan yang serupa dengan rambut di kepala.  

Hirsutisme biasanya muncul di atas bibir, dagu, dada, perut bagian bawah, punggung, dan pundak.  Selain itu, karena berlatar gangguan hormonal, maka keluhan kulit seperti kulit berminyak, muncul banyak jerawat, atau kerontokan rambut kepala juga bisa menjadi gejala lain yang menyertai gejala utama.

Pengobatan Hirsutisme

Penanganan terhadap hirsutisme sangat bergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan oleh obesitas, maka pengaturan pola makan dan olahraga untuk menurunkan berat badan merupakan langkah utama yang harus dilakukan mengatasi masalah.

Bila diabetes melitus yang menjadi penyebab, maka diperlukan rangkaian pengobatan diabetes yang tepat.  Demikian pula bila kolesterol tinggi yang menjadi latar penyebabnya. Pengaturan pola makan dan konsumsi obat penurun kolesterol merupakan langkah yang perlu dilakukan.

Selain itu, untuk membantu mengurangi rambut, ada beberapa pilihan tindakan yang dapat dilakukan, seperti:

  • Mencukur atau mencabut rambut dengan wax setiap 4–6 minggu sekali.
  • Menjalani teknik laser untuk merusak folikel rambut sehingga tidak menghasilkan rambut lagi. Saat ini laser tercatat sebagai tindakan menghilangkan rambut yang paling efektif.
  • Memilih teknik elektrolisis, yaitu tindakan merusak folikel rambut dengan menggunakan energi listrik
  • Penggunaan obat hormonal

Pencegahan Hirsutisme

Tidak semua hirsutisme dapat dicegah. Namun melakukan gaya hidup sehat berupa mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak, serta melakukan latihan olahraga secara teratur dapat mengurangi risiko terjadinya hirsutisme.