Obat Hipertensi

Spironolactone

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 06 November 2022

Ditinjau Oleh apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm

Spironolactone adalah obat yang masuk ke dalam kelompok diuretik atau disebut juga pil air (water pills). Obat untuk apa ini? Cek di sini.

Spironolactone

Golongan

Obat Keras

Kategori 

Diuretik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak

Bentuk Obat

Tablet

Spironolactone untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Kategori D 

Ibu dengan kondisi hipertensi gestasional mungkin mengalami gangguan pada janin jika mengonsumsi obat ini. Konsultasi ke dokter kandungan sebelum menggunakan obat Spironolactone.

Peringatan Menyusui

Spironolactone dapat masuk ke dalam ASI. Obat ini dikontraindikasikan bagi ibu menyusui.

Merek Dagang

Tablet: Spirola, Carpiaton, Spirolacton, Letonal, Aldactone

Pengertian

Spironolactone adalah obat yang termasuk dalam kelompok diuretik atau disebut juga pil air (water pills).

Obat ini mungkin diresepkan dokter pada pasien yang mengalami edema (pembengkakan) pada beberapa bagian tubuh seperti kaki, pergelangan kaki, tungkai bawah dan tangan.

Selain itu, obat Spironolactone juga digunakan untuk pasien dengan sesak napas akibat gagal jantung, hipertensi, penyakit hati, serta ginjal.

Spironolactone bekerja dengan menghambat penyerapan garam berlebih dan menjaga kadar kalium dalam darah agar tak terlalu rendah. Tekanan darah pun bisa turun.

Tablet diuretik tersebut juga dapat meningkatkan jumlah air dan natrium untuk dikeluarkan dari tubuh.

Keterangan

  • Golongan:obat keras
  • Kelas terapi:diuretik
  • Kandungan:spironolactone 25 mg; spironolactone 100 mg
  • Satuan penjualan:strip
  • Kemasan:boks,10 strip @10 tablet
  • Farmasi:Dexa Medica; Pratapa Nirmala; Otto Pharmaceutical Industries
  • Harga Spironolactone 25 mg: 000 - 10.000/strip
  • Harga Spironolactone 100 mg:000 - 27.000/strip

Kegunaan

Obat Spironolactone digunakan untuk menangani:

  • Asites
  • Oedema
  • Gagal jantung kongestif dengan oedema
  • Sindrom nefrotik
  • Hipertensi
  • Sirosis hati dengan asites dan edema
  • Hiperaldosteronisme primer

Dosis dan Aturan Pakai

Spironolactone tergolong obat keras yang membutuhkan resep dokter. Berikut adalah anjurannya secara umum.

Tujuan: Oedema

Bentuk: Tablet

  • Dewasa:awalnya 100 mg setiap hari, dapat disesuaikan hingga 400 mg setiap hari sesuai respons.

Tujuan: Asites

Bentuk: tablet

  • Dewasa:dosis awal 100-200 mg setiap hari, dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 400 mg setiap hari untuk kasus yang parah

Dosis pemeliharaan harus disesuaikan dengan respons individu

  • Anak:dosis awal 1-3 mg/kg setiap hari dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons dan toleransi
  • Lansia:dimulai dengan dosis terendah

Artikel lainnya: Obat Diuretik Alami untuk Atasi Bengkak Akibat Penumpukan Cairan

Tujuan: gagal jantung kongestif dengan edema

Bentuk: tablet

  • Dewasa: untuk pengelolaan edema, dosis awal 100 mg setiap hari atau 25-200 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi

Dosis pemeliharaan harus disesuaikan dengan respons individu

  • Anak: dosis awal 1-3 mg/kg setiap hari dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons dan toleransi
  • Lansia: dimulai dengan dosis terendah

Tujuan: hipertensi

Bentuk: tablet

  • Dewasa:sebagai tambahan pada pasien yang tidak cukup terkontrol dengan obat lain. Dosis awal 25-100 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi

Cara Menggunakan

  • Ikuti petunjuk penggunaan yang sudah dijelaskan oleh dokter atau apoteker. Jangan mengurangi atau menambah dosis
  • Konsumsi Spironolactone bersama dengan makanan. Obat ini sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari karena dapat menyebabkan sering buang air kecil
  • Jika kamu harus mengonsumsi obat ini dua kali sehari, konsumsi pada pagi dan sore untuk mencegah kamu sering terbangun untuk berkemih pada malam hari
  • Lama pengobatan akan ditentukan oleh dokter. kamu harus rutin mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu yang sudah ditentukan dokter
  • Cobalah untuk minum obat pada jam yang sama setiap harinya agar tidak lupa

Cara Penyimpanan

Simpan obat ini pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat Spironolactone, antara lain:

  • Gangguan saluran cerna
  • Impotensi
  • Ginekomastia
  • Menstruasi tidak teratur
  • Letargi
  • Sakit kepala
  • Bingung
  • ruam kulit
  • Hiperkalemia
  • hiponatremia
  • Hepatotoksisitas
  • Osteomalasia
  • Gangguan darah

Jika mengalami salah satu efek samping di atas menetap atau bertambah parah, segera konsultasi ke dokter, ya!

Overdosis

  • Penggunaan Spironolactone yang melebihi dosis yang dianjurkan dapat menimbulkan gejala mengantuk, mual, muntah, pusing, atau diare
  • Dapat pula terjadi hiperkalemia, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal
  • Selalu perhatikan dosis yang sudah dianjurkan oleh dokter. Jika terjadi overdosis, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan

Artikel lainnya: Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda, Waspadalah!

Kontraindikasi

Spironolactone tablet sebaiknya tidak digunakan pada kondisi di bawah ini:

  • hiperkalemia(kondisi ketika jumlah kalium dalam darah sangat tinggi)
  • penyakit addison (penyakit endokrin langka di mana kelenjar adrenal memproduksi hormon steroid yang tidak cukup)
  • anuria
  • insufisiensi ginjal akut
  • nefropati diabetik
  • gangguan ginjal berat
  • anak dengan gangguan ginjal sedang sampai berat
  • ibu menyusui

Hindari penggunaan bersamaan dengan eplerenone atau diuretik hemat kalium lainnya, dan suplemen kalium (kecuali dalam kasus penurunan kalium).

Interaksi Obat

Spironolactone tidak boleh digunakan bersama obat-obat berikut:

  • Eplerenone (obat tekanan darah tinggi)
  • Obat jenis lain yang serupa dengan diuretik atau obat-obatan untuk retensi air, misalnya amilorida, triamterene
  • Suplemen kalium (kecuali diinstruksikan oleh dokter)

Obat ini berisiko menimbulkan interaksi jika digunakan bersama dengan Spironolactone:

  • Obat lain untuk tekanan darah tinggi, misalnya enalapril, kaptopril, losartan, valsartan
  • Digoxin (obat penyakit jantung)
  • Oains (obat untuk nyeri dan peradangan), misalnya ibuprofen, asam mefenamat, indometasin, aspirin
  • Lithium (obat untuk gangguan mood)
  • Heparin (obat pengencer darah)
  • Cholestyramine (obat penurun kolesterol)
  • Carbenoxolone (obat yang digunakan untuk mengobati sariawan atau sakit mag)
  • Klorpropamid (obat diabetes)

Jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan lain, terutama obat yang tercantum di atas, beritahukan kepada dokter, ya.

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahukan kepada dokter apabila kamu mengalami kondisi berikut:
  • Porfiria (kelainan bawaan yang menyebabkan kelainan kulit atau sistem saraf)
  • Periode menstruasi yang tidak normal
  • Asidosis respiratorik (paru-paru tidak dapat mengeluarkan cukup karbon dioksida yang diproduksi oleh tubuh yang menyebabkan darah menjadi terlalu asam)
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal ringan hingga sedang
  • Hamil
  • Jika akan menjalani operasi atau tes laboratorium tertentu, termasuk operasi kecil dan perawatan gigi, beritahu petugas medis bahwa kamu menggunakan Spironolactone

Artikel lainnya: Punya Penyakit Ginjal, Hindari Konsumsi Makanan Ini

Kategori Kehamilan

Spironolactone masuk dalam kategori C. Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya).

Sementara itu, tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Sedangkan pada ibu dengan kondisi hipertensi gestasional, penggunaan obat Spironolactone termasuk kategori D. Artinya, ada kemungkinan berisiko mengalami gangguan kehamilan. Oleh karena itu penting untuk konsultasi ke dokter kandungan.

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Spironolactone dapat masuk ke dalam ASI. Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk ibu menyusui. Jika kamu sedang menyusui dan diresepkan obat ini, pastikan untuk konsultasi ke dokter lebih dulu.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis

Jangan lupa untuk unduh aplikasi KlikDokter supaya bisa #JagaSehatmu selalu, ya!

[HNS/NM]