Sukses

Pengertian Salbutamol

Salbutamol merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati penyakit asma karena alergi tertentu, asma bronkial, bronkitis asmatis (Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut ) dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Salbutamol adalah obat dengan nama generik yang diproduksi oleh banyak perusahaan farmasi, bentuk sediaan yang beredar di pasaran adalah tablet, sirup dan injeksi.

Keterangan Salbutamol

  1. Salbutamol Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Salbutamol 2 mg; Salbutamol 4 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Sampharindo Perdana; Yarindo Farmatama; First Medifarma; Kimia Farma; Graha Farma; Pharos; Erela.
  2. Salbutamol Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Salbutamol 2 mg/5mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 100mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala; Indofarma.
  3. Salbutamol Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Salbutamol
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Ampul @ 2.5 mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala; Dexa Medica.

Kegunaan Salbutamol

Salbutamol digunakan untuk membantu mengobati penyakit asma karena alergi tertentu, asma bronkial, bronkitis asmatis dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dosis & Cara Penggunaan Salbutamol

Salbutamol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Salbutamol juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Salbutamol Tablet dan Sirup:
Dewasa : 2-3 mg, 3 atau 4 kali sehari, dosis dapat ditambahkan 8 mg 3 kali sehari atau 8 mg dua kali sehari.
Anak usia 2-6 tahun: 1-2 mg, 3-4 kali sehari
Anak usia 6-12 tahun: 2 mg, 3-4 kali sehari.
Lansia: 2 mg, 3 sampai 4 kali sehari.

Aturan penggunaan Salbutamol Injeksi:
Dewasa: awal 5 mcg/menit, lalu disesuaikan dengan respons dan denyut jantung, umumnya antara 3-20 mcg/menit, atau lebih bila perlu.

Efek Samping Salbutamol

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi salbutamol adalah takikardia (jantung berdetak lebih cepat dari batas normal), nyeri dada, sakit kepala, insomnia, mual dan muntah, keram otot, pusing, tremor (salah satu bagian tubuh bergetar).

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Salbutamol.

Interaksi Obat:

  • Peningkatan risiko hipokalaemia dengan agen penipisan K (misal. Kortikosteroid, diuretik, xantin, digoksin).
  • Dapat memusuhi efek anti-penderita diabetes.
  • Peningkatan risiko efek CV dengan agen simpatomimetik lainnya.
  • Efek antagonis dengan penghambat β.
  • Peningkatan risiko edema paru dengan kortikosteroid.
  • Peningkatan inersia uterus dengan anestesi halogenasi (intravena).
  • Efek dapat diubah oleh guanethidine, reserpin, methyldopa, Antidepresan trisiklik (TCAs), dan monoamine oxidase inhibitors (MAOIs).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan salbutamol ke dalam Kategori C:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait