Masalah Pernapasan

Emfisema

dr. Arina Heidyana, 22 Oktober 2022

Icon ShareBagikan
Icon Like

Emfisema adalah penyakit kronis dan progresif dimana terjadi kerusakan pada kantong udara kecil di paru-paru. Kerusakan tersebut membuat penderitanya kesulitan bernapas.

Emfisema

Dokter spesialis

Spesialis paru, spesialis penyakit dalam

Gejala

Sesak napas, napas cepat, mudah lelah, batuk

Faktor risiko

Merokok, paparan asap rokok, paparan debu, polusi

Cara diagnosis

Pemeriksaan fisik, rontgen dada, tes spirometri, tes analisis gas darah

Pengobatan

Pemberian obat, terapi oksigen, rehabilitasi paru, terapi gizi

Obat

Bronkodilator, kortikosteroid, antibiotik

Komplikasi

Pneumothorax, gangguan jantung

Kapan harus ke dokter?

Sesak napas, sesak saat beraktivitas,batuk lebih intens, dahak berubah menjadi warna gelap, cepat lelah 

Pengertian

Emfisema adalah penyakit kerusakan paru kronis ketika kantong-kantong udara atau alveolus di dalam paru-paru rusak.

Alveolus sendiri berfungsi sebagai tempat pertukaran karbondioksida dan oksigen. 

Dalam keadaan normal alveolus bersifat elastis. Namun, pada kondisi emfisema, dinding alveolus yang mengalami kerusakan kehilangan elastisitasnya. 

Udara pun terperangkap di dalam alveoli sehingga penderita akan mengalami kesulitan mengeluarkan udara dari paru-paru.

Penyebab

Penyebab emfisema yang utama adalah merokok. Selain merokok, paparan asap rokok dan debu industri juga dapat mengakibatkan kerusakan paru.

Artikel lainnya: Lima Faktor Penyebab Emfisema

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kamu terkena emfisema meliputi:

  • Merokok

Emfisema paling mungkin terjadi pada perokok, baik rokok tembakau, perokok cerutu maupun rokok elektrik. Risiko untuk perokok tembakau, cerutu, maupun elektrik, meningkat seiring jumlah tahun dan rokok yang diisap.

  • Usia

Kerusakan paru-paru akibat emfisema terjadi secara bertahap. Karena itu, mayoritas orang dengan emfisema akibat tembakau mulai merasakan gejala pada usia 40-60 tahun.

  • Sering Terkena Asap Rokok

Berada di sekitar perokok aktif juga dapat meningkatkan risiko emfisema.

  • Terkena Paparan Debu dan Asap

Menghirup asap dari bahan kimia tertentu, seperti kapas, serbuk kayu, atau produk pertambangan, juga meningkatkan risiko emfisema. Risiko tersebut semakin meningkat apabila kamu seorang perokok.

  • Terkena Paparan Polusi

Menghirup polusi di dalam dan ruangan, seperti asap dari alat pemanas dan knalpot mobil, juga meningkatkan risiko emfisema.

Gejala

Gejala-gejala emfisema antara lain adalah:

  • Sesak napas
  • Napas cepat dan pendek
  • Mudah lelah dengan aktivitas biasa
  • Batuk 

Temui dokter jika kamu mengeluhkan sesak napas selama beberapa bulan yang tak diketahui penyebabnya. Apalagi, sesak napas semakin memburuk serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

Diagnosis

Pemeriksaan terhadap orang dengan emfisema dilakukan dengan wawancara medis. 

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami emfisema, biasanya dokter akan menanyakan hal berikut: 

  • Keluhan sesak napas
  • Mudah lelah
  • Adanya riwayat merokok atau terkena debu yang terus-menerus
  • Kondisi lingkungan rumah dan pekerjaan

Jika ada kecurigaan emfisema, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan bentuk dada, suara pernapasan, dan ujung jari.

Artikel lainnya: Perbedaan Penyakit Emfisema dan Empiema

Setelah itu, untuk mendiagnosis emfisema, dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan dada. Orang dengan emfisema umumnya memiliki bentuk dada seperti tong (barrel chest)
  • Rontgen dada, dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya perubahan pada paru-paru yang menandakan emfisema
  • Tes spirometri, dilakukan untuk menilai kapasitas paru dalam bernapas
  • Tes analisis gas darah (AGD), dilakukan untuk memeriksa jumlah kadar oksigen dan karbondioksida dalam paru

Pengobatan

Kerusakan paru atau emfisema tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan yang tepat dapat membantu untuk meringankan gejala dan mencegah emfisema semakin parah.

Pengobatan emfisema bisa berupa obat-obatan, terapi, dan pembedahan. Obat-obatan yang biasanya diberikan, antara lain:

  • Bronkodilator (obat pelega napas), lebih sering menggunakan jenis inhalasi atau dihirup
  • Kortikosteroid, untuk menekan proses inflamasi di dalam paru
  • Antibiotik, hanya diberikan apabila terdapat infeksi

Jenis-jenis terapi yang dilakukan adalah rehabilitasi paru, terapi gizi, dan oksigen. Tergantung pada tingkat keparahan emfisema, dokter mungkin akan menyarankan operasi, seperti operasi pengurangan volume paru dan transplantasi paru. 

Transplantasi paru akan dilakukan jika Anda menderita emfisema berat dan pilihan lain telah gagal.

Selain itu, penderita emfisema juga harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Apabila sebelumnya merokok, harus berusaha berhenti merokok. 

Jika terus-menerus merokok, paru-paru akan semakin mengalami iritasi yang bertambah parah. Hindari juga asap rokok dan polusi lainnya yang dapat mengiritasi pernapasan.

Tidak lupa, selalu mengonsumsi makanan yang bergizi dan rutin berolahraga untuk membantu meningkatkan kembali fungsi paru.

Pencegahan

Agar kerusakan paru-paru tidak terjadi, berikut cara mencegah emfisema yang bisa diterapkan:

  • Berhenti merokok
  • Jaga kelembapan di rumah
  • Berolahraga secara rutin
  • Banyak minum air putih setiap hari
  • Hindari minum alkohol
  • Hindari udara dingin
  • Untuk berjaga-jaga, Anda juga dapat melakukan vaksinasi secara teratur, seperti vaksin influenza maupun vaksin pneumonia

Artikel lainnya: Waspadai Tanda-Tanda Masalah Paru-Paru Ini

Komplikasi

Kelanjutan dari kerusakan paru atau emfisema yang dapat terjadi adalah:

  • Gangguan paru, sehingga paru kolaps dan tidak berfungsi sama sekali. Kondisi ini disebut juga pneumothorax, yang merupakan salah satu kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa
  • Gangguan jantung akibat kerusakan paru
  • Terbentuknya lubang besar di paru (bulla). Lubang ini akan membentuk ruang kosong di paru-paru. Ukurannya bisa sebesar setengah paru, sehingga mengurangi jumlah ruang yang tersedia untuk paru-paru berkembang

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala penyakit emfisema berikut:

  • Batuk menjadi lebih kuat, lebih sering, atau berbeda dari biasanya
  • Kesulitan atau sesak saat melakukan hal-hal yang biasanya dapat dilakukan sehari-hari, seperti berjalan atau naik turun tangga
  • Warna dahak berubah dari bening menjadi warna yang lebih gelap
  • Menghasilkan lebih banyak dahak dari biasanya
  • Menjadi lebih lelah dari biasanya
  • Kadar oksigen lebih rendah dari biasanya menurut pengukuran oksimeter nadi

Dapatkan informasi soal emfisema langsung dari dokter spesialis paru di aplikasi KlikDokter. Unduh aplikasinya sekarang. Jangan tunggu sakit. #JagaSehatmu setiap hari.

[HNS/NM]

Tanya Dokter