Sukses

Pengertian Paracetamol

Paracetamol merupakan obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga berfungsi sebagai penurun demam.

Paracetamol hanya membantu menurunkan demam dan menghilangkan rasa nyeri tanpa mengatasi pemicu utama dari sakit tersebut.

Beberapa contoh merek dagang obat yang mengandung Paracetamol, yaitu Sanmol, Biogesic, Dumin, Naprex, Fevrin, dan Fasidol.

Artikel Lainnya: Mana Lebih Picu Alergi Obat, Parasetamol atau Ibuprofen?

Keterangan Paracetamol

Berikut adalah keterangan obat Paracetamol yang sebaiknya diketahui:

1. Paracetamol Tablet

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip; Botol.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet, Botol Plastik @ 100 Tablet.
  • Farmasi: Novapharin, Bernofarm, Sanbe Farma, Indofarma, Kimia Farma, Tropica Mas, Pyridam Farma, Rama Emerald.
  • Merek dagang yang beredar di Indonesia: Emkamol, Pyrexin, Procet, Erlamol.
  • Harga: Rp. 1.500 – Rp. 15.000/ Strip.

2. Paracetamol Kaplet

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip; Botol.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet, Botol Plastik @ 100 Tablet.
  • Farmasi: PIM Pharmaceuticals, Pari Anom, Candra Nusantara Jaya, Errita Pharma, Phyto Kemo Agung, Balatif, Mega Esa Farma, Solas Langgeng, Pyridam Farma, Bernofarm.
  • Merek dagang yang beredar di Indonesia: Trifamol, Ekacetol, Trimol, Itramol, Metamol.
  • Harga: Rp. 1.500 – Rp. 15.000/ Strip.

Artikel Lainnya: Ini Cara Memberikan Paracetamol yang Tepat Saat Anak Demam

3. Paracetamol Sirup

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg/5 ml.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 ml.
  • Farmasi: Pyridam Farma, Novapharin, First Medifarma, Bernofarm, Yekatria Farma, Meprofarm, Errita Farma.
  • Merek dagang yang beredar di Indonesia: Afitamol, Trifamol, Turpas, Tempra, Erphamol.
  • Harga: Rp. 3.500 – Rp. 26.000/ Botol.

4. Paracetamol Drops

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 60 mg/0.6 ml.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol tetes.
  • Kemasan: Botol tetes @ 15 ml.
  • Farmasi: Afi Farma, Indofarma, Ifars, Tempo Scan.
  • Merek dagang yang beredar di Indonesia: Moretic, Tempra, Itamol, Nipe Fever, Apetic, Hufagesic.
  • Harga: Rp. 8.000 – Rp. 29.000/ Botol.

5. Paracetamol Infus

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 1 g/100 ml.
  • Bentuk: Infus.
  • Satuan Penjualan: Vial; Flexy Bag.
  • Kemasan: Vial @ 100 ml; Flexy Bag @ 100 ml.
  • Farmasi: Hexpharm, Mahakam Beta Farma, Natura Laboratoria, Mersifarma Tirmaku Mercusana.
  • Merek dagang yang beredar di Indonesia: Pehamol, Paradol.
  • Harga: Rp. 15.000 – Rp. 25.000/ Botol.

Kegunaan Paracetamol

Paracetamol diindikasikan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Selain itu, fungsi Paracetamol adalah sebagai penurun demam.

Artikel Lainnya: Penelitian: Paracetamol Bisa Sembuhkan Patah Hati

Dosis dan Cara Penggunaan Paracetamol

Dosis penggunaan Paracetamol adalah sebagai berikut:

1. Paracetamol Tablet dan Kaplet 500 mg

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet/kaplet, 3-4x per hari.
  • Anak 6-12 tahun: ½-1 tablet/kaplet, 3-4x per hari.

2. Paracetamol Sirup 120 mg/5 ml

  • Anak 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), 3-4x per hari.
  • Anak 6-9 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), 3-4x per hari.
  • Anak 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4x per hari.
  • Anak 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3-4x per hari.
  • Anak di bawah 1 tahun: ½ sendok takar (2.5 ml), 3-4x per hari.

3. Paracetamol Drops

  • Anak 3-6 tahun: 1.2 ml drops, 3-4x per hari.
  • Anak 1-2 tahun: 0.6-1.2 ml drops, 3-4x per hari.
  • Anak di bawah 1 tahun: 0.6 ml drops, 3-4x per hari.

4. Paracetamol Infus

  • Dewasa dengan berat badan 33-50 kg: 15 mg/kgBB, diberikan tiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal: 3 g per hari.
  • Dewasa dengan berat badan lebih dari 50 kg: 1 g, diberikan tiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal: 4 g per hari.
  • Neonatus cukup bulan serta anak dengan berat badan kurang dari 10 kg: dosis tunggal 7,5 mg/kgBB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal: 30 mg/kgBB per hari.
  • Anak dengan berat badan 10-33 kg: dosis tunggal 15 mg/kgBB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal: 2 g per hari.
  • Anak dengan berat badan 33-50 kg: dosis tunggal 15 mg/kgBB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal: 3 g per hari.

Cara Penyimpanan Paracetamol

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Normalnya, Berapa Hari Demam Berlangsung?

Efek Samping Paracetamol

Efek samping dari penggunaan obat Paracetamol meliputi:

  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal).
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal).
  • Nyeri dan sensasi terbakar di area suntikan.
  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, sembelit.
  • Gangguan sistem saraf: sakit kepala.
  • Gangguan kejiwaan: insomnia.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: gatal dan kemerahan pada kulit.
  • Jarang terjadi: hipotensi (tekanan darah rendah) dan takikardia (denyut jantung di atas normal).

Overdosis

Penggunaan Paracetamol yang melebihi dosis rekomendasi dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:

  • Pucat.
  • Mual.
  • Muntah.  
  • Gangguan makan.
  • Nyeri perut.
  • Asidosis metabolik.
  • Kelainan metabolisme glukosa.
  • Setelah 12-48 jam menelan bisa terjadi perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, gangguan pada hati, edema serebral, gangguan irama jantung, serta pankreatitis.

Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh dokter.

Artikel Lainnya: Tips Mengatasi Demam bagi Ibu Hamil

Kontraindikasi

Hindari konsumsi pada orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap Paracetamol.

Interaksi Obat

Paracetamol sebaiknya tidak digunakan bersama obat-obatan di bawah ini:

  • Warfarin.
  • Carbamazepine, dapat menurunkan efektivitas Paracetamol.
  • Primidone, phenytoin, atau phenobarbital, dapat menurunkan konsentrasi serum.
  • Metoclopramide, dapat menaikkan absorbsi Paracetamol
  • Colestyramine, dapat menurunkan absorbsi obat.

Kategori Kehamilan

Paracetamol Tablet, Kaplet, Sirup, dan Drops masuk ke dalam Kategori B: Penelitian pada hewan tidak menunjukkan bahaya pada janin. Namun, penelitian terhadap wanita hamil masih belum memadai.

Paracetamol Infus masuk ke dalam kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan bahaya pada janin. Sementara, belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.