Obat Batuk, Pilek, dan Flu

Omeroxol

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 10 Mar 2023

Ditinjau Oleh apt. Yulia Hakimatun Adilah, S.Farm

Omeroxol adalah obat untuk membantu mengencerkan batuk berdahak dan berlendir pada saluran pernapasan. Apa kandungan Omeroxol?

Omeroxol

Omeroxol

Golongan

Obat Keras

Kategori obat

Obat Batuk, Pilek, dan Flu

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Tablet dan sirup

Omeroxol untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Menyusui: Obat batuk Omeroxol diduga dapat menghambat produksi ASI pada ibu menyusui. Konsultasikan dahulu kepada dokter. Sebelum menggunakan Omerexol

Pengertian 

Keluhan batuk berdahak dapat membuat aktivitas harian terganggu, bukan? Harus cepat diobati, ya. Kamu bisa mengatasinya dengan obat Omeroxol. Obat apa ini?

Omeroxol adalah obat yang mengandung ambroxol hydrochloride. Zat aktif ini bekerja mengencerkan batuk berdahak serta berlendir yang ada di saluran pernapasan.

Ambroxol hydrochloride sendiri bersifat mukolitik yang dapat membantu menipiskan lendir di saluran pernapasan.

Tersedia dalam sediaan sirup dan tablet, berikut penjelasan lengkap seputar obat Omeroxol.

Keterangan 

1. Omeroxol Sirup

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Batuk, Pilek, dan Flu
  • Kandungan: Ambroxol Hydrochloride 15 mg/ 5 ml
  • Kemasan: Botol @60 ml
  • Farmasi: Mutifa Industri Farmasi
  • Harga Omeroxol sirup: Rp4.000 - 30.000/botol

2. Omeroxol Tablet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Batuk, Pilek, dan Flu
  • Kandungan: Ambroxol Hydrochloride 30 mg
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 tablet
  • Farmasi: Mutifa Industri Farmasi
  • Harga Omeroxol tablet: Rp2.000 - 7.000/strip

Artikel Lainnya: Penyebab Batuk Tak Kunjung Sembuh yang Mesti Diwaspadai 

Kegunaan 

Obat Omeroxol berfungsi untuk membantu mengencerkan batuk berdahak dan berlendir pada saluran pernapasan.

Dosis dan Aturan Pakai 

Omeroxol merupakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

Secara umum, anjuran penggunaan obat Omeroxol adalah sebagai berikut.

Tujuan: Pengencer dahak (mukolitik)

Bentuk: Sirup dan tablet

  • Dewasa: 30 mg tiga kali sehari atau 60 mg dua kali sehari
  • Anak 2-5 tahun: 7.5-15 mg tiga kali sehari
  • Anak 6-12 tahun: 15-30 mg tiga kali sehari atau dua kali sehari
  • Anak >12 tahun: sama dengan dosis dewasa

Cara Menggunakan 

  • Konsumsi Omeroxol sesuai dengan dosis dan anjuran dokter. Baca juga petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat
  • Omeroxol dapat dikonsumsi sesudah makan
  • Pada sediaan sirup, gunakan dengan sendok takar yang tersedia. Sementara itu, pada sediaan tablet, telan obat bersama segelas air putih
  • Jika kamu melewatkan satu dosis, maka segera minum ketika ingat. Akan tetapi, jika waktu minum obat berikutnya jaraknya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu

Cara Penyimpanan

Agar kegunaan Omeroxol optimal, simpan obat pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Artikel Lainnya: 11 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat Batuk 

Efek Samping

Efek samping Omeroxol yang bisa timbul antara lain: 

Overdosis

Tidak ada informasi terkait efek overdosis Omeroxol.

Kontraindikasi

Sebaiknya hindari penggunaan Omeroxol kepada pasien dengan kondisi berikut:

  • Riwayat penurunan fungsi ginjal dan hati
  • Tukak lambung
  • Pneumonia diskinesia silia atau kondisi paru-paru lainnya
  • Imunosupresi karena kondisi kesehatan lainnya (misalnya, infeksi HIV)

Interaksi Obat 

Penggunaan Omeroxol secara bersamaan dengan obat-obat ini dapat menyebabkan interaksi:

  • Berisiko menyebabkan penumpukan sekresi dahak dengan obat golongan antitusif
  • Menaikkan konsentrasi serum dengan antibiotik eritromisin, cefuroxime, dan doksisiklin

Artikel Lainnya: Cara Praktis Meredakan Batuk Kering 

Kategori Kehamilan

Omeroxol masuk ke dalam kategori C untuk ibu hamil. Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya). 

Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Kehamilan

Konsultasikan dahulu dengan dokter jika kamu akan mengonsumsi Omeroxol saat hamil atau dalam masa program kehamilan.

Peringatan Menyusui

Obat batuk Omeroxol diduga dapat menghambat produksi ASI pada ibu menyusui. Bahkan, Omeroxol bisa meresap pada ASI ibu yang diresepkan sebagai obat batuk COVID-19. 

Itu sebabnya, konsultasikan kepada dokter sebelum ibu menyusui mengonsumsinya.

Penyakit Terkait 

Rekomendasi Obat Sejenis 

Apabila keluhan semakin mengganggu, konsultasikan langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter

Jangan tunggu sakitmu memberat! Kita #JagaSehatmu setiap hari. 

[HNS]

  • ISO Indonesia (2018). ISFI Penerbitan. Ambroksol
  • ISO Farmakoterasi (2013) ISFI Penerbitan. Ambroksol
  • MIMS Indonesia (2022). Ambroxol (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol?mtype=generic)
  • Pional BPOM (2022). Ambroksol (https://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol)