Sukses

Pengertian Nexium

Nexium mengandung Esomeprasol. Esomeprasol merupakan obat yang digunakan untuk mengobati masalah perut tertentu dan kerongkongan. Esomeprasol bekerja dengan mengurangi jumlah asam lambung yang berlebihan dalam tubuh. Esomeprasol juga mengurangi gejala seperti sakit maag, kesulitan menelan, dan batuk terus-menerus. Esomeprasol membantu menyembuhkan naiknya asam lambung pada perut dan kerongkongan, membantu mencegah luka padalambung, dan dapat membantu mencegah kanker kerongkongan. Sebelum menggunakan Esomeprasol beritahu kepada Dokter jika memiliki riwayat penyakit. Anak-anak mungkin lebih sensitif terhadap efek samping dari Esomeprasol, terutama demam, batuk, dan infeksi hidung / tenggorokan / saluran udara.

Keterangan Nexium

  1. Nexium Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasid, Antirefluks dan Antiulserasi.
    • Kandungan: Esomeprasol 20 mg; Esomeprasol 40 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Tablet
    • Kemasan: Dus, 2 Strip @ 7 Tablet
    • Farmasi: Astra Zeneca.
  2. Nexium Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasid, Antirefluks dan Antiulserasi.
    • Kandungan: Esomeprasol 40 mg
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial @ 40 mg
    • Farmasi: Astra Zeneca.

Kegunaan Nexium

Nexium digunakan untuk membantu menyembuhkan naiknya asam lambung pada perut dan kerongkongan, sakit maag, luka pada lambung, Sindrom Zollinger-Ellison, GERD

Dosis & Cara Penggunaan Nexium

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Tukak lambung dan ulkus duodenum:

  • Injeksi
    Dosis infus sebanyak 80 mg selama 30 menit. Dilanjutkan infus sebanyak 8 mg tiap jam selama tiga hari, lalu diteruskan konsumsi tablet 40 mg satu kali sehari selama empat minggu. Ulkus karena OAINS: Disuntikkan 20 mg per hari kira-kira selama tiga menit, atau infus selama 10-30 menit.
  • Tablet
    Tukak lambung: 20 mg dua kali sehari selama tujuh hari, atau 40mg per hari selama sepuluh hari. Ulkus karena OAINS: 20 mg per hari selama empat sampai delapan minggu.

Pencegahan tukak lambung karena OAINS:

  • Tablet
    20 mg atau 40 mg per hari

GERD:

  • Injeksi
    20 mg atau 40 mg disuntikkan kira-kira selama tiga menit, atau infus selama 10-30 menit, satu kali sehari, maksimal hingga 10 hari.
  • Tablet
    40 mg per hari, selama empat minggu. Konsumsi obat bisa ditambahkan empat minggu lagi jika dibutuhkan. Anak usia 1-11 tahun dengan berat badan 10 kg atau lebih: 10 mg/kgBB per hari, maksimal dikonsumsi selama delapan minggu.

Sindrom Zollinger-Ellison:

  • Tablet
    40 mg per hari, selama empat minggu. Konsumsi obat bisa ditambahkan empat minggu lagi jika dibutuhkan. Anak usia 1-11 tahun dengan berat badan 10 kg atau lebih: 10 mg/kgBB per hari, maksimal dikonsumsi selama delapan minggu.

Esofagitis erosif:

  • Tablet
    40 mg per hari, selama empat minggu. Konsumsi obat bisa ditambahkan empat minggu lagi jika dibutuhkan. Anak usia 1-11 tahun dengan berat badan 10-20 kg: 10 mg per hari, selama delapan minggu. Anak usia 1-11 tahun dengan berat badan di atas 20 kg: 10 mg atau 20 mg per hari, selama delapan minggu.

Efek Samping Nexium

Efek samping yang umumnya terjadi setelah mengonsumsi obat Nexium adalah:
1. Sakit kepala
2. Mual
3. Kembung
4. Muntah
5. Nyeri perut
6. Diare
7. Konstipasi (Sulit buang air).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan pada bayi< 1 tahun, gangguan fungsi ginjal dan gangguan hati.

Interaksi Obat:

  • Menurunkan efektivitas clopidogrel sebagai pengencer darah.
  • Menurunkan efek obat rilpivirine.
  • Meningkatkan efek racun dari digoxin terhadap jantung.
  • Meningkatkan risiko penurunan kadar magnesium dalam darah, jika dikonsumsi bersama obat diuretik.
  • Meningkatkan risiko perdarahan, jika digunakan bersama warfarin.
  • Meningkatkan konsentrasi obat methotrexate atau tacrolimus dalam darah.
  • Mengurangi penyerapan obat erlonitib, zat besi, atau ketoconazole oleh tubuh.
  • Mengganggu pembuangan obat diazepam dari tubuh.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nexium ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait