Sukses

Pengertian Infatrim

Infatrim merupakan obat yang mengandung trimethoprim dan sulfamethoxazole yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Infatrim bekerja dengan cara menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri yang peka. Trimethoprim sendiri adalah bakterisida (zat yang dapat membunuh bakteri) sedangkan sulfamethoxazole adalah bakteriostatik (senyawa antibakteri sehingga pertumbuhan dan perkembangan bakteri bersifat tetap). Dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini berfungsi sebagai bakterisida. Infatrim bermanfaat untuk mengobati infeksi-infeksi oleh bakteri yang resisten sulfamethoxazole tapi masih peka terhadap trimethoprim.

Keterangan Infatrim

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Tiap 5 mL mengandung Trimethoprim 40 mg, Sulfamethoxazole 200 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Molex Ayus

Kegunaan Infatrim

Infatrim diindikasi untuk infeksi saluran pernafasan, eksaserbasi akut bronchitis kronis, infeksi saluran kemih, pertusis, infeksi saluran pencernaan, brucellosis dan kolera, infeksi mikobakteri, demam tifus dan infeksi Salmonella lain.

Dosis & Cara Penggunaan Infatrim

Infatrim merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan infatrim juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dosis anak usia 6 bulan-5 tahun : 2 x sehari 1 sendok teh.
  • Dosis anak usia 2-6 bulan : 2 x sehari ½ sendok teh.
  • Dosis anak usia 5-12 tahun : 2 x sehari 2 sendok teh.

Efek Samping Infatrim

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Infatrim merupakan obat yang memiliki efek samping sebagai berikut :

  • Mual, muntah, ruam, diare , demam, gatal nyeri otot dan sendi.
  • Reaksi alergi yang parah bisa terjadi bagi orang-orang yang sensitif terhadap obat-obat golongan sulfonamide termasuk infatrim, seperti sindrom stevens-johnson, nekrolisis epidermal toksik, nekrosis hati fulminan, agranulositosis, anemia aplastik, dan diskrasia darah lainnya.
  • Pada pasien lanjut usia, efek samping lebih rentan terjadi misalnya penekanan sumsum tulang dan penurunan trombosit (terutama jika obat ini diberikan bersamaan dengan diuretik jenis tiazid).

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi ginjal, Gangguan fungsi hati yang berat, Porfiria (kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna. Heme adalah bagian penting dari protein di dalam sel darah merah).

Interaksi Obat

  • ACE inhibitor seperti captopril, enalapril, lisinopril, dan ace inhibitor lainnya jika diberikan bersamaan Infatrim, berpotensi terjadi hiperkalemia.
  • Obat-obat antiaritmia : meningkatkan resiko aritmia ventrikel pada pasien yang menggunakan amiodarone. Sedangkan pemberian bersamaan dengan obat dofetilide terjadi peningkatan resiko perpanjangan Interval QT.
  • Kalium aminobenzoate menghambat efek obat-obat golongan sulfonamide (seperti sulfamethoxazole).
  • Obat-obat golongan sulfonilurea meningkatkan efek farmakologi Bactoprim Combi Tablet.
  • Bactoprim Combi Tablet menghambat metabolisme phenytoin sehingga meningkatkan waktu paruhnya.
  • Diuretik : obat-obat diuretik terutama golongan tiazide meningkatkan potensi terjadinya penurunan kadar trombosit, terutama untuk pasien usia lanjut.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan infatrim ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait