Sukses

Pengertian Ciprofloxacin

Ciprofloxacin adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi yang dapat ditangani oleh Ciprofloxacin diantaranya infeksi saluran kemih termasuk prostatitis (peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat, yaitu kelenjar yang memproduksi cairan mani yang berfungsi untuk memberi makan dan membawa sperma), uretritis (peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh) dan servisitis gonnorhea (peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim), infeksi tulang dan sendi. Ciprofloxacin harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria (adanya kristal pada urin).

Keterangan Ciprofloxacin

  1. Ciprofloxacin Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 250 mg; Ciprofloxacin 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Ifars; Zenith; Lloyd Pharma Indonesia; Pharos; Promedrahardjo; Pyridam Farma; Solas Langgeng Sejahtera.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Wiaflox, Floxifar, Cipromid, Floxigra, Etaflox, Ciprec, Zeniflox, Siflox, Qinox.
  2. Ciprofloxacin Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 250 mg; Ciprofloxacin 500 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Hexpharm; Kimia Farma; Novapharin; Bernofarm; Indofarma; Novell; Sanbe; Dexa Medica; Indofarma.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Bernoflox, Bestypro, Baquinor, Ciproxin, Ciflos, Kifarox, Girabloc, Wiaflox, Straquin.
  3. Ciprofloxacin Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 200 mg/ 100 mL
    • Bentuk: Vial
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Dus, 1 Vial @ 100 ml
    • Farmasi: Hexpharm; Bernofarm; Novell; Pratapa Nirmala; Ikapharmaindo; Natura Laboratoria Prima; Dexa Medica; Phapros; Mahakam Beta Farma; Indofarma.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Ciproxin, Ciproipha, Baquinor, Infuxacin, Bernoflox, Quinobiotic.

Kegunaan Ciprofloxacin

Ciprofloxacin digunakan untuk membantu mengobati infeksi saluran kemih termasuk prostatitis (peradangan kelenjar prostat), Uretritis (peradangan uretra) dan servisitis gonnorhea (peradangan leher rahim), infeksi tulang dan sendi.

Dosis & Cara Penggunaan Ciprofloxacin

Ciprofloxacin termasuk dalam golongan obat keras, hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep Dokter.

  1. Ciprofloxacin Tablet dan Kaplet
    • Infeksi saluran kemih:
      • Akut dan tidak terkomplikasi: 250 mg/12 jam, dengan durasi 3 hari.
      • Ringan/sedang: 250 mg/12 jam dengan durasi 1-2 minggu.
      • Parah/terkomplikasi: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu.
    • Prostatitis kronis akibat bakteri:
      • Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 4 minggu.
    • Infeksi saluran pernapasan bawah:
      • Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu.
      • Parah/terkomplikasi: 750 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu.
    • Sinusitis akut:
      • Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 10 hari.
    • Infeksi kulit:
      • Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu.
      • Parah/terkomplikasi: 750 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu.
    • Infeksi tulang dan sendi:
      • Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 4-6 minggu.
      • Parah/terkomplikasi: 750 mg/12 jam, dengan durasi 4-6 minggu.
    • Infeksi pada sistem pencernaan:
      • Terkomplikasi: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu.
    • Tifus:
      • Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 10 hari.
    • Infeksi bakteri gonokokus:
      • Tanpa komplikasi: 250 mg (hanya diminum sekali).
    • Anthrax:
      • Dosis: 500 mg/12 jam, dengan durasi 2 bulan.
  2. Ciprofloxacin Injeksi
    • Mengatasi infeksi bakteri yang tidak terkomplikasi:
      • Dosis pemberian sebesar 100 mg, yang diberikan sebanyak 2 kali sehari.
    • Mengatasi infeksi saluran kencing atas maupun bawah:
      • Dosis pemberian sebesar 200 mg, yang diberikan sebanyak 2 kali sehari.
    • Mengatasi Sinusitis akut yang tidak terkomplikasi, yaitu
      • Dosis pemberian sebesar 200 mg, yang diberikan sebanyak 2 kali sehari sebagai dosis tunggal. Setelah itu dosis selanjutnya disesuaikan dengan kondisi pengguna.

Cara Penyimpanan

  • Ciprofloxacin Injeksi: Simpan pada suhu 5-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk. Jangan dibekukan.
  • Ciprofloxacin Tablet dan Kaplet: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

 

Efek Samping Ciprofloxacin

Efek samping yang bisa saja terjadi dalam penggunaan antibiotik ini adalah:

  • Diare
  • Mual-mual
  • Sakit kepala
  • Leukositopenia (jumlah sel darah putih mengalami penurunan).
  • Sakit kepala.
  • Leukositosis (jumlah sel darah putih mengalami peningkatan).
  • Gangguan fungsi hati ringan.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap ciprofloxacin atau kuinolon lainnya.
  • Penggunaan bersamaan dengan tizanidine.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan potensi efek samping yang fatal seperti efek hipotensi dan sedasi apabila digunakan bersamaan dengan tizanidine.
  • Meningkatkan kadar obat clozapine, ropinirole, atau teofilin di dalam darah, bila digunakan bersamaan.
  • Probenecid dapat meningkatkan kadar ciprofloxacin di dalam darah.
  • Meningkatkan efek dari obat-obatan pengencer darah (misalnya warfarin) dan glibenclamide.
  • Meningkatkan toksisitas dari methotrexate.
  • Mempengaruhi kadar phenytoin dalam darah.
  • Penyerapan ciprofloxacin akan berkurang apabila digunakan bersamaan dengan suplemen multivitamin oral dan mineral seperti zat besi, zinc dan kalsium, serta antasida dengan kandungan zat aluminium, kalsium atau magnesium.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ciprofloxacin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Pusing, gemetar, sakit kepala, kelelahan, kejang, halusinasi, kebingungan, rasa tidak nyaman pada perut, kristaluria (ekskresi kristal yang ditemukan dalam urin), hematuria (kencing berdarah), gangguan ginjal dan hati akut.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik. Kosongkan perut dengan menginduksi muntah atau dengan lavage lambung. Pertahankan hidrasi yang adekuat. Dapat diberikan antasida yang mengandung Mg, Al, atau Ca untuk mengurangi penyerapan obat didalam darah. Pantau EKG, fungsi ginjal, pH urin, dan pengasaman urin jika diperlukan untuk mencegah kristaluria. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait