Obat Antibiotik

Ciflos

Klikdokter, 11 Nov 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Ciflos digunakan untuk mengobati dan mencegah pasca pajanan antraks, infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi kulit.

Pengertian

Ciflos adalah obat antibiotik yang diproduksi oleh Guardian Pharmatama. Obat ini mengandung Ciprofloxacin yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan atas, demam tifoid, infeksi prostat, infeksi tulang dan sendi. Ciflos bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak perlu atau tidak tepat dengan indikasi dapat menyebabkan efektivitasnya menurun (resisten).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
  • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Guardian Pharmatama.

Kegunaan

Ciflos digunakan untuk mengobati dan mencegah pasca pajanan antraks inhalasi, infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan atas, otitis eksterna (peradangan pada daun telinga atau liang telinga) ganas, demam tifoid, infeksi prostat, pielonefritis (infeksi saluran kemih yang menyerang ginjal), infeksi tulang dan sendi, infeksi intra-abdominal (rongga perut), servisitis (peradangan pada serviks) gonokokus, uretritis (peradangan pada uretra) gonokokus.

Dosis & Cara Penggunaan

Ciflos termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Infeksi Saluran Kemih 
    • Gejala ringan sampai sedang: ½ tablet, diberikan 2 kali sehari
    • Gejala berat: 1 tablet, diberikan 2 kali sehari.
  • Infeksi Saluran Pernafasan, Tulang dan Sendi, Kulit serta Jaringan Lunak
    • Gejala ringan sampai sedang: 1 tablet, diberikan 2 kali sehari
    • Gejala berat :1 ½ tablet, diberikan 2 kali sehari
    • Gonore akut : ½ tablet sebagai dosis tunggal
  • Infeksi Saluran Pencernaan
    • Dosis 1 tablet, diberikan 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Ciflos, antara lain:

  • Mual, muntah
  • Diare, sakit perut, dispepsia (nyeri perut bagian atas)
  • Demam
  • Hepatitis
  • Peningkatan transaminase
  • Mialgia (nyeri otot)
  • Artralgia (nyeri sendi)
  • Peningkatan tekanan intrakranial
  • Pusing, sakit kepala
  • Gelisah
  • Gemetar 

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap ciprofloxacin atau kuinolon lainnya.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan tizanidine.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat atau risiko perpanjangan QT.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko interval QT yang berkepanjangan jika diberikan bersamaan dengan obat Kelas IA (misalnya Quinidine, procainamide) dan Kelas III (misalnya Amiodarone, sotalol) antiaritmia, TCA, makrolida (misalnya Erythromycin), cisapride, antipsikotik.
  • MeningkatKan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum dan toksisitas metotreksat; Substrat CYP1A2 (misalnya Clozapine, ropinirole, theophilin); turunan xanthine (misalnya kafein, pentoxifylline).
  • Meningkatkan risiko gangguan tendon jika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.
  • Meningkatkan kreatinin serum jika diberikan bersamaan dengan siklosporin.
  • Meningkatkan risiko kejang jika diberikan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid.
  • Dapat mengubah konsentrasi fenitoin dalam serum.
  • Mengurangi penyerapan oral jika diberikan bersamaan dengan produk yang mengandung kation multivalen (misalnya Al, Ca, Mg, Fe).
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan vitamin K, warfarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ciflos ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Pusing, gemetar, sakit kepala, kelelahan, kejang, halusinasi, kebingungan, rasa tidak nyaman pada perut, kristaluria (ekskresi kristal yang ditemukan dalam urin), hematuria (kencing berdarah), gangguan ginjal dan hati akut.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik. Kosongkan perut dengan menginduksi muntah atau dengan lavage lambung. Pertahankan hidrasi yang adekuat. Dapat diberikan antasida yang mengandung Mg, Al, atau Ca untuk mengurangi penyerapan obat didalam tubuh. Pantau EKG, fungsi ginjal, pH urin, dan pengasaman urin jika diperlukan untuk mencegah kristaluria. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.