Sukses

Pengertian Amlodipine

Amlodipine adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Dengan menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah penyakit stroke, serangan jantung dan masalah ginjal. Amlodipine bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Obat ini juga dapat digunakan untuk membantu mengobati nyeri dada (angina pektoris). Amlodipine dapat membantu menurunkan frekuensi serangan angina (nyeri dada), namun tidak boleh digunakan untuk mengobati serangan nyeri dada ketika sedang terjadi.

Keterangan Amlodipine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium
  • Kandungan: Amlodipine 5 mg; Amlodipine 10 mg
  • Bentuk: Tablet, Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet, Box, 3 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Hexpharm, Bernofarm, Soho, Mutifa, Pharos, Ifars, Puspa Pharma, Indofarma, Phapros, Medikon, Harbat Farma, Errita Pharma, Sejahtera Lestari Farma, Tempo Scan Pasific, Pertiwi Agung, Yarindo, Otto, Erlimpex, Novell, Pratapa Nirmala, Nufarindo, Rama Emerald, First Medifarma, Dexa Medica, Promedrahardjo, Imedco Farma, Zenith, Pfizer, Mulia Farma Suci, Infion, Pyridam Farma, Futamed, Tropica Mas, Sampharindo Perdana, Rama Emerald Multi Sukses, Kimia Farma, Mahakam Beta Farma, Berlico Mulia Farma, Guardian Pharmatama, Interbat, Combiphar, Nulab, Imfarmind.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Carduo. Genvask, Tenvask, Livask, Amlocor, Omesivask, Tensiblat, Konipid, Unisia, Hexavask, Zevask, Bufacardo, Ertensi, Stamotens, Gensia, Dovask, Gracivask, Omesivask.

Kegunaan Amlodipine

Amlodipine digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan nyeri dada (angina pektoris).

Dosis & Cara Penggunaan Amlodipine

Amlodipine termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Amlodipine juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaannya berbeda-beda pada setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.
Aturan penggunaan Amlodipine adalah sebagai berikut:

1. Untuk membantu mengobati Hipertensi

  • Pada manula diminum 2.5 mg sekali sehari.
  • Pada orang dewasa sebagai dosis awal diminum 5 mg lalu selanjutnya dinaikan menjadi 10 mg bila diperlukan.
  • Pada anak-anak 6-17 tahun sebagai dosis awal 2.5 mg lalu selanjutnya dinaikan menjadi 5 mg bila diperlukan.

2. Untuk membantu mengatasi nyeri dada (angina pektoris)

  • Pada manula diminum 2.5 mg sekali sehari.
  • Pada orang dewasa sebagai dosis awal diminum 5 mg lalu selanjutnya dinaikan menjadi 10 mg bila diperlukan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Amlodipine

Efek samping yang mungkin timbul selama penggunaan Amlodipin adalah:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Bengkak pada pergelangan kaki
  • Edema (pembengkakkan karena penumpukan cairan tubuh pada bagian tertentu)
  • Muka merah
  • Mudah kelelahan
  • Jantung berdebar
  • Sakit perut
  • Mual.

Efek samping lain yang jarang terjadi pada penggunaan Amlodipine antara lain:

  • Bingung
  • Ruam kulit
  • Hiperplasia gingival (bengkak pada gusi)
  • Kram otot
  • Dyspnea (sesak nafas).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi hipotensi berat, syok kardiogenik, dan gagal jantung setelah infark miokard akut.

Interaksi Obat

  • Ciclosporin dan tacrolimus dapat meningkatkan konsentrasi Amlodipin dalam plasma darah.
  • Amlodipine meningkatkan konsentrasi simvastatin dalam serum darah.
  • Rifampisin menurunkan konsentrasi Amlodipine dalam plasma darah.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Amlodipine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: denyut jantung lambat, gangguan irama jantung, hipotensi berat, vasodilatasi perifer berlebihan, detak jantung cepat, syok.
  • Penatalaksanaan: Lakukan lavage lambung dan pemberian arang hingga 2 jam setelah konsumsi Amlodipine. Mulai diberikan terapi penunjang kardiovaskular aktif, pantau fungsi jantung dan pernapasan, peningkatan ekstremitas dan perhatian volume cairan sirkulasi dan keluaran urin. Untuk memulihkan tonus pembuluh darah dan tekanan darah, dapat diberikan vasokonstriktor dan  Ca glukonat disuntikkan melalui pembuluh darah untuk membalikkan efek penghambat saluran Ca. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.