Sukses

Nama Generik: Ambroxol

Golongan: Obat Keras

Harga Ambroxol Tablet 30 mg: Rp1.400 – Rp9.000/strip

Harga Ambroxol Sirup 15 mg/5 ml: Rp4.500 - Rp16.000 per botol 60 ml

Pengertian Ambroxol

Batuk atau masalah pada saluran napas atas membuat aktivitas harian terganggu. Apalagi, jika terdapat dahak yang sulit dikeluarkan.

Saat situasi itu terjadi, mengonsumsi obat batuk Ambroxol bisa menjadi solusi.

Obat Ambroxol juga sering diresepkan untuk mengatasi gejala batuk akibat COVID-19.

Ambroxol adalah agen mukolitik sistemik. Obat ini terbukti secara klinis dapat digunakan untuk mengencerkan dahak dan melegakan saluran pernapasan.

Ambroxol memecah serat mukopolisakarida yang menjadikan dahak lebih tipis dan kurang kental, sehingga lebih mudah dikeluarkan bersama batuk.

Selain dengan obat-obatan, pasien disarankan untuk minum air hangat untuk membantu mempermudah pengeluaran dahak atau pengencerannya.

Selain itu, hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung minyak.

Artikel Lainnya: Pergi ke Rumah Sakit Berisiko Saat Pandemi, Ini Cara Obati Batuk di Rumah

Keterangan Ambroxol

1. Kelas Terapi

 Pengencer dahak

2. Kandungan

Tablet Ambroxol 30 mg. Sirup Ambroxol 15 mg / 5 mL

3. Kemasan

Strip @ 10 tablet. Botol @ 60 ml; Botol @ 15 mL

4. Merek Dagang

Tablet: Lapimuc, Erlapect, Galpect Tablet, Famoxol, Limoxin, Interpect, Stunic, Flegma.

Sirup: Propect, Galpect Sirup, Megapect, Broxal, Flegma, Epexol, Broxolic, Silopect, Zenabroxol.

Kegunaan Ambroxol

1. Indikasi

Ambroxol digunakan sebagai pengencer dahak dan pelega saluran pernapasan.

Misalnya,  dipakai pada kondisi trakeobronkitis, emfisema dengan bronkitis pneumokoniosis, radang paru kronis, bronkiektasis, dan bronkospasme.

2. Kontraindikasi

Tidak ada kontraindikasi yang absolut terkait konsumsi Ambroxol.

Namun, sebaiknya hindari penggunaan pada pasien dengan masalah tukak lambung dan hipersensitif Ambroxol.

Artikel Lainnya: 5 Jurus Meredakan Batuk dengan Cepat

Cek Dosis Umum dan Cara Pakai Ambroxol

Obat Ambroxol termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Berikut dosis Ambroxol yang dianjurkan.

  • Tablet Ambroxol

Anak usia 6-12 tahun: ½-1 tablet, diberikan 2-3 kali sehari.

Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1 tablet, diberikan 3 kali sehari atau 2 tablet diberikan 2 kali sehari.

  • Sirup Ambroxol

Anak usia 2-5 tahun: ½-1 sendok takar (2.5-5 ml), diberikan 3 kali sehari.

Anak usia 6-12 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diberikan 2-3 kali sehari.

Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), diberikan 3 kali sehari.

Efek Samping Ambroxol

Efek samping Ambroxol yang umum terjadi adalah mulas, mulut atau tenggorokan kering, perubahan rasa, mual, muntah, serta diare.

Bagaimana Cara Konsumsi Ambroxol dengan Benar?

Ambroxol hanya bisa dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter.

Pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan yang tertera di label obat dan tidak mengubah dosis yang sudah diberikan oleh dokter.

Ambroxol dapat dikonsumsi sesudah makan. Jika Anda melewatkan satu dosis, maka segera minum ketika ingat.

Akan tetapi, jika waktu minum obat berikutnya jaraknya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu.

Simpan Ambroxol pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Artikel Lainnya: Ini Etika Batuk yang Benar agar Tidak Menular

Apakah Ambroxol Dapat Berinteraksi dengan Obat Lain?

Penggunaan Ambroxol dengan antitusif dapat meningkatkan risiko berkurangnya sekresi dahak.

Sementara, penggunaan Ambroxol dengan antibiotik, misalnya cefuroxime, doksisiklin, eritromisin, akan meningkatkan konsentrasi serum.

Apakah Ambroxol Aman Digunakan oleh Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Food and Drugs Administration (FDA), penggunaan Ambroxol pada ibu hamil masuk dalam kategori C atau mungkin berisiko.

Sementara itu, obat batuk Ambroxol diduga dapat menghambat produksi ASI pada ibu menyusui.

Bahkan, Ambroxol bisa meresap pada ASI ibu yang diresepkan sebagai obat batuk COVID-19.

Sebaiknya, konsultasikan dahulu kondisi Anda kepada dokter.

(HNS/AYU)

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm.

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S. S.Farm.

Artikel
Penyakit Terkait