Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Tips Melakukan Dry Humping dengan Aman

Dry humping adalah istilah seks non-penetrasi, yang bisa dilakukan sendiri maupun dengan pasangan. Cari tahu lebih jauh soal dry sex tersebut di sini.

Dry humping adalah aktivitas seksual dengan menggosok-gosokkan bagian pribadi ke bagian tubuh atau alat kelamin pasangan. Anda juga bisa menggunakan benda mati, seperti bantal, sofa, atau benda lainnya demi merasakan kepuasan seksual dan bahkan mencapai orgasme.

Lantas, apakah dry humping aman dilakukan? Dan bagaimana posisi yang direkomendasikan untuk melakukan dry sex? Untuk menjawab itu semua, simak ulasan berikut. 

1 dari 4 halaman

Apakah Dry Humping Aman Dilakukan?

Sebagian besar dry humping, melansir dari Healthline, baik yang dilakukan sendiri atau bersama pasangan tidak memiliki risiko kehamilan. Aktivitas tersebut sangat cocok untuk pasangan yang sedang menunda kehamilan.

Dijelaskan dr. Dyah Novita Anggraini, tindakan seks non-penetrasi ini memang aman. Namun, jika tidak berhati-hati, Anda masih bisa terkena infeksi menular seksual (IMS). Hal ini karena IMS dapat ditularkan melalui pertukaran cairan atau kontak kulit ke kulit.

Dry humping aman dilakukan jika hanya pada satu pasangan, artinya tidak berganti-ganti. Aman juga selama masing-masing pasangan tidak memiliki infeksi kulit,” ucap dr. Dyah Novita. 

Artikel lainnya: Pelumas Alami yang Aman untuk Berhubungan Seksual

Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memastikan status IMS masing-masing bersama pasangan. Jika pasangan memiliki infeksi menular seksual, sebaiknya hindari melakukan dry humping dan lakukan hubungan seksual dengan pengaman. 

Kemudian jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter dan mencari perawatan yang tepat untuk penyakit IMS yang diderita.

2 dari 4 halaman

Tips Melakukan Dry Humping yang Aman

Aktivitas dry humping bisa dilakukan sendiri atau pun bersama pasangan. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menikmati dry humping solo. 

Kuncinya adalah menggunakan sesuatu untuk digosok ke alat vital Anda. Jangan gunakan benda yang bersifat tajam untuk menghindari luka atau lecet. Pilihan benda yang mungkin bisa Anda gunakan seperti bantal atau boneka.

Jika bersama pasangan, Anda dapat melakukan dry humping dengan menggosok alat kelamin ke paha, bokong, atau bagian tubuh lainnya dari pasangan. Pilih area yang Anda suka dan dirasa paling nyaman.

Anda bisa memanfaatkan dry humping sebagai foreplay sebelum masuk ke “sesi utama”. Kalaupun hal itu tidak menjadi pilihan, dry humping tetap bisa menyenangkan dilakukan untuk membangun romantisme dan keintiman.

Artikel lainnya: Pengaruh Hormon Testosteron pada Gairah Seks Wanita

3 dari 4 halaman

Rekomendasi Posisi Dry Humping

Ada beberapa posisi yang direkomendasikan saat melakukan dry humping, yakni:

  1. Posisi Misionaris. Pada posisi ini, wanita berbaring dengan kaki terbuka dan lutut ditekuk. Pria yang berada di atas wanita dapat mulai menggesekkan penis ke tubuh wanita.
  2. Posisi Cowgirl. Pada posisi, baik wanita maupun pria dapat mengangkangi pasangannya yang sedang duduk atau berbaring. Posisi ini memungkinkan Anda mendapatkan bebas gesekan yang panas dan menggairahkan. 
  3. Posisi Bersisian. Anda berdua bisa saling berhadapan, baik dalam posisi tidur maupun berdiri. Saling hubungkan kaki Anda dan pasangan, lalu mulailah menggesekkan alat kelamin.

Tapi, bagaimana jika Anda ingin mencoba dry humping sendirian? Berikut caranya.

  1. Gunakan bantal. Berbaringlah di atas bantal atau letakan bantal di antara kaki Anda. Mulailah menggosok bantal ke alat kelamin Anda. 
  2. Gunakan vibrator atau sex toys. Gunakan mainan seks atau alat vibrator hanya di luar alat kelamin. Anda juga bisa menggunakannya di zona erotis lainnya, seperti puting payudara.

Coba variasikan kehidupan seksual Anda, baik sendiri maupun bersama pasangan. Tak melulu harus bercinta, dry humping bisa menjadi cara seru bermesraan dengan si dia. Coba komunikasikan posisi yang paling nyaman buat Anda dan pasangan.

Jika Anda membutuhkan konsultasi medis seputar kehidupan seksual, chat dengan dokter kami di layanan Live Chat.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar