Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hepatitis Bisa Sebabkan Darah Tinggi, Bagaimana Faktanya?

Hepatitis Bisa Sebabkan Darah Tinggi, Bagaimana Faktanya?

Penyakit hepatitis disebut-sebut dapat memicu tekanan darah tinggi. Benarkah hepatitis penyebab hipertensi? Kita simak faktanya di sini.

Peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis B dan C dapat menyebabkan komplikasi penyakit, seperti sirosis hati. Kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang mengalami hipertensi.

Bagaimana komplikasi hepatitis picu tekanan darah tinggi? Simak selengkapnya di sini.

1 dari 3 halaman

Menelusuri Hepatitis Penyebab Hipertensi

Fibrosis merupakan salah satu komplikasi hepatitis yang paling umum terjadi. Mengutip Verywell Health, kondisi ini mulanya dipicu oleh peradangan terus-menerus yang menyebabkan kerusakan hati.

Ketika hati mengalami kerusakan, organ ini menciptakan jaringan parut guna memperbaiki diri sendiri. Sayangnya, jaringan parut menyebabkan hati tidak dapat bekerja seperti semula, akibatnya terjadilah fibrosis. 

Fibrosis yang berkembang dan semakin meluas disebut sebagai sirosis. Berdasarkan Healthline, sirosis menimbulkan jaringan parut yang parah, sehingga memperburuk fungsi hati.

Jaringan parut terbentuk akibat paparan racun alkohol maupun infeksi virus, termasuk hepatitis B dan C. 

Jaringan parut juga merupakan pertanda hati mengalami luka. Ketika hati terluka dan tidak dapat berfungsi dengan baik, kondisi inilah yang menyebabkan sirosis.

Artikel lainnya: Kenali Berbagai Jenis Hepatitis, Manakah yang Paling Berbahaya?

Dokter Devia Irine Putri menambahkan, “Kondisi sirosis hati membuat jaringan hati mengeras dan tidak berfungsi dengan baik.”

Ketika hati menyusut dan mengeras, hal ini menyebabkan darah yang kaya nutrisi tidak dapat mengalir dari vena portal menuju hati. Akibatnya, terjadilah hipertensi portal. 

“Hipertensi portal merupakan kondisi ketika darah tidak bisa mengalir dengan baik di organ hati. Akibatnya, terjadi tekanan yang lebih besar pada pembuluh vena portal yang langsung (membawa darah dari organ pencernaan) menuju hati,” kata dr. Devia.

Ketika tekanan darah tinggi terjadi pada vena portal, varises esofagus (pembuluh darah abnormal di bagian bawah saluran antara tenggorokan dan perut) dapat pecah dan berdarah.

“Sehingga menyebabkan keluhan muntah darah, BAB (feses) hitam, pada penderitanya,” jelas dr. Devia.

2 dari 3 halaman

Penyebab Hipertensi Portal

Sirosis merupakan penyebab utama terjadinya hipertensi portal. Selain infeksi hepatitis dan penyalahgunaan alkohol, penyebab sirosis yang juga dapat meningkatkan risiko hipertensi portal, antara lain:

  • penyakit autoimun pada hati seperti hepatitis autoimun, primary sclerosing cholangitis, dan primary biliary cholangitis;
  • penyakit hati berlemak non-alkohol;
  • penumpukan zat besi di dalam tubuh;
  • fibrosis kistik;
  • saluran empedu yang kurang berkembang;
  • infeksi hati; dan
  • reaksi terhadap obat-obatan tertentu, seperti metotreksat.

Artikel lainnya: Fakta Seputar Hepatitis yang Perlu Anda Ketahui

Untuk mencegah terjadinya hipertensi portal, hindarilah aktivitas yang dapat menyebabkan hepatitis dan memicu sirosis, seperti: 

  • konsumsi narkoba, 
  • membuat tato maupun tindik dalam kondisi tidak sehat,
  • melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan banyak pasangan, serta
  • konsumsi alkohol

Selain itu, hipertensi portal juga dapat diatasi dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, berolahraga secara teratur, serta tidak merokok.

Jika Anda mengalami hipertensi portal sebagai buntut infeksi hepatitis B, temui dokter dan konsultasikan soal peluang Anda memperoleh vaksinasi hepatitis B.

Dokter juga dapat merekomendasikan Anda obat-obatan yang membantu mengurangi tekanan darah serta mengendurkan pembuluh darah, seperti beta-blocker.

Obat lain yang dapat menurunkan hipertensi di vena portal termasuk propranolol dan isosorbide. Kedua obat tersebut juga dapat mengurangi risiko perdarahan internal, menilik Healthline.

Itu penjelasan seputar hepatitis penyebab hipertensi. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar hepatitis, konsultasi ke dokter via Live Chat.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar