Sukses

Tanda-Tanda Haid yang Wajib Wanita Ketahui

Ciri-ciri haid akan datang kadang suka disalahartikan. Agar lebih kenal dengan tubuh sendiri, pahami dulu 10 tanda menstruasi berikut.

Bagi wanita, tanda-tanda haid terkadang bikin bingung. Sebab, gejalanya mirip kondisi saat akan terserang penyakit.​​​​​​​

Misalnya, sakit kepala yang muncul mendadak, asam lambung bergejolak, hingga perut mual dan kembung. 

Agar tidak keliru, mari kenali tanda-tanda mau haid, baik yang normal maupun tidak normal

1 dari 3 halaman

Tanda-Tanda Haid Normal

Tanda-tanda menstruasi akan datang itu ada banyak. Hal yang perlu digarisbawahi, tidak semua wanita mengalami tanda premenstrual syndrome (PMS) 1-2 minggu sebelum haid. Hal demikian terbilang normal.

Adapun sejumlah ciri-ciri haid akan datang yang biasanya terjadi pada kaum hawa, yaitu:

Artikel Lainnya: Pria Perlu Paham Siklus Haid Pasangan, Ini Alasannya

1. Peningkatan Nafsu Makan 

Rasa lapar dan ingin makan ini-itu lebih susah dikontrol ketika mau datang bulan. Mulai dari yang manis sampai yang pedas, pokoknya semua ingin dilahap. Ketika darah haid keluar, nafsu makan perlahan normal kembali.

2. Perut Kembung

Tanda mau haid yang normal berikutnya adalah kembung. Bukan karena kebanyakan minum, wanita yang mau datang bulan memang suka kembung akibat perubahan hormon.

Jika sedari awal sudah memiliki masalah lambung, rasa tidak enak di perut akan semakin menjadi-jadi.

3. Payudara Tegang dan Nyeri

Meski belum menyusui, PMS juga bisa menyebabkan bagian payudara, khususnya puting, menjadi lebih tegang dan nyeri.

Saat disentuh, payudara secara keseluruhan juga akan terasa lebih keras. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya hormon prolaktin.

4. Jerawat

Jangan heran jika wajah Anda lebih bertekstur di masa-masa mau menstruasi. Pasalnya, lonjakan hormon progesteron dapat memicu peningkatan produksi sebum.

Sebum yang menumpuk dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat rentan muncul.

5. Perubahan Mood

Menjelang datang bulan, wanita bisa super sensitif sehingga mudah kesal, sedih, cemas, dan senang hanya karena hal kecil. Gejala ini akan berakhir saat menstruasi terjadi.

Artikel Lainnya: Benarkah Haid Tidak Teratur Mengganggu Kesuburan?

6. Insomnia

Susah tidur padahal tak minum minuman berkafein? Mungkin Anda mau menstruasi. Insomnia termasuk gejala PMS yang kerap dialami sebagian wanita. Meski lelah, rasa kantuk tak kunjung tiba.  

Saat haid sudah terjadi, rasa kantuk justru muncul terus.

7. Sakit Kepala

Tanda haid yang satu ini juga disebabkan oleh faktor hormonal. Hormon serotonin di otak diganggu oleh hormon estrogen yang meningkat sebelum haid. Alhasil, wanita akan mengalami sakit kepala. 

Kondisi PMS juga dapat memicu migrain pada sebagian wanita. Sebaiknya, Anda tidak minum minuman berkafein untuk mengurangi sakit kepala.

Lebih baik, konsumsi obat parasetamol dan minum air putih yang cukup untuk meredakan gejala sakit kepala.

8. Diare 

Sebagian wanita ada yang mengalami diare menjelang menstruasi akibat prostaglandin. 

Zat ini memicu kontraksi di rahim maupun usus sehingga masalah pencernaan bisa terjadi jika kadarnya terlalu banyak. Hati-hati, tingginya kadar prostaglandin juga meningkatkan rasa nyeri saat menstruasi.

9. Perut Bawah dan Punggung Nyeri 

Bila gejala ini muncul, umumnya wanita mulai peka bahwa hal-hal yang dirasakannya selama ini merupakan tanda haid akan datang.

Saat lapisan rahim luruh menjadi darah haid, proses tersebut memang bisa menyebabkan nyeri dan kram, tetapi tidak sampai parah.

Wanita yang sedari awal punya masalah endometriosis, radang panggul, dan penyempitan leher rahim lebih berisiko mengalami nyeri dan kram haid yang cukup hebat.

10. Sulit Berkonsentrasi

Sulit berkonsentrasi bisa menjadi tanda-tanda mau haid. Sulit berkonsentrasi termasuk keluhan yang dapat muncul pada pre-menstrual syndrome (PMS). 

Tentunya, sulit konsentrasi juga bisa disebabkan hal lain. Jika hal ini disebabkan PMS, maka kemungkinan dapat berulang setiap bulan menjelang haid.

Artikel Lainnya: Penyebab Darah Haid Hitam dan Keluar Cacing

2 dari 3 halaman

Apa Saja Tanda-Tanda Haid yang Tidak Normal?

Wanita wajib tahu mengenai ini, sehingga tahu kapan harus ke dokter. Berikut tanda-tanda menstruasi tidak normal:

  • Darah Keluar Terlalu Banyak

Volume darah keluar terlalu banyak (lebih dari 60 ml), sehingga Anda harus ganti pembalut tiap jam. 

Gejala haid tidak normal ini harus segera diatasi karena bisa menyebabkan anemia. Endometriosis, radang panggul, dan kanker rahim bisa jadi pemicunya.

  • Sering Telat

Menstruasi sering terlambat bahkan terhenti? Jika Anda tidak haid lebih dari tiga bulan, ada beberapa kondisi medis yang mungkin jadi penyebabnya selain hamil.

Stres berat, kecapekan, gangguan makan, obesitas, masalah tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), hingga hormon tidak seimbang bisa mendasarinya.

  • Nyeri Berlebih

Tanda mau haid yang tidak normal berikutnya adalah rasa nyeri berlebihan. Endometriosis dan fibroid bisa menyebabkan gejala PMS muncul lebih parah.

Jika sudah sampai menghambat aktivitas, lebih baik segera periksakan ke dokter. Dokter biasanya akan memeriksa dengan tes pap smear, laparoskopi, cek panggul, dan ultrasonografi.

Artikel Lainnya: Menstrual Synchrony Bikin Siklus Haid Berbarengan, Faktakah? 

  • Perdarahan di Luar Siklus Haid

Hati-hati jika darah haid keluar lebih dari tujuh hari, begitu pula perdarahan yang keluar di antara fase menstruasi. Ciri-ciri haid tersebut bisa dikatakan tidak normal.

Meski tidak terasa nyeri, akan lebih baik jika kondisi itu diperiksakan ke dokter. Karena, dikhawatirkan ada luka atau masalah serius lainnya.

Itu dia informasi seputar tanda-tanda haid atau menstruasi yang perlu diketahui. Ada pertanyaan seputar kesehatan reproduksi? 

Yuk, konsultasikan kepada dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Referensi: 

  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Premenstrual syndrome (PMS).

7 Komentar