Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Kopi Bisa Dijadikan Alat Diagnosis Virus Corona?

Benarkah Kopi Bisa Dijadikan Alat Diagnosis Virus Corona?

Selain jadi minuman favorit banyak orang, kopi juga diklaim bisa jadi alat diagnosis virus corona. Apakah medis sependapat dengan klaim tersebut?

Kopi, minuman berkafein yang sering dijadikan sebagai teman menjalani hari. Si hitam ini nan pahit ini tidak hanya dapat mendongkrak stamina, tapi juga diduga mampu menjadi alat diagnosis infeksi virus corona.

Dugaan kopi diagnosis corona virus berhubungan dengan gejala anosmia alias kehilangan indra penciuman akibat COVID-19

Lantas, bagaimana pandangan medis mengenai hal tersebut? Apakah benar kopi dapat secara efektif mendiagnosis infeksi virus corona pada seseorang?

1 dari 3 halaman

Diagnosis Virus Corona dengan Kopi

Melansir Times of India, anosmia alias kehilangan indra penciuman merupakan gejala yang umum dialami oleh pasien COVID-19. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang pasti untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Anosmia akibat COVID-19 tidak seperti kemampuan indra penciuman yang berkurang karena hidung tersumbat. 

Kondisi ini digambarkan sebagai keadaan saat seseorang tak mampu merasakan berbagai aroma, sekalipun sangat menyengat.

Terdapat sebuah pendapat yang mengatakan bahwa kondisi anosmia dapat dideteksi dengan bantuan kopi. 

Pendapat tersebut mengatakan, bubuk kopi dapat digunakan untuk melihat seberapa jauh kemampuan indra penciuman seseorang.

Tidak hanya itu, jika saat mengonsumsi kopi Anda tidak bisa merasakan rasa pahit atau manis, maka kemungkinan besar hal tersebut merupakan gejala kehilangan indra perasa akibat COVID-19.

Artikel Lainnya: Benarkah Kopi Berpotensi Cegah Infeksi Virus Corona?

Apakah pendapat tersebut dapat dibenarkan secara medis? Menjawab pertanyaan, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti angkat bicara. 

Dirinya mengatakan, pendapat tersebut bermula dari penggunaan kopi sebagai ‘alat’ untuk mendeteksi virus corona dengan memanfaatkan anosmia sebagai salah satu gejala khas. 

“Tapi, perlu diingat, anosmia tidak selalu terjadi akibat infeksi virus corona. COVID-19  juga tidak selalu didahului dengan gejala anosmia,” ucap dr. Astrid.

“Ada pasien yang tidak mengalami gejala tersebut sama sekali sampai (dinyatakan) sembuh,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Mau Cegah Virus Corona? Ketahui Dulu Beda Disinfektan dan Antiseptik

2 dari 3 halaman

Seberapa Efektif Diagnosis Virus Corona dengan Kopi?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mengungkap efektivitas kopi untuk diagnosis infeksi virus corona. 

Pasalnya, seperti yang dibilang dr. Astrid, tidak semua pasien virus corona akan mengalami gejala anosmia; dan tidak semua kasus anosmia terjadi akibat COVID-19. 

Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak mengandalkan kopi sebagai alat diagnosis infeksi virus corona. Karena pada dasarnya, cara terbaik untuk mendeteksi virus corona adalah PCR swab test.

Ingin tahu lebih dalam mengenai virus corona tanpa terjebak hoaks? Anda dianjurkan untuk melakukan konsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar