Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gula Sukrosa vs Laktosa, Mana yang Lebih Baik bagi Anak?

Gula Sukrosa vs Laktosa, Mana yang Lebih Baik bagi Anak?

Ada berbagai jenis gula yang beredar di masyarakat. Namun, gula jenis apa yang baik digunakan untuk anak? Simak penjelasan berikut ini.

Asupan gula sering dianggap berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama untuk anak-anak. Banyak orang tua khawatir konsumsi gula dapat memicu terjadinya obesitas dan penyakit diabetes sejak dini.

Alhasil, mereka melarang anaknya untuk makan makanan manis dan cenderung memilih produk makanan bebas gula untuk si kecil.

Faktanya, asupan gula tidak selalu menyebabkan bahaya atau berdampak negatif untuk tubuh anak. Gula pada dasarnya punya peran penting, yaitu sebagai salah satu sumber energi tubuh.

Maka, agar si kecil tetap sehat, orang tua harus memilih asupan gula yang baik. Orang tua juga harus mengenal jenis gula apa yang kurang baik bagi tubuh anak bila dikonsumsi kebanyakan.

Terdapat dua jenis gula yang perlu diketahui, antara lain:

  • Sukrosa

Sukrosa adalah gula pasir yang banyak ditemukan di pasaran. Sukrosa terdiri dari glukosa dan fruktosa. Glukosa disimpan tubuh untuk diubah menjadi energi, sedangkan fruktosa akan diubah menjadi lemak.

  • Laktosa

Laktosa adalah salah satu jenis karbohidrat utama yang secara alami ditemukan di dalam kandungan ASI. Laktosa juga berfungsi sebagai sumber energi untuk otak. Rasa manis gula laktosa lebih rendah dibandingkan sukrosa.

Artikel Lainnya: Apa Arti dari Istilah Sugar Rush pada Anak?

1 dari 3 halaman

Bahaya Kebanyakan Mengonsumsi Gula Sukrosa

Meskipun sukrosa termasuk salah satu sumber energi tubuh, namun gula jenis ini tidak baik jika dikonsumsi berlebihan.

Anak yang kebanyakan mengonsumsi gula sukrosa dapat mengalami gangguan keseimbangan energi.

Berikut beberapa dampak kesehatan yang dapat terjadi bila anak mengonsumsi gula sukrosa berlebihan.

1. Obesitas

Mengonsumsi sukrosa secara berlebihan dapat menyebabkan anak mengalami obesitas. Sebab, sumber energi yang tidak terpakai dalam bentuk fruktosa akan disimpan sebagai lemak.

2. Kekurangan Gizi

Kekurangan gizi adalah salah satu bahaya yang dapat terjadi apabila anak kebanyakan mengonsumsi gula sukrosa.

Hal ini disebabkan karena kebutuhan nutrisi yang lain jadi bergeser dan didominasi oleh karbohidrat.

3. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Menurut salah satu penelitian di Finlandia, konsumsi sukrosa berlebihan dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Anak yang mengonsumsi sukrosa dalam jumlah berlebihan ditemukan punya tinggi badan yang lebih pendek 1.5 cm. Hal ini berlaku ketika dibandingkan dengan anak yang lebih sedikit mengonsumsi gula sukrosa.

4. Giginya Mudah Berlubang

Asupan sukrosa berlebihan dari makanan dan minuman dapat mengakibatkan gangguan lapisan gigi (enamel).

Pasalnya, sukrosa membuat gigi menjadi lebih asam dan mengubah komposisi kandungan mineral gigi. Akibatnya, gigi anak menjadi mudah berlubang.

Artikel Lainnya: Benarkah Gula Sebabkan Anak Jadi Hiperaktif?

2 dari 3 halaman

Apa Laktosa Lebih Aman dan Bermanfaat bagi Anak?

Laktosa merupakan sumber karbohidrat utama yang ditemukan di dalam kandungan air susu ibu (ASI). Selain terdapat di ASI, laktosa juga ditemukan secara alami dalam susu sapi dan produk olahannya.

Perkembangan anak bisa menjadi lebih optimal apabila ia mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup sejak kecil.

Berikut beberapa manfaat gula laktosa bagi anak dan mengapa laktosa lebih aman dikonsumsi oleh tubuh.

1. Laktosa Mengandung Indeks Glikemik Rendah

Indeks glikemik adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat di dalam makanan diubah menjadi gula. Semakin rendah kadarnya, semakin lambat proses perubahan menjadi gula.

Laktosa memiliki kadar indeks glikemik yang lebih rendah dari glukosa. Oleh karena itu, glukosa aman dikonsumsi karena dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes pada anak.

2. Membantu Pertumbuhan Otak

Laktosa terbentuk dari galaktosa yang membantu pembentukan galaktolipid. Galaktolipid ini berperan dalam perkembangan otak dan jaringan saraf.

3. Memperlancar Sistem Pencernaan

Laktosa membantu perkembangan bakteri Lactobacillus di dalam usus halus. Lactobacillus merupakan bakteri baik yang membantu melawan mikroorganisme jahat di dalam sistem pencernaan.

4. Memperkuat Tulang

Laktosa punya peran penting untuk penyerapan kalsium di dalam tubuh. Penyerapan kalsium yang optimal dapat membantu memperkuat tulang anak. 

Artikel Lainnya: Benarkah Anak Sering Ngemil Makanan Manis Picu Diabetes?

Kini Anda sudah tahu, kan, jenis gula apa yang baik untuk perkembangan anak? Ya, gula jenis laktosa merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan gula sukrosa.

Laktosa memiliki sejumlah manfaat kesehatan dan merupakan sumber nutrisi yang baik untuk perkembangan tubuh anak.

Sejatinya, gula dibutuhkan tubuh untuk proses tumbuh kembang anak. Orang tua harus cermat dalam memilih asupan gula terbaik untuk anak, ya.

Bila masih ada pertanyaan seputar tentang sukrosa dan laktosa ataupun kesehatan anak, Anda bisa langsung LiveChat di Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar