Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Seberapa Besar Risiko Aksi Demo Munculkan Klaster Baru Virus Corona?

Seberapa Besar Risiko Aksi Demo Munculkan Klaster Baru Virus Corona?

Berkumpulnya massa aksi Omnibus Law kemarin menyita perhatian. Apakah aksi demo ini bisa memunculkan klaster baru virus corona? Simak kata dokter ini.

Pengesahkan Omnibus Law alias Undang-undang (UU) Cipta Kerja, Senin (5/10) lalu, memantik penolakan dari publik. Gelombang aksi demonstrasi muncul di seluruh Indonesia, Kamis (8/10).

Kerumunan massa aksi di situasi tengah pandemi corona menjadi kekhawatiran berbagai pihak. Kondisi tersebut berisiko memunculkan klaster baru penularan virus corona. Apa kata dokter soal ini?

1 dari 3 halaman

Apakah Demonstrasi Dapat Memicu Klaster Baru Corona?

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menyebut demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah dapat memicu munculnya klaster virus corona. Sebab, dalam banyak kasus, teknis pelaksanaan demo tidak sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. 

“Dari beberapa kiat dasar pencegahan sudah pasti tidak bisa dipenuhi. Misalnya, menjaga jarak 1-2 meter antarorang dan meminimalkan aktivitas yang melibatkan embusan udara pernapasan,” jelas dr. Astrid.

“Karena kalau demo itu kan biasanya pasti ada orasi dan komunikasi antarpeserta dalam satu tim untuk koordinasi gerakan,” dia menambahkan.

Belum lagi dampak demonstrasi bagi tubuh. Ada potensi imunitas tubuh turun karena lelah, lapar, dan kurang minum. Faktor lainnya adalah perilaku pendemo yang sering lepas-pasang masker selama turun ke jalan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, juga mengutarakan hal senada.

“Kami mengimbau kepada semua pihak yang ingin menyampaikan aspirasinya, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis.

Dia mengingatkan, pandemi belum berakhir. Penyampaian aspirasi harus disertai kesadaran terhadap risiko peningkatan penularan COVID-19.

Artikel lainnya: Terpaksa Naik Kendaraan Umum Saat Wabah Virus Corona, Ini Tipsnya!

2 dari 3 halaman

Bisakah Mencegah Terinfeksi Corona saat Demo?

Berdemonstrasi di tengah pandemi memang situasi yang dilematis. Penularan virus corona tidak terelakkan ketika protokol kesehatan tidak dilaksanakan.

Bisa saja seorang demonstran disiplin menerapkan standar kesehatan, tapi belum tentu orang lain bertindak serupa. Sebab, demonstrasi yang terjadi melibatkan massa yang besar. 

Meski begitu, masih ada upaya yang bisa dilakukan, yaitu melindungi orang di rumah dari risiko penularan. 

Mengutip National Public Radio (NPR) AA, ahli mengatakan perlu beberapa minggu setelah aksi protes sebelum penularan virus corona diketahui. Infeksi COVID-19 memiliki masa inkubasi hingga dua pekan.

Spesialis penyakit menular dari Boston Medical Center, dr. Cassandra Pierre, mengingatkan supaya pendemo terlebih dahulu memperhitungkan risiko. Dampak bagi orang-orang yang tinggal di rumah juga jangan sampai ditakar. 

Artikel lainnya: Mengungkap Ancaman Klaster Keluarga COVID-19 di Indonesia

Jika di rumah terdapat orang dengan kategori rentan, seperti lansia dan orang dengan penyakit bawaan, Anda harus ekstra waspada.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan penghuni rumah, yaitu:

  1. Membersihkan Diri dengan Baik

Begitu sampai rumah, langsung mandi dan keramas. Ganti semua pakaian Anda untuk mencegah risiko penularan virus yang mungkin menempel saat berdemo.

Setelah itu, jangan lupa juga untuk mencuci seluruh pakaian yang dikenakan.

  1. Jalani tes

Menurut dr. Astrid, guna meminimalkan risiko penularan, ada baiknya para pengunjuk rasa melakukan tes swab. Upaya tersebut baik dilakukan sebelum maupun sesudah aksi. 

  1. Jaga Jarak dengan Orang di Rumah

Menjaga jarak yang dianjurkan, setidaknya 1 meter dari orang lain yang ada di rumah. Hal tersebut secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan penularan virus corona.

  1. Memakai Masker di Rumah

Meski terkesan tidak nyaman, memakai masker bertujuan untuk menjaga keluarga dari risiko terpapar COVID-19.

Tak ada yang salah dengan berdemo dan menyampaikan pendapat. Namun, tetap perhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai klaster virus corona muncul dari aksi demo tersebut.

Jangan ketinggalan info terbaru seputar virus corona hanya di aplikasi KlikDokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar