Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kluster Baru, 25 Pegawai Universitas Hasanudddin Positif COVID-19

Kluster Baru, 25 Pegawai Universitas Hasanudddin Positif COVID-19

Sebanyak 25 pegawai Unhas dinyatakan positif virus corona, namun mereka semua tidak mengalami gejala alias OTG! Bagaimana penyebarannya?

Semenjak mengganasnya virus corona di Indonesia sejak bulan Maret lalu, banyak universitas yang menerapkan sistem pembelajaran online. Ini karena area kampus dipercaya bisa menjadi salah satu tempat penyebaran virus corona yang besar.

Pendapat ini pun diperkuat dengan kasus munculnya klaster baru, di mana ada 25 pegawai Universitas Hasanuddin di Makassar yang positif COVID-19.

Tes Swab Massal, 25 Pegawai Universitas Hasanuddin Positif Virus Corona

Dilansir dari Kompas, Selasa (25/6) lalu, sebanyak 25 pegawai Universitas Hasanuddin di Makassar, dinyatakan positif virus corona setelah melakukan swab test PCR (polymerase chain reaction).

Ketua Tim Satgas COVID-19 Unhas, Prof. Budu mengatakan, 25 pegawai ini dinyatakan positif virus corona setelah 37 pegawai sebelumnya melakukan rapid test dan memiliki hasil yang reaktif.

Menurut penjelasan Budu, awalnya hanya ada 17 pegawai yang dinyatakan reaktif virus corona. Akan tetapi, di hari kedua rapid test, ditemukan hasil penambahan 20 pegawai yang reaktif.

Dari 2000 pegawai yang mengikuti tes COVID-19, sejumlah 25 di antaranya dinyatakan positif tanpa gejala klinis yang signifikan, alias Orang Tanpa Gejala (OTG).

Budu mengatakan seluruh pegawai yang dinyatakan positif dalam keadaan sehat dan tanpa gejala.

Dirinya pun tidak membayangkan, apabila di area tersebut tidak dilakukan tes massal, maka jumlah pegawai yang positif virus corona pun akan semakin banyak.

Sebanyak 25 pegawai yang positif virus corona tersebar di sejumlah unit kerja di Unhas, seperti berikut ini.

  1. Fakultas Kesehatan Masyarakat.
  2. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.
  3. Fakultas MIPA.
  4. Fakultas Teknik.
  5. Fakultas Farmasi.
  6. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
  7. Satuan Pengamanan Kampus.
  8. Fakultas Hukum.
  9. Kantor Pusat.
  10. Fakultas Peternakan.
  11. Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
  12. Unit Kearsipan.

Kabarnya, para pegawai yang positif corona tersebut sudah dikarantina dan diisolasi secara ketat.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Unhas juga sudah melakukan koordinasi dengan gugus tugas COVID-19 Sulawesi Selatan dan Makassar, agar para pegawai tersebut ditempatkan di sebuah hotel yang sudah disiapkan pemerintah untuk menjalani masa karantina dan isolasi.

Budu pun meminta untuk segera melakukan tracking contact agar bisa ditelusuri lagi siapa saja yang sudah berkontak langsung dengan 25 pegawai Unhas tersebut.

Selain itu, pihak Unhas akan memfasilitasi penuh penanganan para pegawai yang terinfeksi virus dengan tidak membebankan biaya perawatan isolasi.

Andariadi, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan 25 pegawai Unhas yang positif virus corona.

Dirinya masih belum bisa memastikan apakah 25 orang tersebut tertular dari orang yang sama atau tidak.

Selain itu, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menuturkan, langkah Unhas melakukan tes swab massal adalah sebagai upaya untuk mendukung pemerintah memberantas dan memutus rantai penularan virus corona.

Ia juga mengatakan, pihak universitas tidak akan menutup informasi apapun terkait pegawainya yang tertular virus corona.

Artikel Lainnya: Begini Kondisi Bayi yang Terinfeksi Virus Corona

1 dari 4 halaman

Pegawai Unhas yang Positif COVID-19 Tertular dari Luar Kampus

Meski belum diketahui pasti asal muasal 25 pegawai tersebut bisa terinfeksi virus corona, berdasarkan contact tracking yang dilakukan, ada 4 orang pegawai Unhas yang positif COVID-19 dan kemungkinan terpapar dari luar kampus.

Dilansir dari Antara, pihak Budu juga terus menelusuri contact tracking ke seluruh kota dan ke tempat para pegawai positif virus corona pernah sambangi.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Makassar juga diminta untuk melakukan proses komunikasi informasi, dan edukasi kepada keluarga dan kerabat dari pegawai yang ditemukan positif tersebut.

2 dari 4 halaman

Kebanyakan Pasien adalah Orang Tanpa Gejala

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebanyak 25 pegawai yang positif virus corona memang tidak memiliki gejala-gejala virus corona, mereka juga dinyatakan sehat.

Hal inilah yang sebenarnya dikhawatirkan oleh banyak orang, termasuk Rektor Unhas. Jika tidak ada tes massal yang dilakukan di kampus tersebut, maka 25 pegawai positif itu tidak akan terdeteksi.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri menjelaskan  orang tanpa gejala (OTG) memang jadi salah satu sumber penularan yang berbahaya.

Pasalnya, orang yang sebenarnya sudah terinfeksi COVID-19, tidak sadar bahwa dirinya terinfeksi karena tak ada gejala-gejala penyakit.

“OTG bisa jadi superspreader yang berbahaya. Superspreader sendiri adalah sebuah istilah yang digunakan di berbagai negara untuk keberadaan seseorang yang telah menyebabkan banyak orang tertular suatu penyakit,” jelas dr. Devia.

3 dari 4 halaman

Apakah Orang Tanpa Gejala Lebih Berbahaya?

Dokter Devia menjelaskan, bahwa pasien coronavirus tanpa gejala sekali pun sebetulnya cukup berbahaya. Sebab ia akan menyebarluaskan virus tersebut pada orang lain tanpa sadar.

“Dalam kasus virus corona, orang tanpa gejala bisa dikatakan cukup berbahaya. Misalnya, dalam satu kota ada 1 orang yang diduga menjadi superspreader, maka orang ini bisa menularkan hingga ke 30 orang lainnya dalam satu kota yang sama,” kata dr. Devia.

Seseorang yang menjadi superspreader, biasanya tidak akan menyadari bahwa dirinya mengalami gejala sakit. Sehingga, dirinya tetap beraktivitas seperti biasa, dan berkomunikasi dengan orang lain tanpa rasa khawatir. Kondisi OTG inilah yang jadi berbahaya bagi banyak orang.

“Intinya, OTG (orang tanpa gejala) yang justru berbahaya, karena merasa dirinya sehat bisa pergi-pergi, padahal dia infeksius dan mudah menularkan ke orang lain, terutama lansia, anak anak,“ jelas dr. Devia.

Dokter Devia juga mengatakan, “Seharusnya, kalau memang OTG, dia harus di rumah dan isolasi mandiri. Kalau jalan-jalan terus, ya, penyebaran akan semakin luas, lalu semakin banyak yang terinfeksi, jumlah kasus kita bertambah terus.”

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur Live Chat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar