Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sedih Karena Suatu Tempat Ditutup? Tampaknya Anda Punya Nostalgia

Sedih Karena Suatu Tempat Ditutup? Tampaknya Anda Punya Nostalgia

Kabar McD Sarinah tutup per 10 Mei mendatang sontak membuat kaget warganet. Ini karena restoran siap saji tersebut telah menjadi nostalgia bagi sebagian penduduk Jakarta.

Kabar mengejutkan datang dari salah satu brand makanan legendaris, McDonald's. Restoran cepat saji ini dikabarkan akan menutup salah satu gerainya di Indonesia,  tepatnya yang berlokasi di Sarinah Thamrin, Jakarta pada 10 Mei mendatang.

Kabar McD Sarinah tutup diunggah langsung oleh akun instagram resmi McDonald’s Indonesia (@mcdonaldsid) pada Kamis, (7/5) lalu.

“Untuk cerita yang pernah ada di sini, untuk kenangan yang terukir di sini, Terima Kasih untuk momen kebersamaan yang tak akan terlupakan. Selama 30 tahun hadir di Sarinah, atas permintaan manajemen Sarinah, dengan berat hati kami akan menutup pintu kami mulai Minggu 10 Mei 2020 jam 10:05 malam,” tulis unggahan pada postingan tersebut.

Tutupnya McD Sarinah tentu meninggalkan banyak kenangan bagi sebagian warga Jakarta.

Tak heran, perkara ini ramai diperbincangkan di media sosial Twitter maupun instagram. Banyak warganet yang sedih dan kembali mengingat segala kenangan yang pernah tercipta saat menghabiskan waktu di McD Sarinah.

Artikel Lainnya: Mengingat Kenangan Lama Bisa Perbaiki Kualitas Otak dan Ingatan?

1 dari 3 halaman

Wajarkah Merasa Sedih Karena Tempat Penuh Kenangan Hendak Ditutup?

Kabar Mcd Sarinah tutup memang meninggalkan banyak ‘luka’ bagi sebagian orang yang pernah berkunjung ke tempat legendaris tersebut.

Lantas, wajarkah seseorang merasa sedih ketika tahu bahwa ada suatu tempat penuh kenangan yang hendak ditutup secara permanen?

Menjawab pertanyaan, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa rasa sedih ini sangat wajar dialami oleh banyak orang.

“Wajar sedih, karena McD Sarinah juga sudah 30 tahun lamanya. Tidak hanya puluhan orang saja yang pernah berkunjung ke situ, tapi ratusan ribu bahkan jutaan orang pasti pernah berkunjung ke tempat itu,” kata Ikhsan.

“Apa lagi jika tempat yang ditutup itu meninggalkan banyak kenangan. Pasti rasa sedih dan bernostalgia itu ada. Makanya, kalau Anda merasa sedih karena suatu tempat itu ditutup, ya, itu wajar,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Terapi Kenangan, Cara Membantu Lansia Mengingat Kembali

2 dari 3 halaman

Nostalgia dengan Suatu Tempat, Apakah Bermanfaat?

Nostalgia adalah suatu kondisi di mana Anda mengingat kembali peristiwa lampau yang terjadi di suatu tempat. Lantas, apakah nostalgia bermanfaat atau justru sebaliknya?

“Jika ditanya apakah nostalgia bisa membuat sedih, Bisa. Ini disebut dengan nostalgia restoratif, di mana Anda tidak bisa move on dari kenangan tersebut,” kata Ikhsan.

“Tapi, jika Anda mendapatkan pelajaran dari kejadian di suatu tempat, maka nostalgia yang dirasakan akan jauh lebih berbeda dan disebut dengan nostalgia reflektif,” sambungnya.

Nostalgia reflektif terjadi ketika suatu pengalaman dapat memberikan pelajaran dan tidak meninggalkan bekas luka hingga sekarang. Singkatnya, ketika Anda bernostalgia akan kejadian di suatu tempat, perasaan justru jadi lebih bersyukur dan senang.

Di sisi lain, nostalgia juga bisa memicu hal sebaliknya. Menurut Ikhsan, jika cara menyikapi nostalgia justru cenderung membawa Anda pada kesedihan, rasa sakit, rasa cemas dan stres, maka hal tersebut bisa juga dikatakan buruk.

“Buruk atau tidaknya sebuah nostalgia bisa dilihat dari cara Anda menyikapinya. Jika membawa kesedihan, sebaiknya jangan diingat. Tapi, kalau membawa tawa atau justru menghilangkan rasa sepi yang dirasakan selama pandemi, nostalgia aman dilakukan,” pungkas Ikhsan.

McD Sarinah memang penuh dengan nostalgia, khususnya untuk muda-mudi yang tinggal di Jakarta. Namun siapa sangka, tempat legendaris ini hanya akan menjadi kenangan masa lalu per 10 Mei mendatang.

Bagaimana tanggapan Anda dengan berita McD Sarinah tutup? Jika Anda sempat bernostalgia dengan tempat tersebut namun tercipta kesedihan yang mendalam, sebaiknya konsultasikan hal tersebut pada psikolog melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar