Sukses

Ini Cara Tim Medis Jaga Kesehatan saat Pandemi COVID-19

Di tengah pandemi virus corona, tim medis sebagai garda terdepan harus selalu jaga kesehatan. Lantas, apa yang mesti dilakukan tim medis COVID-19?

Selama pandemi COVID-19 ini, tim medis corona jadi garda terdepan menghadapi kasus-kasus positif. Tentunya, kerja keras mereka membuat masyarakat terenyuh. Bahkan, tak jarang memberikan dukungan, seperti mengirimkan bantuan alat medis hingga konsumsi makanan

Namun, sering dilupakan kalau ada fakta para tim medis corona ini bekerja paling dekat dengan coronavirus. Tentunya, risiko terinfeksi virus yang awalnya berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok ini tinggi.

Untuk itu, para petugas medis pun harus menjaga kesehatannya. Kalau mereka sakit dan terinfeksi, siapa lagi yang akan merawat kita?

Berangkat dari alasan tersebut, para petugas medis sebaiknya mengetahui beberapa cara untuk meningkatkan kualitas hidup maupun kesehatan selama bertugas.

Seperti apa cara mereka menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjadi garda terdepan penanganan virus corona, ya?

1 dari 6 halaman

Atur Waktu Tidur dengan Baik

Petugas medis yang bekerja menangani pasien virus corona di rumah sakit biasanya akan bekerja dengan sistem bergilir atau shifting. Ini karena pelayanan perawatan kesehatan harus berjalan 24 jam.

Kondisi ini bisa membuat pekerja medis kekurangan jam tidur. Padahal, jam tidur yang kurang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan.

“Oleh karena itu, sebisa mungkin atur jam waktu tidur dengan sebaik-baiknya sehingga tubuh jadi lebih bertenaga saat bekerja. Pastikan juga untuk mendapatkan tidur yang berkualitas,” ujar dr. Rio Aditya kepada KlikDokter.

Selain itu, dr. Rio juga menyarankan untuk tidak bermain ponsel selama jam tidur. Ini karena bermain ponsel bisa meningkatkan risiko terganggunya kualitas tidur Anda.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 6 halaman

Tetap Sempatkan untuk Berolahraga

Sebagai pekerja dengan sistem shift, petugas medis dituntut untuk memiliki kondisi tubuh yang prima. Terlebih saat  harus menghadapi pandemi virus corona. Tentunya, pasien makin banyak dan tim medis corona butuh daya tahan tubuh yang kuat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, melakukan olahraga secara rutin dan teratur adalah kewajiban yang tidak boleh terlupakan.

Meski rasanya susah memilih waktu olahraga di kala badan sudah ‘remuk’ karena bekerja seharian, tapi olahraga kecil-kecilan tetap butuh dilakukan.

Dikatakan dr. Rio, sekadar melakukan teknik yoga simpel, peregangan, atau jalan santai di sekitaran rumah sakit (parkiran) juga baik untuk meningkatkan stamina.

 

3 dari 6 halaman

Pola Makan Sehat dan Bergizi

Tidak dimungkiri bahwa bekerja shifting memang bisa membuat pola makan jadi berantakan. Apalagi, melihat angka korban positif virus corona yang semakin meningkat, rasanya sulit untuk duduk santai selama 5 menit saja.

Bahkan, selama menggunakan APD lengkap, para petugas medis tidak dapat mengonsumsi makanan. Ditambah lagi dengan langkanya perlengkapan medis menghadapi COVID-19 tersebut.

Nah, agar tubuh tetap sehat dan bertenaga, tenaga medis perlu mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral.

Perbanyak konsumsi buah maupun sayur, dan cukupi kebutuhan protein harian melalui daging, ayam, ikan, telur, tahu dan tempe. Kuantitas makanan tersebut bisa ditambah ketika waktu shift selesai.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

4 dari 6 halaman

Jangan Sampai Kekurangan Air Putih

Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan cairan harian agar tidak mengalami dehidrasi. Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 40 milimeter cairan per kilogram berat badan.

“Jika berat Anda adalah 50 kilogram, maka total cairan yang diperlukan untuk tubuh adalah sekitar 2000 mililiter atau 2 liter. Kebutuhan cairan ini bisa saja lebih, tergantung dengan kondisi tubuh Anda saat itu,” tambah dr. Rio.

Sayangnya, ketika menggunakan APD, para petugas medis sulit mengonsumsi air putih. Jadi, mereka harus menahan lapar dan haus selama sekitar 8 jam waktu shift. Kondisi ini mirip dengan umat muslim yang berpuasa di bulan Ramadan.

Perbedaannya, tim medis corona harus mengenakan pakaian APD berlapis-lapis yang rasanya panas di tubuh. Bahkan buat berkeringat dan sulit bergerak. Maskernya pun digunakan berlapis.

Biasanya, kebutuhan cairan tersebut, mereka lengkapi sebelum dan sesudah shift jaga selesai.

5 dari 6 halaman

Tim Medis Corona Juga Cari Hiburan

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog kepada KlikDokter mengatakan petugas medis juga wajib melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ini guna meningkatkan kesehatan mental selama bekerja menangani pasien COVID-19.

“Para petugas medis melakukan kontak langsung dengan pasien atau orang yang terinfeksi hampir setiap hari. Mereka juga berada di lingkungan rumah sakit, ditambah dengan maraknya berita mengenai rekan sejawat yang meninggal ketika sedang bertugas. Hal ini jelas bisa membuat mereka tertekan dan berujung pada trauma psikologis,” ujar Ikhsan saat diwawancarai.

Karena itu, Ikhsan bertutur bahwa petugas medis perlu melakukan hal-hal ‘gila’ sebagai media hiburan agar merasa lebih tenang, relaks, dan bahagia.

Contohnya saja, seperti video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, yang menunjukan beberapa petugas medis terlihat sedang parodi film Kera Sakti dan Titanic.

“Kegiatan lucu seperti itu bisa membantu meredakan stres para petugas medis yang mungkin sudah sangat kelelahan menghadapi pandemi virus corona,” tutur Ikhsan.

“Petugas medis pun wajib saling support satu sama lain. Dengan ini, akan muncul rasa kebersamaan dan diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan dan stres yang dialami oleh petugas medis,” pungkasnya.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh tim medis corona untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental selama bertugas. Apabila merasa mengalami keluhan yang gejalanya mirip dengan coronavirus  sebaiknya segera laporkan kondisi Anda kepada atasan.

Ingin berkonsultasi dengan dokter dengan cara yang lebih simpel? Anda bisa memanfaatkan fitur Live Chat 24 jam secara gratis di aplikasi KlikDokter. Jika ingin melakukan deteksi dini gejala virus corona, Anda bisa memanfaatkan fitur Cek Corona Gratis.

KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menekan angka persebaran virus corona di Indonesia. Yuk, dukung tim medis corona atasi pandemi COVID-19 dengan #DiRumahAja

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar