Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dinyatakan Sembuh dari COVID-19, Menhub RI, Budi Karya Isolasi Mandiri

Dinyatakan Sembuh dari COVID-19, Menhub RI, Budi Karya Isolasi Mandiri

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya, dinyatakan sembuh dari virus corona. Meski begitu, ia diharuskan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. Meski demikian, Budi yang berstatus sebagai pasien kasus ke-76 ini, harus tetap menjalani isolasi mandiri sebelum kembali beraktivitas dan bertugas sebagai menteri.

Menhub, Budi Karya Sumadi dinyatakan positif coronavirus pada Sabtu,14 Maret 2020 lalu. Kabar ini disiarkan setelah pihak keluarga memberikan izin untuk diumumkan. Budi Karya juga diketahui menjadi pejabat pertama di Indonesia yang terkena COVID-19.

Tidak diketahui pasti dari mana Budi Karya tertular infeksi virus corona. Namun, satu yang pasti, ia menjadi salah satu pejabat negara yang hadir dalam penjemputan 69 WNI anak buah kapal Diamond Princess, di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, pada 1 Maret lalu.

Saat itu WNI ABK Diamond Princess dipulangkan dari Jepang. Setibanya di Indonesia, para WNI tersebut langsung dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Setelah merasa sesak napas dan dirawat di rumah sakit swasta, Budi Karya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Menhub Sempat Terkena Tifus Sebelum Terinfeksi Virus Corona

Apa yang terjadi pada Menhub, Budi Karya memang cukup menakutkan. Selain mengidap COVID-19, sebelumnya ia juga diketahui terkena tifus. Budi mengalami tifus setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja.

"Saat ini, Bapak Budi Karya Sumadi sedang beristirahat di rumah karena gejala tifus setelah beberapa waktu lalu melakukan rangkaian kunjungan kerja selama beberapa hari ke ke Toraja, Luwuk, Wakatobi, Makassar, Parepare, Kertajati, dan Indramayu," kata Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati, lewat pesan singkat, Selasa (10/3).

Bayangkan, sudah kena virus corona, mengalami tifus juga. Menurut penjelasan dr. Devia Irine Putri, COVID-19 adalah virus, sedangkan tifus penyebabnya adalah bakteri.

Komplikasi tifoid yang ditakutkan adalah perforasi usus (pecahnya usus), hingga penurunan kesadaran.

"Kalau mengalami COVID-19 dan tifus bersamaan, hal ini bisa menyebabkan infeksi besar di tubuh, yang satu di paru-paru atau saluran pernapasan, satunya lagi di saluran pencernaan," ujar dr. Devia.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Sempat Menggunakan Ventilator Selama Masa Perawatan

Menhub, Budi Karya diketahui sampai harus memakai alat bantu napas atau ventilator untuk menyembuhkan virus corona yang dideritanya. Ventilator memang menjadi senjata utama dalam penyembuhan COVID-19.

Dokter Alvin Nursalim, Sp.PD pun turut menjelaskan ventilator adalah alat bantu napas dengan selang yang dimasukkan ke dalam saluran pernapasan pasien (trakea). Selanjutnya, mesin akan membantu mendorong oksigen ke dalam paru-paru.

Dalam kasus yang paling parah, coronavirus dapat merusak jaringan sehat di paru-paru. Kondisi itu menyulitkan pasien untuk mengalirkan oksigen ke darah.

Dari situ lah kondisi pneumonia dapat berkembang. Kondisi ini dapat menjadi lebih parah dan berpotensi mematikan. Di mana bisa disebut juga sebagai sindrom gangguan pernapasan akut, yang akhirnya dapat merusak fungsi organ tubuh lain.

Untuk mencegahnya, ventilator mekanik memasukkan oksigen ke paru-paru pasien yang punya masalah pernapasan parah. Oksigen tersebut dimasukkan melalui tabung yang dimasukkan ke tenggorokan.

Singkatnya, virus corona dapat menenggelamkan paru-paru dalam cairan. Nah, di sini ventilator mekanik bertugas untuk membantu memompa oksigen ke tubuh pasien.

3 dari 4 halaman

Walau Sembuh Menhub Tetap Harus Lakukan Isolasi Mandiri

Meski sudah dinyatakan sembuh, Budi Karya masih harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Anjuran Budi Karya untuk menjalani karantina mandiri sebelum beraktivitas ini disarankan sendiri oleh tim dokter di RSPAD.

Mungkin yang menjadi pertanyaan banyak orang, mengapa kalau sudah masih harus karantina mandiri, ya?

Begini, beberapa ahli menyatakan, isolasi atau karantina 14 hari merujuk pada masa inkubasi virus corona. Nah, tujuan karantina mandiri ini untuk meyakinkan setelah dua minggu tidak lagi muncul gejala COVID-19 pada tubuh pasien yang dinyatakan sembuh.

Selain karantina mandiri, pasien yang sudah keluar dari rumah sakit tetap akan menjalani tes COVID-19. Di mana fungsi tes ulang ini untuk memastikan masih ada atau tidaknya virus corona di tubuh pasien yang sudah keluar dari RS.

"Semua dilakukan untuk proses pemulihan, agar daya tahan tubuhnya kembali pulih dan tidak terinfeksi kuman lainnya juga," ungkap dr. Devia Irine soal alasan isolasi mandiri usai dinyatakan sembuh.

Kabar Budi Karya yang sembuh adalah angin segar bagi penanganan COVID-19. Semoga, seterusnya semua pasien virus corona bisa sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasanya.

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar