Sukses

Begini Kondisi Bayi yang Terinfeksi Virus Corona

Tidak hanya orang dewasa, tapi bayi juga bisa terinfeksi virus corona. Apa saja gejala pada bayi jika terkena infeksi coronavirus?

Tidak pandang usia, infeksi virus corona bisa menyerang siapa saja termasuk bayi yang baru lahir. Kisah pilu ini terjadi di Kulon Progo, di mana bayi berusia empat bulan dinyatakan positif coronavirus  setelah pulang dari salah satu kota di Jawa Tengah.

Kasus Bayi Suspect Infeksi Virus Corona di Indonesia

Dilansir dari Detik.com, sudah genap dua minggu bayi suspect infeksi virus corona itu menjalani perawatan intensif di RSUD Wates, Kulon Progo. Bayi tersebut dirawat sejak Selasa (17/3) lalu dengan keluhan demam dan sesak napas.

Kini, kondisi bayi yang diduga terkena infeksi virus corona tersebut, dikabarkan mulai membaik, dan tinggal menunggu hasil tes swab yang sampelnya sudah dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, di Yogyakarta.

Direktur Utama RSUD Wates, Lies Indriati, terus memberikan update kesehatan bayi usia 4 bulan tersebut. Kondisi kesehatan bayi itu kini dinyatakan semakin baik. Meski begitu, hasil rontgen bayi berusia empat bulan itu masih akan terus dipantau dan dievaluasi.

Apabila hasil tes swabnya negatif, bayi itu diperbolehkan pulang. Namun, dengan catatan tetap melakukan isolasi diri, baik bayi maupun orang tuanya.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Kasus Kematian Bayi yang Meninggal Akibat Coronavirus

Kabar infeksi virus corona menyerang bayi juga ditemukan di Inggris. Sayangnya, nyawa bayi mungil berusia 7 minggu tersebut tidak bisa terselamatkan.

Menurut kronologis yang dikutip dari The Sun, seorang ibu membawa bayinya yang bernama Curtis ke rumah sakit setelah muncul gejala ruam merah, tampak gelisah, dan terlihat sangat lelah setiap tidur malamnya.

Bahkan, saat di pagi hari, ruam merah berbentuk bintik kecil itu muncul dan memenuhi kulitnya, matanya memerah, bengkak, dan berair.

Karena khawatir, ibu bersama dengan suaminya itu memutuskan untuk membawa buah hatinya ke A&E pada Senin lalu.

Awalnya dokter mengira bahwa perubahan suhu dan detak jantung tidak normal pada Curtis muncul akibat sepsis. Akan tetapi, setelah dilakukan tes COVID-19, bayi tersebut dinyatakan positif terkena infeksi virus corona.

Selain di Inggris, terdapat pula kasus kematian bayi akibat infeksi virus corona di Amerika Serikat.

Pada tanggal 28 Maret lalu, The Illinois Department of Public Health (IDPH), telah melaporkan  kematian bayi berusia satu tahun di Chicago. Bayi tersebut telah dites dan hasilnya positif menderita coronavirus.

“Belum pernah ada kematian yang terkait COVID-19 pada bayi. Investigasi penuh sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kematian, ”kata Direktur IDPH, dr. Ngozi Ezike.

“Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini. Tidak hanya untuk melindungi diri kita sendiri, tetapi untuk melindungi orang-orang di sekitar kita,” tambah dr. Ezike.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 2 halaman

Tanda atau Gejala Bayi yang Terinfeksi Virus Corona

Menurut, dr. Rifka Hanifa Huwaida, gejala virus corona pada bayi, anak-anak, dewasa, atau lansia adalah sama.

“Umumnya ciri-cirinya itu sama, pasien penderita virus corona akan mengalami batuk kering atau berdahak, demam dengan suhu di atas 38 derajat, nyeri tenggorokan, sesak napas, dan pada beberapa pasien juga muncul keluhan pilek, diare, dan lain-lain, ” ujar dr. Rifka.

“Jika kita lihat kasus Curtis, mungkin sebelumnya bayi itu sudah memiliki riwayat penyakit lainnya, yang pada akhirnya muncul akibat komplikasi dari virus corona atau COVID-19. Karenanya, orang tua tetap perlu waspada, dan jangan pernah ragu untuk membawa bayi ke rumah sakit ketika muncul gejala penyakit yang aneh di badannya,” lanjutnya.

Dokter Rifka juga mengatakan, gejala ini dapat timbul 2 sampai 14 hari setelah seorang pasien terkena virus corona. Sebagian kecil orang yang terinfeksi dapat menularkan sebelum gejalanya timbul.

“Gejala memang berbeda-beda, tapi umumnya, ya, batuk, pilek, dan demam. Jika sudah memberat, maka dapat menimbulkan kerusakan pada paru sehingga menyebabkan sesak napas, ” tambahnya lagi.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Cara Mencegah Virus Corona Pada Bayi

Sampai saat ini, obat infeksi COVID-19 belum ditemukan. Jika bayi mengalami gejala infeksi virus corona, Anda harus segera menghubungi dokter atau call center virus corona di

119 ext 9. Nantinya, segala perawatan dan pengobatan akan dilakukan oleh dokter di rumah sakit.

Untuk mencegah infeksi coronavirus pada bayi terjadi, Anda wajib melakukan hal berikut:

  • Berikan ASI secara rutin yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Selain mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, ASI juga berfungsi sebagai peningkat imunitas tubuh bayi.
  • Jaga lingkungan kamar atau rumah agar tetap lembab dan jangan sering menggunakan AC.
  • Sering cuci tangan sebelum Anda menggendong atau memberikan ASI pada anak.
  • Jangan biarkan anak berkontak langsung dengan penderita flu.
  • Orang tua wajib tajin cuci tangan dengan sabun selama 20 detik lalu bilas dengan air mengalir sebelum menyentuh bayi.
  • Gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol (min 70 persen), jika air dan sabun tidak ada
  • Gunakan masker saat sedang sakit dan tetap tinggal tinggal di rumah atau langsung pergi ke rumah sakit jika dirasa gejala semakin parah.

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona. 

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar gejala infeksi COVID-19 pada Anda atau bayi, gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

1 Komentar