Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penis Tiba-Tiba Kesemutan Saat Bercinta? Jangan-Jangan, Ini Sebabnya!

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Penis Tiba-Tiba Kesemutan Saat Bercinta? Jangan-Jangan, Ini Sebabnya!

Sama seperti bagian tubuh lain, penis ternyata juga bisa mengalami kesemutan. Kira-kira, apa, ya, penyebab kondisi yang bisa bikin laki-laki panik ini?

Seringnya, kesemutan dialami di bagian kaki atau tangan. Namun, ternyata bagi para pria, kesemutan juga bisa terjadi di penis, baik saat bercinta maupun pada waktu-waktu lainnya. Mengapa ini bisa terjadi dan apakah kondisi tersebut perlu dicemaskan?

Mengapa Penis Bisa Kesemutan?

“Rasa kesemutan pada penis, termasuk di skrotum (buah zakar) dapat disebabkan oleh tertekannya saraf yang mengirim sensasi ke kedua organ tersebut,” kata dr. Sara Elise Wijono, MRes, kepada KlikDokter.

“Kemungkinan penyebabnya antara lain hernia, kekakuan otot, atau pembesaran kelenjar limfe. Selain itu, bisa juga terjadi iritasi ringan pada saraf tersebut,” lanjut dr. Sara.

Perlu diketahui, organ intim pria bersifat sensitif dan membutuhkan aliran darah yang lancar. Umumnya, penis kesemutan lebih sering dialami oleh atlet atau pengendara sepeda atau motor. Namun, keluhan tersebut bisa dialami pria mana pun.

Saat itu terjadi, mungkin pria akan merasakan penis dan skrotum terasa seperti kebas (mati rasa), lalu penis mungkin akan terasa dingin dan kesemutan. Jika bergerak atau menyentuh penis dan skrotum, bisa terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Secara Alami pada Pria

1 dari 3 halaman

Penyebab Penis Kesemutan

Ada beberapa hal yang bisa membuat pria mengalami keluhan kesemutan di penis. Apa saja?

  1. Cedera

Cedera di penis atau area di sekitarnya bisa membuat alat kelamin tersebut jadi mati rasa. Ini bisa terjadi akibat kerusakan saraf atau pembuluh darah tertentu.

Umumnya, sensitivitas penis akan perlahan kembali. Namun, jika tidak, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Hal-hal yang dapat menyebabkan tekanan atau cedera pada penis atau area selangkangan antara lain:

  • Bersepeda. Kondisi jalanan yang tidak rata dan gesekan dapat mencederai perineum, skrotum, dan penis.

Bersepeda juga dapat memberi tekanan di pangkal paha dan untuk sementara waktu membatasi saraf atau pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat membuat penis terasa kebas.

  • Duduk terlalu lama. Bila duduk di kursi yang tidak nyaman atau permukaannya padat, itu dapat memberi tekanan pada penis atau perineum sehingga bisa terjadi cedera. Perineum seharusnya tidak menopang berat badan tubuh.

“Perineum terletak di bagian di antara penis dan anus. Jika saraf dan pembuluh darah di sana tidak lancar akibat tekanan terus-menerus, maka bisa menyebabkan kerusakan dan berakibat penis kesemutan,” ujar dr. Sara.

  • Iritasi umum. Sabun dan produk pembersih lainnya dapat mengiritasi kulit yang sensitif pada penis dan daerah di sekelilingnya. Penggunaan sabun yang lembut dan hypoallergenic dapat membantu.

Artikel lainnya: Cara Memperbesar Penis dengan Cara Alami dan Medis

  1. Cedera yang Berkaitan dengan Seks dan Masturbasi

Saat sedang melakukan aktivitas seksual, penis yang sedang ereksi tak lagi fleksibel. Kekakuan tersebut bisa membuat penis rentan mengalami fraktur atau memar, yang mana dapat menyebabkan nyeri, iritasi, kebas, hingga perubahan warna.

Gesekan yang terlalu kuat atau berlebihan dari masturbasi atau aktivitas seksual tertentu juga dapat mengakibatkan cedera, yang bisa berujung pada rasa kebas. Bila pria menyadari adanya penurunan sensitivitas, mungkin mengurangi frekuensi masturbasi atau mengubah tekniknya bisa membantu.

Kerusakan juga bisa terjadi sebagai akibat dari penggunaan pompa atau vakum penis, yang bekerja dengan cara menyedot aliran darah ke penis agar dapat ereksi. Mati rasa, memar, luka, serta bintik merah atau ungu (petechiae) bisa terjadi.

  1. Kekurangan Hormon Testosteron

Testosteron adalah hormon penting dengan cakupan efek yang luas, termasuk perannya dalam mengatur massa otot dan dorongan seksual.

Setelah puber, kadar testosteron secara bertahap menurun, dan banyak pria dewasa yang lebih tua kekurangan hormon tersebut.

Meski begitu, rendahnya testosteron juga dapat memengaruhi pria yang lebih muda. Ketika kadarnya drop, pria mungkin akan merasakan penurunan kenikmatan dari aktivitas seks. Akibatnya, mereka mungkin salah sangka, menganggap penis mati rasa.

Level testosteron yang rendah dapat menyebabkan mati rasa, tapi biasanya tidak terjadi bila ada nyeri. Artinya, pria masih bisa merasakan bila penis atau skrotumnya, misalnya saat dicubit.

Gejala lainnya dari rendahnya kadar testosteron juga bisa meliputi perubahan pada mood, dorongan seksual, serta tingkat energi.

  1. Penyakit atau Gangguan Saraf

Adanya gangguan pada saraf di area sekitar penis dapat menyebabkan gejala mati rasa di penis, skrotum, dan perineum.

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi saraf, sehingga mengakibatkan mati rasa. Beberapa di antaranya adalah akibat: diabetes, lupus, multiple sclerosis, kanker dan terapinya, serta penyakit Peyronie. Biasanya, penyakit-penyakit tersebut juga bisa menyebabkan impotensi.

Artikel lainnya: Ini Tanda-tanda Penis Patah

  1. Herpes Genital

Sensasi kesemutan juga bisa jadi tanda herpes genital. Sensasi ini umumnya digambarkan mirip kesetrum dan bisanya bintil-bintil di penis.

Penyakit menular seksual yang tidak bisa disembuhkan ini butuh perawatan segera bila kambuh dan kemudian perawatan seumur hidup untuk meminimalkan kemambuhan. Meski tak bisa sembuh, tapi penyakit ini bisa ditangani dengan efektif.

Penderita herpes genital harus jujur mengenai kondisinya terhadap pasangan.

  1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Seringnya, sensasi sebelum kutil muncul adalah kesemutan. Namun, saat kutil sudah terlihat, kesemutan berubah jadi rasa gatal.

Benjolan yang muncul bisa tak terasa sakit, gatal saat benjolan tumbuh, dan bisa berdarah saat berhubungan seks.

Vaksin bisa melindungi pria dan wanita dari infeksi HPV dan ada pula resep obat dari dokter bila kutil kambuh. Segera temui dokter bila menemukan kutil (seperti daging) yang melekat di area kelamin (bisa di penis, vagina, atau anus). Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

Bila kutil kelamin menutupi lubang kencing, maka dapat pula terjadi sumbatan air seni.

  1. Dermatitis Kontak

Kondisi ini merupakan reaksi alergi atau iritasi di kulit akibat kontak dengan zat asing. Biang kerok tersering adalah sabun, detergen, losion, atau alergen dari lingkungan seperti poison ivy dan perhiasan.

Mungkin akan ada sensasi kesemutan selain ruam kulit yang muncul. Biasanya, krim kortison bisa membantu mengatasinya. Bila dermatitis kontak terjadi akibat tindikan di penis, tindikan tersebut harus dilepas.

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Penis Kesemutan

Bila kesemutan terjadi akibat cedera, keluhan tersebut biasanya akan hilang bila cedera sembuh. Namun, bila penyebab kesemutan di penis adalah penyakit tertentu, mengobati penyakit biasanya akan mengurangi atau menghilangkan gejala.

Dijabarkan oleh dr. Sara, metode di bawah ini dapat membantu meringankan keluhan penis kebas.

  • Hindari duduk terlalu lama karena perineum bisa ikut tertekan dan berakibat penis kesemutan. Jika duduk adalah bagian dari pekerjaan Anda, imbangi dengan berdiri, berjalan-jalan, atau meregangkan tubuh.
  • Hindari mengenakan celana terlalu ketat karena juga bisa memberi tekanan pada penis dan area di sekitarnya. Baiknya hindari penggunaan celana yang berbahan lateks dan ketat.

  • Bila sering bersepeda atau mengendarai motor khususnya dalam waktu yang lama, coba untuk beberapa kali menepi. Anda bisa berdiri atau sekadar meregangkan badan. Ingat, duduk terlalu lama bisa meningkatkan tekanan di saraf area penis.

Jadi, bukan cuma tangan dan kaki, penis pun bisa kesemutan atau kebas. Empat metode di atas bisa membantu meredakan keluhan. Namun, bila tak juga sembuh atau frekuensinya makin sering, periksakan ke dokter karena dikhawatirkan ada penyakit yang mendasarinya. Anda juga bisa berkonsultasi kapan pun dan di mana pun dengan tim dokter KlikDokter lewat fitur LiveChat di aplikasi tanpa perlu malu.

(RN/AYU)

1 Komentar